<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869</id><updated>2011-09-08T16:06:24.491+07:00</updated><title type='text'>a platonic world</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>169</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-4379732973838481742</id><published>2008-04-30T19:58:00.001+07:00</published><updated>2008-04-30T19:58:45.657+07:00</updated><title type='text'>a fresh skin</title><content type='html'>psssttt... try also this one: www.gawehawe.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-4379732973838481742?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/4379732973838481742/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=4379732973838481742&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/4379732973838481742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/4379732973838481742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2008/04/fresh-skin.html' title='a fresh skin'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-3420328991192667315</id><published>2008-04-28T15:49:00.004+07:00</published><updated>2008-04-28T16:16:39.062+07:00</updated><title type='text'>Here, There, and Back Again</title><content type='html'>Sama seperti saat berangkat ke Kuala Lumpur dulu, saya punya masalah dengan ketepatan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu pasti heran kalau ada orang yang boarding persis jam berangkat pesawat - tambah lagi ini penerbangan internasional yang punya tetek bengek fiskal, cap paspor, dan antriannya sebelum naik pesawat. Dua kali ke luar negeri, dua kali saya harus mengejar pesawat. Mengejar. Dalam arti yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berangkat dalam rangka undangan sebuah sekolah sepakbola ternama di Jakarta untuk meliput dua partai ujicoba mereka dengan sekolah sepakbola di Kuala Lumpur yang punya bendera franchise yang sama. Diinformasikan kalau rombongan akan menginap di hotel Royal Bintang. Meski hati kecil bersorak menginap di Bukit Bintang - yang sangat hidup itu - saya sempat ragu apakah rombongan dengan mayoritas anak-anak usia sekolah ini diinapkan di kawasan keramaian itu. Dugaan saya salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu partai ujicoba pertama selesai, bersama dua rekan dari media lain, kami bergegas memburu langkah ke BB Plaza. Sayang, terlambat. Hampir pukul 10 malam dan toko-toko mulai tutup. Alhasil, kami menghabiskan waktu berputar-putar saja di pedestrian Bukit Bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"And how the night falls on Bukit Bintang?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Crowdly dan loudly.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesonanya sama seperti dua tahun lalu. Tetap hidup dan ramai hingga larut malam. Pusat perbelanjaan bertebaran di kawasan ini: bangunan BB Plaza terhubung dengan Sungei Wang, satu dua gedung di sebelah BB plaza ada Low Yat Plaza - pusat barang-barang elektronik, di seberang Sungei Wang ada Times Square - pusat perbelanjaan berlantai 10[!]. Begitu juga rumah makan: masakan Cina, Melayu, Arab, hingga India, tenda atau tempat permanen, kafe, pub, dan... refleksiologi. Turis sepertinya memang diharuskan menghabiskan uangnya di kawasan surga belanja ini. Begitu juga untuk penduduk Malaysia sendiri - yang menurut Liang, pemandu kami, baru saja "diuntungkan" berkat dikuranginya besaran pajak pendapatan oleh Perdana Menteri Abdullah Badawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya semalam di sana. Pagi-pagi sebelum partai ujicoba kedua, rombongan bergegas check out dari hotel. Setelah ujicoba, kami memburu pesawat pulang sore harinya. Memang diberikan waktu "bersiar-siar" di Sungei Wang, tapi kisaran 45 menit saja. Manalah cukup waktu untuk mencari macam-macam.  Padahal, setibanya di bandara, kami mendapat berita mencengangkan. Pesawat di-delay hingga dua jam!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu malam, saya sudah kembali ke Jakarta. Kurang tidur, saya menikmati istirahat panjang dan datang ke kantor siang hari. Susah dipercaya, saya baru menghabiskan weekend di luar negeri dan hari Senin sudah kembali bekerja. Ah... Selamat kembali lagi ke kenyataan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-3420328991192667315?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/3420328991192667315/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=3420328991192667315&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/3420328991192667315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/3420328991192667315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2008/04/here-there-and-back-again.html' title='Here, There, and Back Again'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-1735797307898263151</id><published>2008-04-23T13:04:00.001+07:00</published><updated>2008-04-23T13:05:08.055+07:00</updated><title type='text'>Eulogia untuk pak Dudi Djumadi</title><content type='html'>Circa 1999, rekan Hendrawan menghampiri saya. Dia sedang mengumpulkan opini mahasiswa tentang susunan dekanat yang baru untuk KarungGoni. Saya mengomentari dengan khusus Pembantu Dekan III baru, Dudi Djumadi, yang menggantikan Hadi Suprapto Arifin. Mungkin karena berada di bawah bayangan PD III sebelumnya yang relatif lebih dekat dengan mahasiswa, komentar saya kurang lebih, "Arogan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi pertama saya dengan PD III yang baru adalah ketika mengurus PPMB 1999. Pertemuan ini menguatkan kesan arogan itu. Saya ingat, bertiga bersama Zaidan dan Hani kami bertemu PD yang baru itu. Pertemuan yang kami harapkan disimpulkan dengan pemahaman baik dari pihak dekanat dan mahasiswa, berujung antiklimaks, malah terkesan tidak ditanggapi serius oleh beliau. Ketua BEM Dede Ariwibowo cuma tersenyum-senyum simpul dan memberi nasihat bijak, "Kalau sudah kenal dengan orangnya, pasti kesan itu berubah..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, seperti yang sering diceritakan dalam kisah-kisah Karl May (dan juga Pramoedya Ananta Toer), prasangka adalah salah satu kejahatan terbesar manusia. Pepatah lama mengatakan, tak kenal maka tak sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi, atau pendekatan, yang dilakukan kemudian jauh dari kesan formal. Pembahasan rencana PPMB dengan beliau malah lebih sering diselingi obrolan-obrolan ringan, celetukan-celetukan nakal, dengan bahasa Sunda yang akrab. Semuanya mengubah kesan awal tersebut dan malah memberikan kesan egaliter terhadap figur beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah PPMB, komunikasi dengan beliau terjalin karena urusan-urusan BEM. Banyak proposal yang kami buat membutuhkan tanda tangannya. Dan, itu membuat saya hingga sekarang masih mengingat NIP-nya: 131 639 097. Magic number. Ada unsur "97" dalam NIP-nya, mungkin ini yang membuat angkatan ini terasa berjodoh dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama tak bersua dan mendengar kabarnya. Tadi malam saya terhenyak untuk beberapa jenak. Sebuah pesan pendek mengabarkan berita duka. Sempat ada rasa tidak percaya, tapi nyata. Saya melamun dan mengilas balik. Semua kenangan itu baru terasa terjadi kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, sekarang beliau sudah beristirahat dengan tenang di pangkuan-Nya. Selamat jalan, pak. Anda selalu kami kenang, selamanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------&lt;br /&gt;Agung Harsya W.&lt;br /&gt;K1B 97194&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-1735797307898263151?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/1735797307898263151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=1735797307898263151&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/1735797307898263151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/1735797307898263151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2008/04/eulogia-untuk-pak-dudi-djumadi.html' title='Eulogia untuk pak Dudi Djumadi'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-1646575949353809626</id><published>2008-04-22T15:19:00.000+07:00</published><updated>2008-04-22T15:31:56.734+07:00</updated><title type='text'>Insight, therefore, are improved</title><content type='html'>Tadi malam saya menemukan dua buku coretan lama terselip di tumpukan buku. Keduanya rajin saya tulisi saat 2001 - masih kuliah - dan 2005 silam - saat bekerja di kantor sebelum ini. Pada buku coretan yang lama saya menemukan bahasan tentang skripsi yang sedang saya kerjakan. Pada buku kedua, curhatan-curhatan yang isinya kental dengan perasaan pribadi. Persamaannya, keduanya kok terasa hanya indah saat ditulis, tidak untuk dibaca ulang. Saya terkekeh-kekeh kecil, karena kalau melihat hari ini, kalau manusia bisa mengendalikan waktu, saya ingin mengubahnya. Jadi lebih baik, tentu saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-1646575949353809626?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/1646575949353809626/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=1646575949353809626&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/1646575949353809626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/1646575949353809626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2008/04/insight-therefore-are-improved.html' title='Insight, therefore, are improved'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-2950706427026149709</id><published>2008-04-18T18:13:00.003+07:00</published><updated>2008-04-18T19:26:59.213+07:00</updated><title type='text'>the - Iced Hazelnut Latte</title><content type='html'>Flyer yang saya ambil dari sebuah gerai kopi termasyhur itu saya taruh di atas meja kantor, disandarkan di depan kalender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Iced Hazelnut Latte&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Our signature espresso, a hint of hazelnut and milk, poured over ice.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Our Iced Hazelnut Latte provides a revitalizing, cold-coffee experience for the warm summer months.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;For a lighter treat, enjoy an Iced Caffe Latte with nonfat milk.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hmmm, yummy... Nanti habis gajian, saya harus mencicipinya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-2950706427026149709?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/2950706427026149709/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=2950706427026149709&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/2950706427026149709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/2950706427026149709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2008/04/iced-hazelnut-latte.html' title='the - Iced Hazelnut Latte'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-4996353574368494170</id><published>2008-04-10T11:30:00.003+07:00</published><updated>2008-04-10T11:35:23.751+07:00</updated><title type='text'>Doa sebelum tidur</title><content type='html'>Sudah malam. Bocah itu belum tidur; masih mengerjap-ngerjapkan matanya penuh kekaguman; asyik mendengarkan cerita Kakek. Tentang Kakek yang mendapat pekerjaan di perkebunan teh Belanda karena lihai bermain bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ijazah Kakek itu: sepakbola!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah malam. Dongengnya habis; besok si bocah harus sekolah; dia berdoa sebelum tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuhan, izinkan aku bermain bola sepuasnya di tanah surga-Mu yang kekal kelak, ya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidurnya lelap malam itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-4996353574368494170?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/4996353574368494170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=4996353574368494170&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/4996353574368494170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/4996353574368494170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2008/04/doa-sebelum-tidur.html' title='Doa sebelum tidur'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-2236259450623207381</id><published>2008-04-03T17:28:00.002+07:00</published><updated>2008-04-03T17:34:23.092+07:00</updated><title type='text'>And he starts living in his own world</title><content type='html'>Hampir enam jam dia berupaya untuk lelap tertidur. Gagal. Manakala matanya terpejam, seketika waktu dia terbangun lagi. Pada suatu ketika, dia menyerah. Dia memasrahkan kegagalannya menggapai kantuk kepada malam. Pikirannya terbang ke mana-mana - tapi sebenarnya tetap terbelenggu di pokok benaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada apa-apa. Tidak ada siapa-siapa. Bukankah ini semua pilihannya? Dalam kehendaknya selama ini dia selalu menginginkan sebuah kebebasan dan setelah sekian lama dia memberanikan diri meraih kebebasan itu. Sendiri. Kalau terkungkung di dalam kamar 3x4 kamar persegi ini adalah kebebasan yang pernah dibayangkannya, masih maukah dia menukar waktu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam makin larut. Dia makin larut ke dalam dirinya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-2236259450623207381?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/2236259450623207381/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=2236259450623207381&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/2236259450623207381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/2236259450623207381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2008/04/and-he-starts-living-in-his-own-world.html' title='And he starts living in his own world'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-6805282026276426737</id><published>2008-03-28T15:09:00.000+07:00</published><updated>2008-03-28T15:11:05.259+07:00</updated><title type='text'>Oranje Menuju Euro 2008</title><content type='html'>Oranje cuma menang 4-3 atas tuan rumah bersama Austria, Rabu malam kemarin. Itupun mereka ketinggalan dulu 3-0 di 36 menit awal. Benar adanya kalau masalah utama Oranje sekarang adalah di lini belakang mereka. Tapi di sisi lain harus dilihat bagaimana kemampuan Marco van Basten menyusun strategi sehingga timnya membalikkan kedudukan. Harus dilihat juga determinasi tim untuk mengimbangi skor dan malah membalikkan keadaan. Harus dilihat juga kalau San Marco makin menemukan kepercayaan untuk memainkan formasi sesuai materi pemain yang ada, tidak lagi bertumpu pada pakem klasik 4-3-3, melainkan 4-2-3-1 atau bahkan 3-5-2 – saat Vennegoor of Hesselink dimasukkan di kuarter terakhir babak kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Euro 2008 jelang dua bulan lagi. Kamu tahu Belanda, favorit saya sepanjang waktu, bergabung di “grup maut” – Italia, Prancis, Rumania – dan tentu saja saya berharap Oranje melangkah jauh di Austria-Swiss nanti. Nah, kalau boleh berandai-andai, ini susunan skuad final tim prediksi sendiri:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1- Edwin van der Sar (Manchester United)&lt;br /&gt;22- Henk Timmer (Feyenoord Rotterdam)&lt;br /&gt;23- Maarten Stekelenburg (Ajax Amsterdam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4- Joris Mathijsen (Hamburg SV)&lt;br /&gt;3- John Heitinga (Ajax Amsterdam)&lt;br /&gt;5- Wilfried Bouma (Aston Villa)&lt;br /&gt;2- Mario Melchiot (Wigan Athletic)&lt;br /&gt;12- Andre Ooijer (Blackburn Rovers)&lt;br /&gt;15- Tim de Cler (Feyenoord Rotterdam)&lt;br /&gt;13- Nigel de Jong (Hamburg SV)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8- Giovanni van Bronckhorst (Feyenoord Rotterdam)&lt;br /&gt;6- Demy de Zeeuw (AZ Alkmaar)&lt;br /&gt;16- Hedwiges Maduro (Valencia)&lt;br /&gt;18- Clarence Seedorf (AC Milan)&lt;br /&gt;20- Wesley Sneijder (Real Madrid)&lt;br /&gt;10- Rafael van der Vaart (Hamburg SV)&lt;br /&gt;14- Ibrahim Afellay (PSV Eindhoven)&lt;br /&gt;17- Ryan Babel (Liverpool)&lt;br /&gt;7- Robin van Persie (Arsenal)&lt;br /&gt;11- Arjen Robben (Real Madrid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9- Ruud van Nistelrooy (Real Madrid)&lt;br /&gt;19- Klaas-Jan Huntelaar (Ajax Amsterdam)&lt;br /&gt;21- Jan Vennegoor of Hesselink (Glasgow Celtic)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-6805282026276426737?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/6805282026276426737/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=6805282026276426737&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/6805282026276426737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/6805282026276426737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2008/03/oranje-menuju-euro-2008.html' title='Oranje Menuju Euro 2008'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-252182693582535839</id><published>2008-03-24T15:16:00.000+07:00</published><updated>2008-03-24T15:17:19.744+07:00</updated><title type='text'>Nice surprise is nice surprise it is, doesn't always to be more</title><content type='html'>Saya tidak menduga bisa bertemunya lagi tadi malam. Soalnya sudah beberapa bulan – bahkan entah berapa tahun – dia tak lagi hadir sebagai bunga-bunga tidur saya. Dan, saya bertemunya lagi tadi malam. Kejutan yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedang berada – tepatnya berlibur – di sebuah tempat dan apa yang selalu saya bayangkan – ehm, harapkan – kalau berlibur di tempat itu adalah bertemu dengannya tanpa sengaja, dan terjadilah pertemuan tak disengaja itu. Dia yang pertama datang menegur saya. Dan, kami menghabiskan waktu dengan mengobrol. Seperti ingin mengejar waktu karena tak pernah lagi bersua, kami bicara banyak hal – tentang kekhawatiran-kekhawatirannya. Pada saat itu, bidadari itu tampak sangat manusiawi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bangun dengan rasa heran. Kenapa dia lagi yang muncul di situ? Saya mencoba mengingat-ingat apa yang saya pikirkan sebelum tidur. Rasanya tak ada sesuatu yang saya pikirkan berkaitan dengannya sebelum saya tidur. Tak satupun. Ini hanya sebuah kejutan yang menyenangkan. Kejutan yang menyenangkan. Tak lebih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-252182693582535839?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/252182693582535839/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=252182693582535839&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/252182693582535839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/252182693582535839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2008/03/nice-surprise-is-nice-surprise-it-is.html' title='Nice surprise is nice surprise it is, doesn&apos;t always to be more'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-2111239340829263729</id><published>2008-03-18T16:58:00.005+07:00</published><updated>2008-03-18T17:06:43.893+07:00</updated><title type='text'>The Eye of the Designer</title><content type='html'>Saya baru saja dari meja rekan saya di bagian desainer. Ada satu foto narasumber yang dikerjakannya untuk dimuat di majalah tempat saya bekerja. Dengan sigap dan tangkas, si teman membenahi foto: pangkal lengan dan bagian perut yang terlihat tidak proporsional "diatur" sedemikian rata hingga menarik dipandang. Teman saya bukan dokter plastik, tapi boleh dibilang dia sanggup membuat siapapun tampil menarik di dalam frame. Itulah kenapa sebaiknya kita jangan percaya bulat-bulat "isi" majalah pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hanya ingin melihat apa yang ingin kita lihat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-2111239340829263729?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/2111239340829263729/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=2111239340829263729&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/2111239340829263729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/2111239340829263729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2008/03/eye-of-designer.html' title='The Eye of the Designer'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-5176917009166133704</id><published>2008-03-04T10:16:00.000+07:00</published><updated>2008-03-04T10:24:10.127+07:00</updated><title type='text'>Mulai dari Nol</title><content type='html'>Berangkat dari ketiadaan, sesuatu menjadi ada. Seperti yang disentil Malcolm Gladwell dalam Blink, butuh spontanitas untuk mengambil sebuah keputusan penting. Itu yang dilakukannya kemarin. Muncul keberanian mendadak dan dalam sekejap, dirinya berada dalam sebuah lingkungan baru. Suasana baru. Kehidupan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya harus dibiayai dengan ongkos keberanian, ehm lebih tepatnya, kenekadan. Dan, jadilah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-5176917009166133704?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/5176917009166133704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=5176917009166133704&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/5176917009166133704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/5176917009166133704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2008/03/mulai-dari-nol.html' title='Mulai dari Nol'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-9065232936890112412</id><published>2008-02-05T22:12:00.000+07:00</published><updated>2008-02-05T22:15:31.750+07:00</updated><title type='text'>Fact stranger than fiction</title><content type='html'>Tidak seperti dalam film - ketika kamu tahu ending-nya seperti apa sehingga kamu tidak khawatir ketika keadaan berjalan tidak sesuai kehendak karakter utama di tengah cerita - hidup selalu menjebakmu dalam banyak pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;*untuk semua cerita dan kehidupan yang selalu bertolak keinginan.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-9065232936890112412?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/9065232936890112412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=9065232936890112412&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/9065232936890112412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/9065232936890112412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2008/02/fact-stranger-than-fiction.html' title='Fact stranger than fiction'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-7126005237284093550</id><published>2008-02-04T23:49:00.000+07:00</published><updated>2008-02-05T22:08:56.284+07:00</updated><title type='text'>Rindu</title><content type='html'>Dilihatnya sekali lagi bagasi di atas kursi. Lengkap. Tas ranselnya sudah rapi nangkring di atas sana. Tas jinjingnya ditaruh di dekat kaki. Isinya laptop, tapi isi di dalam laptop itu lebih berharga dari laptop itu sendiri. Dia menyimpan banyak kenangan di dalamnya. Dia menyimpan banyak tuangan keluh kesah dan suka gembiranya di dalamnya. Dan, tentu saja, pekerjaannya. Begitu berharganya dia menyimpan tas itu di dekat kakinya. Aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta akan berangkat lima menit lagi. Pukul 21.40, terlambat lima menit dari jadwal keberangkatan semula. Kota Solo sudah tertidur pulas. Di stasiun Balapan sudah tidak ada orang kecuali beberapa gelintir penumpang yang sengaja memilih kereta malam untuk tiba pagi di Jakarta. Sebelum berangkat, dikecupnya dulu Lintang, istri tercintanya, untuk berpamitan. Ini ritual bulanan, setiap sebulan sekali dia pulang ke rumahnya di Solo untuk melepas rindu dengan istrinya. Kenapa tidak mencari pekerjaan di Solo, pernah mertuanya bertanya. Dia ingin menjawab, kenapa tidak Lintang kuboyong saja ke Jakarta. Tapi dia tahu dia tak mungkin menjawab itu, sama tidak mungkinnya dia memboyong Lintang ke Jakarta. Dia cuma tersenyum dan menjawab gaji di Jakarta lebih bisa menghidupi dirinya dan Lintang. Diplomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya pernah bertanya, seperti apa rupa Jakarta. Seumur-umur dia belum pernah ke ibukota, hanya melihat dari televisi. Dia bilang, Jakarta menawarkan banyak kesempatan. Istrinya malah menjawab, Jakarta menyeramkan, ada saja berita orang mati terbunuh setiap hari di televisi. Dia diam saja. Tersenyum simpul. Rupanya istrinya terlalu banyak menonton tayangan kriminal di televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hati-hati," bisik istrinya setiap kali dia berpamitan ke Jakarta.&lt;br /&gt;Suara yang selalu membuatnya merasa tidak ingin ke mana-mana. Dia mengangguk.&lt;br /&gt;Istrinya mengerling manja. Sebulan lagi dia harus menahan rindu kepada suaminya itu.&lt;br /&gt;Dia tahu dan berupaya menenangkan diri. "Aku berangkat ya," ucapnya dengan suara yang ditabah-tabahkan.&lt;br /&gt;Rutinitas bulanan yang terus saja membuatnya kangen.&lt;br /&gt;Kereta masih mengistirahatkan kaki-kaki bundarnya di atas rel stasiun Balapan kota Solo. Dia merogoh sakunya, mengambil ponsel, dan mengirimkan pesan pendek. "Kangen Lintang," tulisnya.&lt;br /&gt;Tak sampai semenit, pesannya berbalas. "Hati-hati di jalan, mas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh istrinya tidak punya kosa kata lain selain mengkhawatirkan keadaannya. Tapi, bukankah cinta itu sungguh ada manakala kamu mengkhawatirkan orang yang kamu cintai?&lt;br /&gt;Dia membalas. "Aku sudah di kereta, sebentar lagi berangkat. Tiba di Gambir jam 7.20."&lt;br /&gt;Dia tahu istrinya sudah tahu itu. Jadwal kereta, kalau tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, selalu tetap. Kalaupun terlambat, biasanya hanya meleset beberapa menit. Inilah rutinitas bulanannya. Setiap bulan polanya akan selalu sama, dia akan berpamitan, dan istrinya akan bilang hati-hati. Tiba di atas kereta, kerinduan langsung menyeruak sanubarinya. Dan, lagi-lagi, istrinya akan bilang hati-hati. Lagi-lagi pula, dia akan memberitahu jam berapa dia akan tiba di Jakarta. Rupanya rutinitas ini tidak pernah membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluit kereta meraung-raung. Kereta akan angkat kaki dari Solo. Kursi di sebelahnya kosong, memang ini bukan musim liburan. Dia duduk di pinggir jendela dan dari balik buramnya jendela kereta, malam sepi di Solo makin temaram. Lima menit kemudian, dia jatuh tertidur sambil memendam rindu di dalam hati. Dia tahu masih ada delapan jam lagi untuk menikmati kerinduan itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-7126005237284093550?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/7126005237284093550/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=7126005237284093550&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/7126005237284093550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/7126005237284093550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2008/02/rindu.html' title='Rindu'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-5506242146056053403</id><published>2008-01-11T14:54:00.000+07:00</published><updated>2008-01-11T15:11:03.226+07:00</updated><title type='text'>Kepada Awan</title><content type='html'>Kepada awan-awan putih bersih yang memenuhi langit cerah hari ini, Kembara melayangkan pesan rindu.&lt;br /&gt;"Aku ingin pulang," bunyinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada awan-awan putih bersih itu, Kembara melampiaskan kekesalannya. Kenapa mereka terbit di langit kota metropolitan, ketika dirinya larut dalam kesibukan-kesibukan yang membuat tubuhnya seperti robot mekanik, dan membangunkan kesadarannya bahwa pernah ada awan-awan putih bersih di langit cerah seperti mereka di atas jalanan antarkota yang lengang dengan hutan-hutan homogen, seperti perkebunan tebu dan karet, di pinggir-pinggirnya.&lt;br /&gt;"Aku ingin pulang," sesalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pula kepada awan-awan putih bersih yang memenuhi langit cerah hari ini, Kembara merindukan hujan. Apa yang ada tidak melupakannya pada yang tiada. Dia tidak pernah puas. Tidak akan pernah puas. Dia ingin membuat segalanya mungkin. Seperti hujan yang persis hadir pada musimnya dan begitu juga kemarau pada musimnya. Kehadiran awan-awan itu menyadarkannya, kenyataan tidak selalu sesuai dengan keinginan. Betapapun tulusnya keinginan itu.&lt;br /&gt;"Aku ingin pulang," keluhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, kepada awan-awan putih bersih itu, Kembara akan berjalan lagi di bawahnya. Mencari tempat yang disebutnya rumah. Menetap. Lalu awan-awan akan selalu muncul kemudian demi mengingatkan kerinduannya untuk pulang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-5506242146056053403?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/5506242146056053403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=5506242146056053403&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/5506242146056053403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/5506242146056053403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2008/01/kepada-awan.html' title='Kepada Awan'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-7682610974476701225</id><published>2008-01-03T12:48:00.000+07:00</published><updated>2008-01-03T13:44:30.697+07:00</updated><title type='text'>Senyum Tahun Baru</title><content type='html'>Dia menganggap tugasnya malam itu sangat penting. Ini malam tahun baru. Pemilik taman hiburan memercayakannya untuk mengeksekusi tugas paling krusial malam itu, yaitu menjadi pemantik kembang api. Tanpa sang pemantik, tak ada kembang api, tak ada pula kemeriahan tahun baru. Tak ada kembang api aneka ragam dan aneka warna. Takkan ada keceriaan. Tugasnya malam itu adalah menuntaskan penantian ribuan pengunjung menjadi senyum mengembang penuh kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, langit yang redup akan disirami semarak cahaya kembang api. Untuk sebentar, orang-orang akan merayakan tahun yang baru. Untuk malam ini, orang-orang akan melihat ke depan. Untuk sebuah tahun baru, orang-orang rela memaafkan nestapa, kemalangan, derita, kegagalan, dan kehilangan hari-hari kemarin. Tapi, dia tidak dapat melupakan kemarin. Dia tidak pernah merencanakan esok. Dia tidak ingin lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima menit menjelang tengah malam. Dia tahu dia harus menjalankan tugasnya dengan baik. Detik demi detik berjalan sangat cepat. Suara berisik pengunjung memenuhi malam. Pengawas mendatangi dan mengingatkannya agar segera sigap memantik kembang api. Pembawa acara mulai mengajak pengunjung menghitung mundur. Tiga... Dua... Satu... Boom!!! Langit berubah cerah dengan kesemarakan kembang api. Ribuan pasang mata mengaguminya dan tak melepas pandangan ke arah langit. Senyum menghias masing-masing wajah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak melihat ke langit. Dia tidak merayakan kembang api yang dipantiknya malam itu. Dia melihat ribuan wajah dengan senyum bahagia. Dan untuk pertama kalinya, dia tersenyum...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-7682610974476701225?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/7682610974476701225/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=7682610974476701225&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/7682610974476701225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/7682610974476701225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2008/01/senyum-tahun-baru.html' title='Senyum Tahun Baru'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-3448065255414864118</id><published>2007-12-12T11:58:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T12:22:42.040+07:00</updated><title type='text'>Lelah</title><content type='html'>Dia merasa lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa minta izin atasannya, dia mengendap-endap membereskan meja, mematikan komputer, dan keluar kantor. Dia pergi ke mal. Terkadang ketika kamu terasing di tengah kerumunan orang, kamu bisa merasakan kedamaian. Saat ini, rutinitas keintiman membuatnya jenuh. Dia ingin tidak dikenali. Dia ingin berada dalam sebuah galaksi mikrokosmos yang mahasepi yang tidak mengharuskannya mengenal lingkungannya sama sekali. Dia ingin apatis. Termasuk terhadap dirinya sendiri. Dia merasa benci berada dalam penjara daging dan tubuh seperti dirinya. Dia ingin melakukan hal-hal yang tak bisa dilakukannya; dia selalu berhenti setiap mencoba sesuatu yang baru karena sadar dengan melakukannya dia justru tidak menjadi dirinya sendiri. Maka, dia pergi ke mal - satu-satunya tempat di kota besar yang bisa menyerupai samudera keterasingan bagi seorang pertapa yang mencari tempat bermeditasi. Berada dalam keramaian - dan terasing di dalamnya - adalah sebuah kebahagiaan baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, ternyata saat ini keramaian tidak banyak membantu. Atmosfir kota membuatnya muak, semuanya tampak artifisial. Dalam tahap tertentu, kamu merasa kamu harus membeli kebahagiaan dengan uang. Kamu harus membayar sebuah perenungan dalam bentuk secangkir kopi di kafe kesukaanmu - dan itu harus dibeli. Kota tempatnya tinggal tidak memberikan banyak ruang untuk duduk dengan bebas selama dan sesering disuka. Kota tempatnya tinggal teramat sangat tamak - membebankan seribu satu macam harga untuk sebuah kebebasan. Dan, saat ini dia muak dengan ketulusan kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampu-lampu merkuri. Orang-orang lalu lalang. Suara-suara penjual menawarkan dagangannya. Suara-suara bus. Asap tebal dari knalpot. Dia menyukai semuanya. Tidak ada interaksi personal yang membuatnya harus merasa peduli dengan semua ini. Ini terminal - orang-orang datang dan pergi. Tak perlu ambil peduli. Dia menyukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spontanitas muncul dalam pikirannya. Dia tidak ingin pulang malam ini. Dia pergi ke terminal bus antarkota. Akan dilihatnya di sana tempat tujuan yang paling menarik perhatiannya dan ke sanalah dia akan pergi. Dan, dia melakukannya. Dia belum tahu kapan akan kembali. Mungkin tidak...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-3448065255414864118?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/3448065255414864118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=3448065255414864118&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/3448065255414864118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/3448065255414864118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/12/lelah.html' title='Lelah'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-572051411714350586</id><published>2007-12-05T11:51:00.000+07:00</published><updated>2007-12-05T12:03:31.683+07:00</updated><title type='text'>Lari ke Bandung</title><content type='html'>Dia selalu merasa Bandung dapat mengembalikan semangatnya setiap kali kepayahan menantang hidup di ibukota. Dia selalu ingin merasakan gerimis Bandung menjelang senja yang dianggapnya bisa mengembalikan semua memori indah waktu singgah kuliah beberapa tahun silam di kota kembang itu. Dia selalu percaya Bandung memiliki magis tertentu untuk membuat orang percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir minggu lalu, dia sengaja mengunjungi Bandung. Ternyata pikirannya benar-benar sedang galau. Semangkuk penuh kuah dituangnya ke dalam menu makan siangnya. Yamin pesanannya pun sekejap menjadi mie baso biasa. Dia sadar ternyata dia tidak menikmati pelariannya ke Bandung, pikirannya dipenuhi orang lain. Satu panggilan seluler pun mujarab mengosongkan pikirannya. Pelarian itu gagal. Di luar, gerimis turun dan tak terlalu lama menjadi lebat...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-572051411714350586?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/572051411714350586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=572051411714350586&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/572051411714350586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/572051411714350586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/12/lari-ke-bandung.html' title='Lari ke Bandung'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-5317939797710206789</id><published>2007-12-03T00:23:00.000+07:00</published><updated>2007-12-03T00:27:18.909+07:00</updated><title type='text'>Grup Neraka</title><content type='html'>Empat hasil drawing terakhir Belanda di turnamen sepakbola besar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Euro 2000 [Belanda-Belgia]&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Belanda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perancis&lt;br /&gt;Ceko&lt;br /&gt;Denmark&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hasil: Lolos hingga semifinal&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Euro 2004 [Portugal]&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Ceko&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Belanda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jerman&lt;br /&gt;Latvia&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hasil: Lolos hingga semifinal&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Piala Dunia 2006 [Jerman]&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Argentina&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Belanda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pantai Gading&lt;br /&gt;Serbia-Montenegro&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hasil: Lolos hingga perdelapan final&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan...&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Euro 2008 [Swiss-Austria]&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Belanda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Italia&lt;br /&gt;Rumania&lt;br /&gt;Perancis&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Marco van Basten tahu apa yang akan dia lakukan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-5317939797710206789?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/5317939797710206789/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=5317939797710206789&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/5317939797710206789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/5317939797710206789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/12/grup-neraka.html' title='Grup Neraka'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-5979216122640063219</id><published>2007-11-23T23:59:00.000+07:00</published><updated>2007-11-24T00:03:59.350+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Laki-Laki Dewasa</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/R0cHwWlt9II/AAAAAAAAABo/FXyfoqeSm2o/s1600-h/superbad.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136082427318236290" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/R0cHwWlt9II/AAAAAAAAABo/FXyfoqeSm2o/s320/superbad.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Apa yang menjadikan seorang laki-laki dewasa? Seks, alkohol, dan narkoba. Itu yang ada dalam pikiran tiga orang anak, Seth (Jonah Hill), Evan (Michael Cera), dan Fogell (Christopher Mintz Plasse), pada tahun terakhir mereka di SMU. Mereka bukan anak gaul di sekolah dan ketika sekolah akan usai dalam hitungan minggu, sepertinya tidak ada tempat yang bisa menerima mereka. Padahal, dalam bayangan mereka, hari-hari terakhir itu harus diisi dengan bersenang-senang dengan gadis incaran masing-masing, Jules (Emma Stone), Becca (Martha MacIsaac), dan Nicola (Aviva).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Titik terang mulai muncul ketika Jules meminta Seth membelikan minuman beralkohol untuk pesta di rumahnya malam itu dengan memanfaatkan Fogell yang baru saja berhasil mendapatkan KTP palsu. Seth tentu tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk tidur bersama Jules. Dia pun membujuk Evan untuk melakukan hal yang sama kepada Becca. Cerita pun mengalir. Tiga sahabat itu memulai perjalanan yang menjelaskan bagaimana rasanya menjadi laki-laki dewasa, seperti misalnya pertemuan dengan dua opsir polisi yang kekanak-kanakan (Bill Hader dan Seth Rogan); terjebak di sebuah pesta dewasa; serta redefinisi tentang hubungan seks, cinta, dan, lebih penting lagi, persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tahta genre komedi Hollywood mulai digenggam Judd Apatow erat-erat. Tahun ini, produser yang pernah sukses dengan &lt;em&gt;40 Years Old Virgin&lt;/em&gt; itu dua kali memuncaki box office dengan &lt;em&gt;Knocked Up&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Superbad&lt;/em&gt; - meski tak dibintangi bintang-bintang terkenal. Resep keberhasilan film-filmnya adalah skrip yang matang, diimbuhi dialog-dialog lincah dan hidup, serta kekompakan tim. Ini buah kreativitas tim kerja khusus Apatow yang banyak mendiskusikan dan menelurkan skrip komedi, baik untuk materi stand-up commedian maupun film [salah satunya Seth Rogen, bintang utama &lt;em&gt;Knocked Up&lt;/em&gt; yang menyusun skenario &lt;em&gt;Superbad&lt;/em&gt;]. Kekuatan naskah kedua film itu pun mampu menyejukkan kekeringan skenario orisinal film-film Hollywood. Keberhasilan tersebut membuat tahun 2007 dan genre komedi harus bertekuk lutut di hadapan Apatow!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;*Review &lt;/em&gt;Superbad&lt;em&gt; (Greg Mottola, 2007)&lt;br /&gt;**Image courtesy of www.michaelcera.com&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-5979216122640063219?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/5979216122640063219/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=5979216122640063219&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/5979216122640063219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/5979216122640063219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/11/menjadi-laki-laki-dewasa.html' title='Menjadi Laki-Laki Dewasa'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/R0cHwWlt9II/AAAAAAAAABo/FXyfoqeSm2o/s72-c/superbad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-579312071982012892</id><published>2007-11-22T23:45:00.000+07:00</published><updated>2007-11-22T23:51:29.982+07:00</updated><title type='text'>Retro Tanpa Konsistensi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/R0WzRGlt9HI/AAAAAAAAABg/KcODPgqL3qg/s1600-h/quickie.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135708056493880434" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/R0WzRGlt9HI/AAAAAAAAABg/KcODPgqL3qg/s320/quickie.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jujur, saya tidak akan menulis review film berikut kalau tidak melihat kegusaran di wajah teman menonton saya sepanjang durasi film. Kami memilih menonton &lt;em&gt;Quickie Express&lt;/em&gt;, film terbaru produksi Kalyana Shira dan karya sutradara Dimas Djayadiningrat; saya karena penasaran dan tak ingin menyia-nyiakan hari perdana rilisinya film pada Kamis ini, sedangkan teman saya mengaku terpancing gaya retro di poster film. Nyatanya, harapan mendapat kepuasan tak kunjung didapat hingga akhir film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kepuasan hanya bisa didapat [dan barangkali memang hanya bisa dimengerti] oleh pembuat filmnya sendiri. Tapi, dibanding teman saya yang langsung memasang muka masam pada lima menit pertama film, saya masih terus mencoba berpikir positif. Jojo (Tora Sudiro) adalah seorang pemuda yang terjebak menjadi gigolo berkedok jasa layanan antar pizza. Seluruh film berkisar pada karakter Jojo yang mengalami dinamika kehidupan sebagai pemuas seks tante-tante kesepian dengan gaya penceritaan ala genre komedi. Skenario film ditulis Joko Anwar dan karakter pengembangan skrip Joko seperti dalam &lt;em&gt;Janji Joni&lt;/em&gt; masih sangat berbekas di sini. Berani jamin, penonton akan langsung nyambung dengan film debut Joko itu sejak detik pertama. Persis, itu tampak dari penggunaan narasi sudut pandang tokoh utama dan pilihan gaya bahasanya. Pada satu sisi, warna khas Joko ini melemahkan gaya penyutradaraan Dimas. Satu scene di diskotek, lengkap dengan musik dan lampu diskonya, seharusnya bisa dioptimalkan Dimas [mengingat dirinya adalah sutradara yang kenyang membesut berbagai klip video musik] untuk memancing atensi dan mengikat emosi penonton ke dalam cerita film. Seandainya saja demikian, paling tidak saya bisa punya bekal menangkis serangan kekecewaan teman saya itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada sisi lain adalah protes teman saya yang mempersoalkan konsistensi setting dengan gaya sinematografi film. Kalau kamu melihat posternya atau trailernya, &lt;em&gt;Quickie Express&lt;/em&gt; menuangkan semangat generasi 1980-an - terlihat dari warna film yang cenderung kekuning-kuningan, fashion karakter-karakter, dan rancangan produksinya. Kali ini, saya terpaksa sepakat dengan si teman. Semangat retro itu tidak konsisten. Dalam banyak scene jelas terlihat Jojo memiliki handphone Samsung, teh celup Sariwangi, taksi berwarna biru sliweran di jalanan, mobil-mobil mewah keluaran terbaru, atau kaleng minuman isotonik Powerade di supermarket. Atas nama konsistensi, fakta tersebut hanya dapat dijelaskan jika mesin waktu memang sudah ditemukan, sehingga barang-barang tersebut sudah muncul pada 1980-an. Untuk menghibur si teman, saya bilang, orang Indonesia memang lebih mengutamakan bungkus ketimbang isi, ya toh?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Ah, kami mungkin berpikir terlalu jauh. Buktinya, nyaris seluruh bioskop tertawa senang dalam banyak adegan konyol, seperti serangan ikan Piranha pada kemaluan Marley, karakter yang dimainkan Amink [tapi, bukankah Piranha hanya menyerang secara berkelompok? hmmm..., saya harus cek buku biologi saya dulu]. Dalam taraf seperti ini, &lt;em&gt;Quickie Express&lt;/em&gt; hanya bisa diterima sebagai film yang menghibur, tanpa terlalu berharap banyak ada kualitas lebih yang muncul dalam film. Dan, lagi-lagi, penonton menjadi obyek penderita karena belum mendapat karya sinema yang mencerahkan nalar [seperti harapan teman saya]. Atau memang karena kita, penonton Indonesia, tidak butuh film macam itu?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;* Review film &lt;/em&gt;Quickie Express&lt;em&gt; (2007)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;**Image courtesy of &lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.kalyanashira.com/"&gt;&lt;em&gt;www.kalyanashira.com&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-579312071982012892?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/579312071982012892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=579312071982012892&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/579312071982012892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/579312071982012892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/11/retro-tanpa-konsistensi.html' title='Retro Tanpa Konsistensi'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/R0WzRGlt9HI/AAAAAAAAABg/KcODPgqL3qg/s72-c/quickie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-3156558198819148688</id><published>2007-11-16T14:15:00.000+07:00</published><updated>2007-11-16T17:42:47.839+07:00</updated><title type='text'>Pamer Kecanggihan, Miskin Emosi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/Rz1zNGlt9GI/AAAAAAAAABY/WHXOBxCCY5k/s1600-h/beowulf.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5133385819216540770" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/Rz1zNGlt9GI/AAAAAAAAABY/WHXOBxCCY5k/s320/beowulf.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sutradara Robert Zemeckis sangat dikenal melalui trilogi &lt;em&gt;Back to the Future&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Forrest Gump&lt;/em&gt;. Dua film itu adalah salah satu yang terbaik di dasawarsa 80 dan 90-an. Memasuki milenium baru, Zemeckis mencoba peruntungannya dengan kembali bermain-main dengan animasi - seperti awal-awal karirnya dahulu lewat &lt;em&gt;Who Framed Roger Rabbit?&lt;/em&gt;. Sempat muncul dengan &lt;em&gt;Polar Express &lt;/em&gt;beberapa tahun silam, pada pengujung 2007 ini Zemeckis hadir mengusung kisah epik &lt;em&gt;Beowulf &lt;/em&gt;dengan teknik animasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya apa yang ada dalam pikiran Zemeckis membesut kisah bersegmen dewasa melalui pendekatan animasi? Homo ludens. Manusia, terutama kaum pria, senang bermain. Hingga kini banyak gim video yang diproduksi dengan target konsumsi pria dewasa. Analogi serupa dipakai Zemeckis - penonton pria masih senang menikmati film yang dibumbui dengan kecanggihan teknologi di sana-sini . Sayangnya, pendekatan itu tak sepenuhnya menghasilkan karya yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat kecanggihan animasi batu kerikil dalam &lt;em&gt;Beowulf&lt;/em&gt;. Lihat pula teknik animasi tiga unsur alam utama dalam film ini: air, api, dan angin (dalam bentuk kabut). Semuanya wah dan mengundang decak kagum! (Ditambah lagi penampilan Angelina Jolie yang "super-berani"). Dalam beberapa adegan, tampilan visualnya sungguh realistis - seperti kemunculan Jolie dari dalam air. Empat jempol untuk &lt;em&gt;Beowulf&lt;/em&gt;! Sayangnya, pada tahap yang sama, teknologi tersebut terlihat belum mampu mengeksplorasi emosi yang dicurahkan mimik wajah manusia. Lihat mimik wajah para karakter utama film ini dalam berbagai adegan - nyaris sama saja! Karakter yang tampil paling manusiawi justru sang monster, Grendel. Itupun sangat terbantu eksplorasi vokal pemerannya, Crispin Glover. Adegan dialog Grendel dengan ibunya dengan sedikit timpaan aksen Skandinavia tak boleh diabaikan begitu saja dan boleh dibilang menyumpal kekurangan emosi film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, secara keseluruhan hampir tidak ada adegan lain dalam cerita film yang mampu menggugah emosi penonton. Beowulf (Ray Winstone) datang untuk menyelematkan kerajaan Hrothgar (Anthony Hopkins) dari ancaman monster jahat Grendel (Crispin Glover). Berkat keberaniannya, Beowulf mampu menumpas Grendel, tapi tindakannya itu harus dituntaskan pula dengan membunuh ibu Grendel (Angelina Jolie). Singkat cerita, tanpa terlalu menguras spoiler film, Beowulf menjadi raja menggantikan Hrothgar. Kejayaan Beowulf di benua Eropa berlangsung hingga berpuluh tahun berselang seekor naga membabi-buta di kerajaannya. Sekali lagi, Beowulf harus turun tangan dan angkat pedang membuktikan nama besar dan kepahlawanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas, menonton &lt;em&gt;Beowulf&lt;/em&gt; rasanya seperti menyaksikan &lt;em&gt;Ugly Betty&lt;/em&gt; dalam versi animasi 3D a la &lt;em&gt;Barbie&lt;/em&gt;. Ugh! Sudahlah! Animasi dan teknik CGI semata-mata diciptakan sebagai efek spesial untuk membantu film-film "nyata" macam trilogi &lt;em&gt;The Lord of the Rings&lt;/em&gt; agar penonton mampu merasakan kedekatan emosi dengan film. Tapi, yang terjadi dalam &lt;em&gt;Beowulf&lt;/em&gt;, hanya semacam pamer kehebohan teknologi belaka. &lt;em&gt;Beowulf&lt;/em&gt; menjelma film miskin emosi yang sebaiknya dihindari penonton penggemar aksi "konvensional" (plus sedikit polesan efek di sana-sini). Sayang sekali...&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;* Review film &lt;/em&gt;Beowulf&lt;em&gt; (2007)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;** Image courtesy of &lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.impawards.com/"&gt;&lt;em&gt;www.impawards.com&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-3156558198819148688?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/3156558198819148688/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=3156558198819148688&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/3156558198819148688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/3156558198819148688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/11/pamer-kecanggihan-miskin-emosi.html' title='Pamer Kecanggihan, Miskin Emosi'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/Rz1zNGlt9GI/AAAAAAAAABY/WHXOBxCCY5k/s72-c/beowulf.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-76632158703716586</id><published>2007-11-09T22:25:00.000+07:00</published><updated>2007-11-09T22:30:58.742+07:00</updated><title type='text'>Perjalanan yang Mendewasakan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/RzR89CRcnoI/AAAAAAAAABI/aCNucv2rnww/s1600-h/stardust.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130863263505751682" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/RzR89CRcnoI/AAAAAAAAABI/aCNucv2rnww/s320/stardust.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Agak mengherankan keputusan distributor lokal memutar &lt;em&gt;Stardust&lt;/em&gt; pada awal November ini. Padahal di AS, film ini menjadi penutup musim panas dan mengumpulkan US$ 9,1 juta pada minggu peluncurannya. Sampai akhir Oktober, &lt;em&gt;Stardust&lt;/em&gt; baru mengumpulkan US$ 38,3 juta di AS saja, masih jauh dari perkiraan bujetnya US$ 65 juta. Tapi kenapa butuh rentang waktu lama untuk memasukkan &lt;em&gt;Stardust&lt;/em&gt; ke Indonesia? Salah satu prediksi yang mencuat yaitu film yang diadaptasi dari novel Neil Gaiman ini "hanya" menjadi karnaval film-film fantasi lain seperti &lt;em&gt;Beowulf&lt;/em&gt; dan logi awal dari &lt;em&gt;His Dark Materials&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;The Magic Compass&lt;/em&gt;. Bila demikian, &lt;em&gt;Stardust&lt;/em&gt; bisa menjadi pemanasan yang baik. Bagi penonton sendiri, kisah &lt;em&gt;Stardust&lt;/em&gt; sanggup menyegarkan dan memudakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada awalnya adalah sebuah bintang jatuh, berwujud gadis bernama Yvaine (Claire Danes), yang menjadi rebutan tiga pihak berbeda. Raja Stormhold yang sedang sekarat melempar batu rubi pusaka kerajaan ke langit hingga menjatuhkan Yvaine dan berwasiat kepada anak-anaknya bahwa yang mampu menguasai batu tersebut, dengan menyingkirkan yang lain, akan menjadi pewaris kerajaan. Seorang nenek sihir, Lamia (Michelle Pfeiffer), menjadi perwakilan saudari-saudarinya untuk mengejar Yvaine, membelah dadanya, dan memakan jantungnya sebagai obat awet muda. Terakhir, seorang pemuda dari desa kecil The Wall, dinamakan karena memang dikelilingi tembok, bernama Tristan (Charlie Cox) yang sedang mabuk kepayang kepada Victoria (Sienna Miller), gadis paling rupawan di desa, dan berjanji membawakan Yvaine untuk membuktikan cintanya. Demi Victoria, Tristan bersedia menempuh perjalanan jauh untuk membawa hadiah istimewa itu seminggu kemudian, tepat pada hari ulang tahun Victoria. Perjalanan panjang itu ternyata mengubah hidup Tristan untuk selamanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Stardust memenuhi semua syarat film fantasi: kerajaan, pangeran, kisah cinta, petualangan, nenek sihir, dan sebagai bonusnya, "bajak udara" - Captain Shakespeare (Robert de Niro). Penampilan kembali Pfeiffer dalam &lt;em&gt;Stardust&lt;/em&gt; setelah sekian tahun puasa bermain film bisa menghapus dahaga penonton karena perannya mendapat porsi sebagai antagonis utama. De Niro, tidak terlalu menjulang, tapi tampil mengejutkan di luar stereotipe peran-perannya selama ini. Untuk tokoh utama, banyak kritikus luar menyebutkan performa Cox dalam debut filmnya patut mendapat acungan jempol. Dalam film, tokoh Tristan mengalami perubahan besar di akhir film dan Cox mampu menjiwai perannya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tidak banyak kisah adaptasi yang juga berhasil diangkat ke layar lebar. Namun, sutradara tidak terkenal Matthew Vaughn mampu menjalankan tugasnya mengarahkan dua aktor-aktris senior serta seorang pendatang baru dan membuat penonton terhibur. Tidak seperti trilogi &lt;em&gt;The Lord of The Rings&lt;/em&gt; yang cenderung gelap, kisah cerita &lt;em&gt;Stardust&lt;/em&gt; ringan, tapi tidak kacangan. &lt;em&gt;Stardust&lt;/em&gt; sangat cocok dijadikan tontonan untuk remaja, apalagi pasangan yang sedang kasmaran, dan tentu saja kaum dewasa tidak dilarang untuk menontonnya barangkali bisa menyegarkan kembali gairah romantisme mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bagaimana tidak menyegarkan dan memudakan? Simak baik-baik sebuah adegan ketika Yvaine menyatakan isi hatinya kepada Tristan. Dialognya menyentuh dan memberikan definisi indah tentang cinta. Dalam adegan pengujung film yang lain, Tristan berada di luar rumah Victoria. Sesuai janjinya, bukti bintang jatuh sudah ada dalam sakunya. Tanda pembuktian diri. Seorang pemuda sudah kembali dari perjalana jauh demi cinta kepada gadis pujaannya. Tapi, hatinya sudah mantap. Bukan cinta yang ditemukannya dalam pencarian, melainkan kedewasaan diri. Kedewasaan seorang laki-laki yang dibutuhkannya untuk menyelamatkan Yvaine, cinta sejatinya, dari cengkeraman si jahat Lamia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;*Review film &lt;em&gt;Stardust&lt;/em&gt; (2007)&lt;br /&gt;**image courtesy of &lt;a href="http://www.impawards.com/"&gt;http://www.impawards.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-76632158703716586?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/76632158703716586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=76632158703716586&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/76632158703716586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/76632158703716586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/11/perjalanan-yang-mendewasakan.html' title='Perjalanan yang Mendewasakan'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/RzR89CRcnoI/AAAAAAAAABI/aCNucv2rnww/s72-c/stardust.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-924409013134241235</id><published>2007-11-07T23:28:00.000+07:00</published><updated>2007-11-08T00:35:47.110+07:00</updated><title type='text'>Representasi Kebijakan Negara Adidaya</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/RzH3CipYCUI/AAAAAAAAABA/0vfIKGk1OKs/s1600-h/lions+for+lambs.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130153073583851842" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/RzH3CipYCUI/AAAAAAAAABA/0vfIKGk1OKs/s320/lions+for+lambs.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dilepas setahun menjelang Pemilu AS, Robert Redford mempresentasikan &lt;em&gt;Lions for Lambs&lt;/em&gt; sebagai cermin kebijakan politik negeri adidaya itu hampir satu dekade terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film diramaikan tiga nama besar Hollywood: Tom Cruise, Meryl Streep, dan Redford sendiri. Peran Cruise tidak seperti dalam beberapa film "komersil"-nya belakangan. Sebagai senator Partai Republik, dia mengundang seorang jurnalis televisi - tetap diperankan penuh kelas seorang Streep - untuk sebuah wawancara eksklusif tentang strategi militer terbaru AS di Afganistan yang dirintisnya. Di tengah wawancara, operasi militer tersebut dijalankan di negara konflik itu. Pada saat yang sama pula, seorang profesor politik - Redford - memanggil mahasiswanya yang sering bolos kuliah. Melalui setting tiga tempat ini, penonton digiring menuju pokok pikiran film. Dan, persis seperti perannya dalam film, Redford mampu mementor penonton &lt;em&gt;silent majority&lt;/em&gt; untuk menggunakan hak suaranya dalam Pemilu demi menentukan arah pemerintahan negara. Ungkapan "lions for lambs" sendiri muncul dari Perang Dunia I ketika Jerman mengagumi keberanian tentara Inggris sekaligus menertawakan para perwira dan pemimpin mereka yang mengakibatkan kematian ratusan ribu tentaranya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebabkan temanya inilah, film akan mengikat emosi segmen pemirsa AS, tapi tersekat di tenggorokan penonton Indonesia. Beberapa penonton mungkin akan merasa tertipu dengan hadirnya nama-nama besar dalam film, sebagian lagi merasa menyesal tidak pernah langganan surat kabar, tapi film masih tetap enak dinikmati, meski secuil saja. Apabila terlalu jengah dengan isu politik yang ditawarkan &lt;em&gt;Lions&lt;/em&gt;, mungkin ada baiknya kembali ke tema-tema lebih ringan, seperti film-film horor nasional yang terus memenuhi layar bioskop kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Review film &lt;em&gt;Lions for Lambs&lt;/em&gt; (2007)&lt;br /&gt;**Image courtesy of &lt;a href="http://www.ioncinema.com/"&gt;www.ioncinema.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-924409013134241235?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/924409013134241235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=924409013134241235&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/924409013134241235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/924409013134241235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/11/representasi-kebijakan-negara-adidaya.html' title='Representasi Kebijakan Negara Adidaya'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/RzH3CipYCUI/AAAAAAAAABA/0vfIKGk1OKs/s72-c/lions+for+lambs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-2490720534179216373</id><published>2007-11-02T14:21:00.001+07:00</published><updated>2007-11-02T14:29:42.079+07:00</updated><title type='text'>Forrest dan Jenny</title><content type='html'>Kutipan paling diingat dalam &lt;em&gt;Forrest Gump&lt;/em&gt; (1995) adalah nasihat ibu Forrest, "Hidup itu seperti sekotak cokelat...," kepada anak tunggalnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ada pertanyaan mengusik dalam film, "Kenapa setiap kali bertemu, Forrest selalu berpisah dengan Jenny?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa versi jawaban akan muncul. Saya akan bilang, "Supaya Forrest terus mencari..." Dan, toh, yang ditemukan Forrest selalu Jenny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencarian dan pertemuan - sepasang keindahan dalam hidup yang sangat absurd ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-2490720534179216373?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/2490720534179216373/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=2490720534179216373&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/2490720534179216373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/2490720534179216373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/11/forrest-dan-jenny.html' title='Forrest dan Jenny'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-2339480491696676917</id><published>2007-10-30T23:40:00.000+07:00</published><updated>2007-10-30T23:41:28.106+07:00</updated><title type='text'>Hari Istimewa</title><content type='html'>Hanya ada satu hari bagi seseorang untuk merasa sangat istimewa dalam setahun. Buat saya sendiri, hari istimewa itu hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi pagi, saya disambut dengan sebuah pesan untuk menikmati hari, untuk menikmati waktu yang ada. Saya teringat dengan sebuah kutipan favorit saya dari Kitab Suci: "Demi waktu / Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian / Kecuali mereka yang beramal soleh / Dan mereka yang berada di jalan yang benar / Dan mereka yang sabar". Saya terkesan. Tanpa pernah kita sadari, waktu terus berjalan. Pernahkah kamu betul-betul memerhatikan putaran jarum jam? Kalau disebandingkan dengan putaran roda, jam sesungguhnya bergerak mundur. Alih-alih "waktu terus berjalan", sesungguhnya "waktu beranjak habis". Ah, tak perlu panjang lebar lagi saya sampaikan khutbah soal waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan lain tak kalah menarik. Dia menganalogikan hidup itu bak sebuah perjalanan. Dan, makin saya mengenalnya lebih lama, dia selalu menganggap demikian. Dia optimis. Dia bilang, sebuah perjalanan akan menemukan tujuannya. Dia mewanti-wanti, demi menemukan tujuan itu, seringkali kita berupaya menyiasati waktu. Ah, lagi-lagi soal waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke mana saya menuju? Apakah saya di ambang persimpangan? Atau malah saya telah salah memilih arah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bilang, meski pelan-pelan kesendirian membunuh, saya memilih menempuh perjalanan itu dengan diri sendiri. Tapi, pesan yang lain bilang, "but sometimes it's good to have someone for a change". Pesan yang tak terduga. Saya terkesiap dan tak pernah siap mendengar itu darinya. Sungguh berarti, karena dia berhasil menghembuskan nafas segar bagi hidup saya yang baru nan absurd ini. Saya berharap dia selalu baik-baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan-pesan lain bermunculan. Beberapa bertanya harapan saya ke depan. Saya hanya bisa bilang, saya berharap untuk memiliki lebih sedikit harapan. Makin besar harapanmu, makin berat penderitaanmu. Kenapa tidak menjadikan hidup jauh lebih sederhana dengan berharap apa adanya dan menjalaninya saja dengan penuh keikhlasan serta segenap kekuatan?&lt;br /&gt;Saya baru pulang mendekati tengah malam - persis sebelum menulis tulisan ini. Gerimis turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rintik-rintik airnya membuat jalan yang kering menjadi basah berbintik-bintik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan.&lt;br /&gt;Jalanan.&lt;br /&gt;Lampu merkuri temaram.&lt;br /&gt;Lilin kecil padam.&lt;br /&gt;Usia muda menghilang.&lt;br /&gt;Saya pulang.&lt;br /&gt;Ke rumah,&lt;br /&gt;ke rumah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, selamat ulang tahun manusia platonis... Setahun ke depan akan menjadi perjalanan baru yang lain lagi!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-2339480491696676917?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/2339480491696676917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=2339480491696676917&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/2339480491696676917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/2339480491696676917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/10/hari-istimewa.html' title='Hari Istimewa'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-3229659631899783870</id><published>2007-10-29T22:27:00.000+07:00</published><updated>2007-10-29T22:29:17.322+07:00</updated><title type='text'>Pesan Sebotol Anggur Tua</title><content type='html'>Dalam penat debu penantian dan gelap yang pekat,&lt;br /&gt;sebotol anggur tua itu terus berbisik,&lt;br /&gt;"Nikmatilah hari ini...&lt;br /&gt;...nikmatilah hari ini..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap detik&lt;br /&gt;setiap hari&lt;br /&gt;setiap tahun&lt;br /&gt;Tak pernah henti&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-3229659631899783870?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/3229659631899783870/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=3229659631899783870&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/3229659631899783870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/3229659631899783870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/10/pesan-sebotol-anggur-tua.html' title='Pesan Sebotol Anggur Tua'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-8179423898889711082</id><published>2007-10-27T22:06:00.000+07:00</published><updated>2007-10-27T22:07:51.234+07:00</updated><title type='text'>Dari Pesta Blogger 2007</title><content type='html'>Siang tadi, saya menjadi seorang asing di antara kerumunan blogger nusantara. Tajuknya mentereng: Pesta Blogger 2007. Lima ratusan peserta meramaikan acara. Ada yang jauh-jauh datang dari Poso dan tidak malu mengakui sudah kehabisan ongkos demi menghadiri silaturahmi akbar pertama antar-blogger nusantara di Blitz Megaplex, Jakarta. Bioskop di kawasan sentral Jakarta itu menjadi tempat pertemuan para penggiat yang baru bertatap muka setelah lama saling mengenal lewat jagad maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak Menteri Komunikasi dan Informatika yang dikabarkan tidak dapat menghadiri, mendadak meluangkan waktunya mampir di acara dan saking tidak sanggup menyembunyikan ketakjubannya sampai-sampai mengukuhkan hari ini sebagai Hari Blogger Nasional - bukan kebetulan kalau keesokan hari adalah Hari Sumpah Pemuda. Pak Menteri tidak salah duga, mayoritas peserta - blogger - adalah anak-anak muda. Agen-agen perubahan yang menyuarakan "suara baru Indonesia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara belum menunjukkan wajah blogger nusantara seutuhnya. Lima ratus baru sepersekian persen dari kira-kira 130 ribuan blogger yang memenuhi jagad maya. Sungguh angka yang kecil sekaligus menjanjikan peluang besar untuk mengembangkan potensi media baru dalam teknologi komunikasi mutakhir. Blog, seperti yang saya rajin tulis ini, adalah media wadah opini pribadi tanpa batas - betapa superior dan chaotic - yang mendadak sangat berpengaruh hingga merambah wacana publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog saya ini tidaklah mengarah menuju sebuah agen perubahan, alih-alih mempengaruhi wacana publik. Kalau boleh ikut bersuara, tujuan awal saya menulis blog hanyalah agar orang bisa mengenal saya apa adanya. Itu saja. Apapun, selamat hari jadi Blogger Nasional!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-8179423898889711082?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/8179423898889711082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=8179423898889711082&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/8179423898889711082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/8179423898889711082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/10/dari-pesta-blogger-2007.html' title='Dari Pesta Blogger 2007'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-7402819107256164519</id><published>2007-10-26T21:52:00.000+07:00</published><updated>2007-10-26T21:55:13.525+07:00</updated><title type='text'>Lebaran, Awal yang Baru</title><content type='html'>Coba lihat tanggal postingan sebelum ini. Lagi-lagi saya mengulangi kebiasaan buruk - membiarkan ide-ide dan materi tulisan mengendap di dalam kepala lantas menyerahkannya kepada kemalasan. Mana akan muncul? Dan, di sinilah saya, sekadar mengisi kekosongan blog sebulan lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minal aidin walfaizin.&lt;br /&gt;[Saya baru diingatkan lagi oleh khotib solat Jumat tadi siang kalau artinya semoga terlimpah anugerah dan kemuliaan pada hari Ied (dan dijawab, "taqobalallahu minna wa minkum taqabal yaa kariim" - kurang lebih artinya semoga amal ibadahmu pun diterima di sisi Sang Maha Pemurah) - alih-alih kalimat generik yang selalu dipersepsi sebagai arti ucapan selamat Lebaran itu, "mohon maaf lahir batin"]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski terlambat, izinkan saya menghaturkannya kepada segenap teman-teman sekalian genap dengan ketulusan dan keikhlasan niat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menempuh perjalanan mudik Lebaran kemarin. Sepuluh hari saya kembali ke kota tempat saya dibesarkan. Saya menghabiskannya dengan berwisata kuliner. Tidak hanya murah, tapi cita rasa masakan di sana sangat mengingatkan saya pada masa lalu. Sialnya, perjalanan nostalgia ini agak dirusak oleh pertanyaan futuristik. Tepat sekali, pertanyaan tersebut dimulai dengan "kapan" (bisa ditebak kan?). Seolah-olah hidup saya ini sudah didesak oleh waktu. Saya selalu menganggap ini masalah pribadi dan tidak pernah menganggap terlalu serius pertanyaan orang-orang (demi menghapus kesan tidak laku-laku... halah...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ehem! Baiklah, berangkat dari semangat Lebaran, kita kembali ke awal. Di kantor, katanya perlu ada semangat baru untuk sesuatu yang baru. Pada saat yang sama, awal baru bermula dari sebuah akhir. Sisifus mungkin ingin menyumbangkan nasihatnya, tapi biar saya simpan saja sendiri. Belum ada kepastian, masih ancang-ancang. Padahal kita sudah lama diam dan banyak hal di sekitar kita yang berlari lebih kencang. Kali ini saya yang ingin melontarkan pertanyaan, "kenapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah, ayo bergerak dan berubah! Diam kau kemalasan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-7402819107256164519?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/7402819107256164519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=7402819107256164519&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/7402819107256164519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/7402819107256164519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/10/lebaran-awal-yang-baru.html' title='Lebaran, Awal yang Baru'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-2435324585044685766</id><published>2007-09-21T23:45:00.000+07:00</published><updated>2007-09-21T23:58:05.720+07:00</updated><title type='text'>Komedi yang Bertanggung Jawab</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/RvP30YdIkfI/AAAAAAAAAA4/cYfkPSBIyFg/s1600-h/knocked+up.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112702481285550578" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/RvP30YdIkfI/AAAAAAAAAA4/cYfkPSBIyFg/s320/knocked+up.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pasca-kesuksesan American Pie, wacana film remaja Hollywood diwarnai dengan pesta, pesta, dan pesta. Agaknya bunyi pesan utamanya seperti ini, eksploitasi semua kegilaanmu selagi masih muda! Bagi penonton di luar segmen itu, sepertinya sulit mencari film yang enak dicerna (sesuai usia, ehem!). Mengeluhlah sampai kamu menemukan judul Knocked Up di dalam rak rental langgananmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Judd Apatow. Sutradara film yang merintis karir sebagai penulis naskah dan stand-up commedian ini adalah otak di balik kesuksesan Knocked Up yang mampu mengeruk lebih dari US$140 juta hingga akhir musim panas lalu! Selama beberapa minggu, film ini menyempil di antara film-film berbujet besar dalam daftar box office AS. Sayangnya, di Indonesia nama mantan rekan sekamar Adam Sandler itu sama tak terdengarnya dengan catatan portofolio-nya. Apatow antara lain pernah membesut 40 Years-Old Virgin dan Talladega Nights. Judul pertama menjadi sleeper hit saat dirilis pada 2005 lalu dengan raihan di atas US$ 100 juta. Awal musim gugur ini, dia kembali merilis karya terbarunya, Superbad. Yep, judul-judul tersebut tidak pernah tayang di layar bioskop tanah air (entahlah kalau mereka berubah pikiran melihat kesuksesan Superbad). Meski begitu, berbeda dari karya-karya sebelumnya yang sekadar menjual lelucon belaka, Knocked Up adalah karyanya yang tampil lebih berbobot dan sekaligus menjadikannya sangat istimewa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tema film sederhana saja. Meski masih kental dibalut dialog kocak (dan vulgar) dan bergenre komedi, premisnya berkebalikan dengan film-film remaja: tentang "tanggung jawab" (namanya juga film dewasa kan..., ehem!). Ben bertemu Alison di sebuah kelab malam, pertemuan itu berujung hubungan intim keduanya. Tiga bulan setelah itu, sadar dirinya berbadan dua, Alison menemui Ben dan memberi tahu keadaannya. Bukan perkara mudah, karena Ben adalah pemuda pengangguran yang tinggal bersama empat orang temannya dan menghabiskan waktu dengan menghitung durasi adegan bugil aktris terkenal untuk di-upload dalam laman yang mereka kelola. Alison sendiri adalah perempuan mapan yang baru saja mendapat promosi menjadi presenter di tempatnya bekerja, stasiun TV "E!". Lewat berbagai pertimbangan, mereka memutuskan untuk mempertahankan jabang bayi - alih-alih aborsi - dan segera setelah itu, dengan segenap perbedaan yang mereka miliki dan tetek-bengek seputar kehamilan, mereka sadar butuh sekadar perasaan cinta untuk menjalani sebuah hubungan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Selain dialog lincah dan plot yang lancar mengalir, kekuatan film terletak pada chemistry kedua pemain utamanya, Seth Rogan dan Katherine Heigl. Penampilan keduanya ditunjang Leslie Mann, berperan menjadi Debbie, kakak Allison, yang sudah beranak dua dan sedang tidak harmonis dengan suaminya Pete, diperankan Paul Rudd. Pesan utama Apatow dalam Knocked Up adalah bukan cinta yang membuat hidup seolah berjalan di luar jalur, melainkan tanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Generalisasi yang mungkin dianggap menjadi kekurangan film ini tidak mengganggu kesan istimewa Knocked Up. Sebagai sebuah film yang tak diperhitungkan, semestinya Knocked Up adalah salah satu yang terbaik dari tahun lalu! Bagi Apatow sendiri, kesuksesan Knocked Up - dan Superbad serta portofolio panjangnya di Hollywood - membuatnya makin mantap mengorbit di puncak popularitas. [*]&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;*Review film Knocked Up (2007)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;**Image courtesy of &lt;a href="http://www.movieweb.com/"&gt;http://www.movieweb.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-2435324585044685766?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/2435324585044685766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=2435324585044685766&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/2435324585044685766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/2435324585044685766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/09/komedi-yang-bertanggung-jawab.html' title='Komedi yang Bertanggung Jawab'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/RvP30YdIkfI/AAAAAAAAAA4/cYfkPSBIyFg/s72-c/knocked+up.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-5526272981579831158</id><published>2007-09-18T16:11:00.000+07:00</published><updated>2007-09-18T16:17:15.924+07:00</updated><title type='text'>Ingatkah Kamu?</title><content type='html'>Phil Collins dititipkan Tuhan suara emas yang sangat khas. Suara-suaranya ajaib dan nyaman didengar saat senang ataupun sedih. Dia dapat menghibur hati yang sedih dan menyejukkan hati yang gembira. Salah satu lagu, Do You Remember, baru saya kenal dua tahun belakangan. Perkenalan saya dengan lagu ini adalah di atas omprengan – dari dan ke Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liriknya seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;We never talked about it&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;But I hear the blame was mine&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I'd call you up to say I'm sorry&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;But I wouldn't want to waste your time&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;'Cos I love you, but I can't take any more&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;There's a look I can't describe in your eyes&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;If we could try like we tried before&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Would you kept on telling me those lies?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tell me do you remember...?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;There seemed no way to make up&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;'Cos it seemed your mind was set&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;And the way you looked it told me&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;It's a look I know I'll never forget&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;You could've come over to my side&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;You could've let me know&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;You could've tried to see the distance between us&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;But it seemed too far for you to go&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tell me do you remember...?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Through all of my life&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;In spite of all the pain&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;You know people are funny sometimes'cos they just can't wait&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;To get hurt again&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tell me do you remember...?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;There are things we won't recall&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Feelings we'll never find&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;It's taken so long to see it&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Cos we never seemed to have the time&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;There was always something more important to do&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;More important to say&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;But "I love you" wasn't one of those things&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;And now it's too late&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tell me do you remember...?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liriknya kurang lebih bercerita tentang dua orang mantan kekasih yang sudah lama hidup terpisah. Di satu pihak, perasaan itu tetap ada dan terus dipelihara. Namun, dia tidak lagi dapat menjangkau mantan kekasihnya. Entah apa yang salah, entah kenapa kesalahan iu terus berulang-ulang, tapi dia bertanya, dan menyesalkan, kenapa hal itu tidak pernah mereka bicarakan… Kini, semua sudah berlalu. Apa yang tersisa baginya hanyalah semua kenangan indah. Tidak lebih. Apakah mantan kekasihnya juga mengingat seindah yang diingatnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di telinga saya, lagu ini selalu bekisah tentang harapan yang tak berujung. Bahwa kehidupan adalah sebuah siklus, sekali waktu kamu bertemu seseorang dan kemudian harus berpisah dengannya, tapi setelah itu kamu bertemu dengan orang lain…dan mungkin untuk berpisah lagi. Kondisinya akan berubah, begitu juga pembelajaranmu, tapi harapan selalu sama. Apakah dia akan selalu berada di situ? Akankah dia selalu ingat pada kita? Tak perlu dijawab, kecuali kelak kamu ingin membicarakannya sekali lagi dengan orang itu…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-5526272981579831158?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/5526272981579831158/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=5526272981579831158&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/5526272981579831158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/5526272981579831158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/09/ingatkah-kamu_18.html' title='Ingatkah Kamu?'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-5876160841842929863</id><published>2007-09-14T16:55:00.000+07:00</published><updated>2007-09-14T17:03:40.713+07:00</updated><title type='text'>Ramadhan, Sebuah Festival</title><content type='html'>Dia datang lagi! Marhaban ya Ramadhan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama sebulan penuh ke depan masyarakat muslim Indonesia akan menjalani ibadah puasa. Seperti tidak ada yang berubah. Dari tahun ke tahun, Ramadhan tetap saja Ramadhan. Tadi pagi saya membaca sebuah artikel di Kompas tentang pasar kaget di Benhil, Jakarta. Saya yakin banyak pasar sejenis di berbagai daerah lain di Indonesia yang menggelar dagangannya hanya saat puasa tiba. Di harian yang sama, terdapat pula berita bahwa beberapa jalur tiket kereta mudik Lebaran nanti sudah habis dipesan. Bayangkan, itu masih sebulan lagi! Lebih mengagumkan lagi, kalau ternyata dari tahun ke tahun isu seputar Lebaran realtif tak ada yang berubah: harga naik, arus mudik, tayangan televisi yang seragam, Liga Indonesia libur, musim belanja dan diskon, karyawan dapat THR, sampai dijadikannya puasa sebagai alasan kontra-produktivitas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari hal tersebut, bagi saya pribadi Ramadhan adalah jembatan spiritual menuju keadaan yang lebih baik. Sekarang, sudahkah saya lebih baik dari Ramadhan tahun kemarin?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-5876160841842929863?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/5876160841842929863/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=5876160841842929863&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/5876160841842929863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/5876160841842929863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/09/ramadhan-sebuah-festival.html' title='Ramadhan, Sebuah Festival'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-6736409503232537580</id><published>2007-09-05T20:04:00.000+07:00</published><updated>2007-09-05T20:33:58.639+07:00</updated><title type='text'>Plaza Semanggi</title><content type='html'>Seyogyanya pihak pengelola Plaza Semanggi akan sangat senang dengan tulisan saya ini yang secara langsung-tidak langsung menjual citra pusat perbelanjaan yang terletak di salah satu perempatan tersibuk di ibukota itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama saya ingin menulis tentang tempat ini. Tidak bisa tidak, saya selalu mampir ke sini paling sedikit tiga kali dalam seminggu. Tadi sore, saya mampir di sana. Sebelum hari ini, Senin petang kemarin saya juga bertemu seorang teman di sana. Sebelum Senin, Jumat saya mengunjunginya pula. Wah, kalau masuk ke sana ada kartu anggotanya, pasti milik saya sudah gonta-ganti sekian kali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh dibilang kunjungan ini terlalu sering. Tapi, tidak bisa dihindari lagi. Kira-kira dua tahun lalu, ketika plaza baru dibuka, saya tak terlalu antusias. Ketika masih berkantor di bilangan Karet, Sudirman - plaza masih dibangun - teman kantor meramalkan setelah jadi plaza itu akan makin menambah kemacetan di bilangan Semanggi. Saya pun enggan mendatanginya. Sekira akhir 2005, ada kejutan berarti. Gramedia dibuka di sana! Saya sudah berkantor di Kuningan. Saya bilang, wah, niscaya makin sering saja saya ke sana. Benar saja. Paling tidak sekali seminggu, saya mengunjungi plaza. Kala Jumat petang atau usai liputan di jam-jam tanggung, saya menyempatkan diri ke sana. Kadang sendirian saja, kadang untuk bertemu teman-teman lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seingat saya, dulu tidak terlalu sering ke sana. Beberapa bulan terakhir, pola itu berubah. Saya makin sering ke sana. Meski tidak ada perubahan di rak-rak buku Gramedia atau film baru di bioskop 21, kalau sedang tidak ingin pulang cepat, saya hinggap di plaza. Beberapa kali untuk bertemu teman, karena memang posisinya pas di titik pertemuan ke beberapa wilayah ibukota. Pihak pengelola menjual diri dengan slogan, The Best Meeting Point. Tidak salah. Namun, lebih sering saya ke sana sendirian saja. Berkali-kali dengan agak tebal muka, saya datang ke loket bioskop untuk memesan satu tiket. Hanya satu. Selalu satu. Saya sampai membayangkan, suatu ketika, saking seringnya saya nonton sendirian, penjaga loketnya menegur, "Kapan pesan dua tiket, mas?" Bisa dipastikan, kalau diserang pertanyaan itu, saya akan mengurungkan niat menonton. Sebagus apapun filmnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga sudah punya pola kunjungan. Kalau saya datang dari arah selatan Jakarta dan menumpang angkutan arah ke Sudirman-Thamrin atau naik busway, saya akan turun di jembatan penyeberangan Benhil dan masuk melalui pintu dari depan kampus Universitas Atmajaya. Bisa saja saya mampir di butik atm persis di depan kafe Oh La La bila kantong sedang kosong. Saya masuk melalui pintu di sebelah Cavana dan belok ke kanan menuju Gramedia. Kalau tidak diburu jamain film di 21, saya menyempatkan diri mampir di Gramedia. Setelah itu naik ke atas melalui eskalator depan Gramedia dan muncul di area fashion perempuan Centro. Saya ambil arah ke kiri, naik eskalator dan muncul di area fashion pria - masih di Centro. Biasanya saya cuma window shopping di sini. Saya jarang menyukai warna atau jenis pakaian dengan cepat, sehingga saya tak terlalu betah di situ. Saya keluar dan mengambil jalur yang tidak terlalu ramai yaitu dengan naik eskalator persis di depan Centro sampai ke lantai foodcourt. Bisa juga sekalian ke atas untuk membeli tiket bioskop dan atau sholat di mushola yang ada di pelataran parkir plaza. Aktivitas saya paling lama adalah di foodcourt. Kalau bertemu dengan teman, kami akan membetah-betahkan diri sampai diusir dengan halus oleh para pelayan di sana. Nah, pola ini sama saja kalau saya datang dari arah Kuningan-Gatot Subroto. Saya turun di jembatan Komdak dan masuk melalui pintu Gedung Veteran. Setelah melewati pos pemeriksaan barang bawaan, saya belok ke kiri masuk ke area fashion perempuan Centro yang tadi. Urutan selanjutnya sama saja dengan yang saya sebutkan tadi, tergantung kebutuhan apakah saya ke bawah dulu (biasanya ke ATM) atau langsung ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baru akan pulang mendekati pukul sepuluh malam. Sampai bus terakhir dari Blok M datang. Lalu lintas ibukota sangat menyenangkan pada waktu seperti itu, tapi jangan harap terjadi pada Jumat malam. Jalan tol pun biasanya masih dipadati kendaraan. Saya akan sampai di rumah tidak lebih dari sejam kemudian, bisa 30 menit saja kalau benar-benar lancar - seperti pada Minggu malam, misalnya. Tiba di rumah, badan sudah penat, dan sambil menunggu bak kamar mandi dipenuhi air, saya berpikiran, 'Saya harus temukan tempat selain Plaza Semanggi!' Tak pernah berhasil. Dua-tiga hari kemudian, kamu pasti menemui saya di Plaza Semanggi lagi...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-6736409503232537580?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/6736409503232537580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=6736409503232537580&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/6736409503232537580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/6736409503232537580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/09/plaza-semanggi.html' title='Plaza Semanggi'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-9133019259722945831</id><published>2007-08-30T23:08:00.000+07:00</published><updated>2007-08-30T23:09:49.275+07:00</updated><title type='text'>Kembara</title><content type='html'>&lt;em&gt;Untuk: Kembara.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Apa lagi yang kamu tunggu? Melangkah sekarang juga!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belakang malam, aku bisa mendengar Sang Absurditas tertawa terbahak-bahak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-9133019259722945831?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/9133019259722945831/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=9133019259722945831&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/9133019259722945831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/9133019259722945831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/08/kembara.html' title='Kembara'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-8918868548913929732</id><published>2007-08-28T01:35:00.000+07:00</published><updated>2007-08-28T01:49:12.212+07:00</updated><title type='text'>Getirnya Menjadi Single</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/RtMccGMNCNI/AAAAAAAAAAw/WxXEc9Z94dE/s1600-h/broken+english.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103454071764617426" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/RtMccGMNCNI/AAAAAAAAAAw/WxXEc9Z94dE/s320/broken+english.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Akan muncul begitu banyak pertanyaan yang bisa memberi gambaran tentang masalah seorang perempuan. Dalam Broken English, salah satu pertanyaan adalah ketika seorang perempuan sudah berusia di atas 30 tahun dan tetap single.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak aneh kalau mengetahui masalah seperti itu diangkat Hollywood, karena masyarakat Amerika sangat lekat dengan citra kemandirian dan kebebasan. Sepertinya status single tak terlalu menjadi masalah besar, termasuk bagi perempuan di sana. Tapi, persoalan yang dihadapi Nora (Parker Posey) rupanya sama saja dengan persoalan kaum perempuan lainnya di atas dunia: dia tidak juga menemukan orang yang tepat untuk dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film disusun sangat sederhana, tidak terlalu mempersulit diri dengan sub plot atau setting yang macam-macam. Jangan harapkan pula warna-warni ala film-film komedi romantis ala Nora Ephron (You've Got Mail, Sleepless in Seattle), karena Broken English cenderung stagnan dan, di satu sisi, miskin soundtrack yang manis, namun alurnya mampu membuai penonton sampai akhir film. Broken English juga cocok ditonton untuk mereka yang sudah kenyang dengan semua eksploitasi Hollywood tentang kisah pria single. Jauh dari kesan kehidupan serbaliar yang sering dimunculkan dalam film-film sejenis, termasuk serial bersegmen kelompok gendernya sendiri Sex in the City, Broken English bisa memberikan sudut pandang dari sisi yang berseberangan. Keunggulannya, sutradara Zoe Cassavetes mampu memelihara konsistensi sudut pandang tersebut dengan terus menampilkan sosok karakter utama sepanjang durasi film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mencoba berkenalan dengan beberapa pria, secara tak terduga Nora bertemu pria asal Perancis, Julien (Melvil Poupcud). Mereka menghabiskan akhir pekan bersama dan sepertinya masalah Nora akan terpecahkan. Namun, tanpa bermaksud ingin merusak mood penonton, jawabannya belum. Selamat datang dalam paradoks dunia perempuan, Nora merasa belum cukup yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya butuh keberanian untuk mengubah segala sesuatunya. Di depan teras, Julien duduk menunggu Nora. Sekejap Nora merasa bahagia, tapi Julien lantas memberi tahunya dia harus pulang keesokan harinya. Julien mengajak Nora ikut dengannya ke Paris. Nora merasa gamang, haruskah semua orang meninggalkan dirinya persis ketika dia mulai merasa bahagia? Dia menampik ajakan itu - paradoks kedua dunia perempuan. Julien pun pulang. Hidup Nora terus berjalan, tanpa perubahan. Kegetiran terus menghantui Nora, sampai dia sadar dan memutuskan: dia harus ke Paris menemukan Julien! Terkadang untuk mendapatkan sesuatu kita memang harus menunggu, tapi kita juga harus ingat, pada saat yang sama sebuah tawaran takkan datang dua kali... ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Review film Broken English (2007)&lt;br /&gt;**Image courtesy of &lt;a href="http://www.ioncinema.com/"&gt;http://www.ioncinema.com/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-8918868548913929732?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/8918868548913929732/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=8918868548913929732&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/8918868548913929732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/8918868548913929732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/08/getirnya-menjadi-single.html' title='Getirnya Menjadi Single'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/RtMccGMNCNI/AAAAAAAAAAw/WxXEc9Z94dE/s72-c/broken+english.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-92927354927060096</id><published>2007-08-02T02:09:00.000+07:00</published><updated>2007-08-02T02:11:58.065+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Gol, Sebuah Janji</title><content type='html'>Saya jarang mencetak gol. Terlebih kalau tim saya sedang bertanding dalam kompetisi. Bolehlah kalau dibilang itu masalah posisi saya yang bukan menjadi seorang striker. Biasanya saya bermain menjadi gelandang dan alih-alih mendapat umpan manis, saya harus memberikan umpan kepada rekan setim untuk dijadikan gol. Tapi pernah saya begitu rajin mencetak gol. Tadi saya mencoba mengingat-ingat kembali jumlah golnya. Saya ingat sekali dalam sebuah kompetisi di kampus, saya selalu mencetak gol setiap kali tampil. Kami bermain empat kali waktu itu - hanya sampai perempat final - dan saya sempat mencetak dua gol pada partai kedua. Jadi, hitungannya lima gol dalam empat partai. Catatan yang lumayan. Itu salah satu rekor pribadi yang diam-diam menghiasi "karir sepakbola" saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali waktu, mencetak gol terasa sangat istimewa. Persis pada kompetisi terakhir saya di kampus, tim masuk final. Ini final pertama, sekaligus terakihir, buat saya. Saya bukanlah seorang profesional yang menyeriusi sepakbola sehingga saya sadar seberapa besar makna partai final ini. Meski tak berani membulatkan tekad, saya ingin mencetak gol dalam partai itu. Saat itu kedudukan masih tanpa gol dan kira-kira memasuki 15 menit pertandingan. Ada tendangan bebas dari sayap kanan yang diambil seorang rekan. Tiga atau empat rekan lain sudah menunggu umpan lambung di dalam kotak penalti. Saya mengambil posisi di luar kotak penalti. Kami tidak belajar &lt;em&gt;set-piece&lt;/em&gt; tertentu - hanya mengandalkan insting. Saya berlari ke arah tiang dekat begitu teman itu menendang. Tendangannya tidak melambung tapi melayang rendah setulang kering dan menghantam seorang bek lawan. "Kebetulan" bola pantulan itu jatuh tepat pada jalur lari saya. Tanpa pikir panjang saya menendang bola itu ke arah gawang. Semuanya seperti gerakan lambat. &lt;em&gt;Benar-benar&lt;/em&gt; seperti gerakan lambat. Saya belajar sesuatu, kalau kamu menciptakan sebuah kesempatan, kamu kelak mendapatkan momentumnya. Bola menembus jala gawang lawan. Gol! Tidak ada perayaan berlebihan. Saya ingat pasti, setelah itu saya berlari kembali ke tengah lapangan tanpa sempat terpikir merayakannya bersama teman-teman. Sekilas saya pandangi tribun, lalu saya melihat langit. Rupanya meski tidak pernah bulat, janji saya didengar. Sebelum bertanding, saya ingin memberikan sebuah gol untuk orang yang mengenalkan sepakbola kepada saya, almarhum kakek. Diam-diam, janji itu saya tepati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin sore, dalam taraf yang berbeda, "kebetulan" itu berulang. Tim kantor sedang mengikuti sebuah kompetisi futsal. Ini pertandingan kedua kami dan seluruh anggota tim mengincar kemenangan kedua setelah hari Selasa berhasil menang tipis atas tim lawan. Pertandingan adalah pertandingan, sepakbola adalah sepakbola. Tapi ada sebuah janji kecil yang, lagi-lagi, tidak pernah saya bulatkan. Lawan telah unggul dulu 1-0. Lewat sebuah proses yang tidak begitu istimewa, sebuah peluang tendangan bebas kami di depan gawang membentur bek lawan. Saya mem-&lt;em&gt;pressing&lt;/em&gt; lawan, dia salah mengontrol, dan bolanya mampir di depan saya. Gawang di depan mata dan dengan sebuah tendangan yang tidak terlalu spektakuler, bola terlepas dari tangkapan kiper lawan. Gol! Seperti kejadian dulu, tidak ada perayaan berlebihan. Saya pun tidak sempat terpikir merayakannya bersama teman-teman. Sekilas saya pandangi tribun dan berlari ke tengah lapangan kembali. Sebelum bertanding, saya ingin memberikan sebuah gol untuknya. Diam-diam, satu janji lain saya tepati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan orang bijak itu kepada sang bocah gembala ada benarnya, "Ketika kamu menginginkan sesuatu, alam semesta akan mendukungmu."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-92927354927060096?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/92927354927060096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=92927354927060096&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/92927354927060096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/92927354927060096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/08/sebuah-gol-sebuah-janji.html' title='Sebuah Gol, Sebuah Janji'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-7825735717597606074</id><published>2007-07-26T11:36:00.000+07:00</published><updated>2007-07-26T11:41:29.898+07:00</updated><title type='text'>Mempertanyakan Keyakinan</title><content type='html'>Ketika kamu mempertanyakan keyakinanmu sendiri, selalu ada dua pilihan: emosi atau logika. Dua hal yang sangat sulit dibedakan, apalagi karena kita tak pernah tahu seperti apa masa depan. Saya akan selalu bilang, tidak ada jaminan untuk itu. Tidak ada pilihan yang benar atau yang salah, tapi bagaimana kita menjalani pilihan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, saya bicara dengan orang yang tepat. "Seperti apa 'api dalam perutmu'?" Itu kalimat pertama yang ditanyakannya kepada saya. Setengah jam kami berbicara panjang lebar - tentang cinta. Saya pun tergugah dan menemukan kembali perasaan itu. Persis semalam sebelumnya saya menemukan sebuah tulisan dalam blog ini - yang dibuat setahun lalu. Dan, akhirnya, saya memilih cinta... Sekarang tinggal bagaimana menjalaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;* lihat juga &lt;a href="http://gawehawe.blogspot.com/2006_06_01_archive.html"&gt;"Sepakbolahawe"&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-7825735717597606074?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/7825735717597606074/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=7825735717597606074&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/7825735717597606074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/7825735717597606074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/07/mempertanyakan-keyakinan.html' title='Mempertanyakan Keyakinan'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-8447892727966847007</id><published>2007-07-19T23:52:00.000+07:00</published><updated>2007-07-20T00:16:50.361+07:00</updated><title type='text'>The Exit Strategy</title><content type='html'>Sebelum memasuki ruangan, ketahuilah lebih dahulu jalan keluarnya. Secara naluriah, laki-laki akan memprogram otaknya untuk merekam denah ruangan yang ditempati dan memproyeksikan jalur keluar kalau terjadi situasi darurat. Tidak mengherankan apabila laki-laki akan memilih posisi tidur yang lebih dekat ke pintu dan akan lebih cepat terbangun bila mendengar suara mencurigakan. Semuanya sisa kemampuan otak primitif manusia sejak masih hidup di gua. Ini semua menurut pasutri Allan dan Barbara Pease.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, apa yang akan kamu lakukan dalam situasi darurat? Tidak semua hal terjadi sesuai yang diharapkan. Beraksi, bukan bereaksi. Barangkali itulah yang menjadi kunci John McClane, protagonis kuatrologi Die Hard, selalu mampu mencari jalan keluar untuk setiap masalah yang dihadapinya. Kamu harus selalu mencari jalan keluar untuk masalahmu. Mau tidak mau, masalah tersebut sama primitifnya dengan manusia gua. Siapa memakan siapa. Siapa kuat, dia bertahan. Survival of the fittest. (Darwinisme sosial...?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman memberikan ilustrasi menarik. Dalam sebuah psiko-tes yang diikutinya untuk melamar pekerjaan, dia diajukan sebuah pertanyaan, "Kamu berada dalam bioskop. Mendadak gedungnya kebakaran, apa yang akan kamu lakukan?" Menurutnya, jawaban yang benar adalah, "Tetap bersikap tenang dan mencari jalan keluar gedung." Alih-alih demikian, dia menjawab, "Tergantung filmnya, bagus atau tidak..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan saya sendiri, apa strategi jalan keluar yang saya pilih? Hmmm...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-8447892727966847007?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/8447892727966847007/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=8447892727966847007&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/8447892727966847007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/8447892727966847007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/07/exit-strategy.html' title='The Exit Strategy'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-9044523136245024210</id><published>2007-07-10T22:48:00.000+07:00</published><updated>2007-07-10T23:03:36.337+07:00</updated><title type='text'>Senayan, Hari Ini</title><content type='html'>Beda, euy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu boleh bilang sepakbola Indonesia jauh tertinggal dibanding Eropa. Kamu juga boleh bilang lebih bangga dengan segala atribut asing yang kamu usung: segala Manchester United, Chelsea, Arsenal, Liverpool, Juventus, AC Milan, Inter Milan, Real Madrid, Barcelona itu... Kamu boleh apatis dan melengos kalau ditanya soal sepakbola nasional. Tapi, hari ini kalau kamu ada bersama saya, semuanya terasa beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasionalisme, atau saya sebut saja "Merah-Putih" biar tidak terlalu berat dibaca, adalah sesuatu yang lahir sendiri tanpa diminta. Dia muncul begitu kamu ada di atas dunia ini. Dia adalah identitas yang tidak perlu kamu cari lagi kesana-kemari. Merah-Putih adalah kamu, tanpa dipaksa dan tanpa disuruh orangtuamu. Seorang maniak klub sepakbola ibukota - yang menamakan diri dan teman-teman sekelompoknya sebagai "Garis Keras" - bahkan rela datang menonton ke Senayan dengan berbaju putih hari ini. Tidak sepenuhnya, karena dia mengaku masih menyimpan dosa, "Kaus merah jatah anak-anak nggak gue bagi, biar masih ada oranye di stadion," selorohnya. Begitu dia masuk stadion, dia tahu tidak ada warna lagi selain merah dan putih yang meluruh di satu stadion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman "Garis Keras" itu mengklaim ada lebih dari 30 ribu suporter dari klub idolanya yang datang memenuhi Senayan. Tapi anehnya semua bersorak gembira ketika pemain Kediri, Budi Sudarsono, menceploskan bola ke dalam gawang Bahrain. Senayan gempar. Semua mengacungkan tangan, melonjak-lonjak, dan memeluk siapapun orang di samping mereka - sekalipun tak kenal. Inilah hari di mana ketika ada Merah dan Putih di sini. Ketika anak Maluku Richardo Salampessy bahu membahu dengan putra Betawi Maman Abdurrahman di lini belakang. Ketika semua mengumpat ketika Elie Aiboy - mutiara Papua - dikasari lawan. Ketika semua harapan tertumpah pada satu tujuan: menang! Bukan, malahan lebih penting lagi: membawa kehormatan bangsa! Merah dan Putih yang kamu semua miliki sejak lahir. Tanpa orang lain memintanya, kamu akan otomatis turun membelanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, saya ikut terlonjak gembira melampiaskan emosi ketika bola sodoran Budi Sudarsono berbuah gol. Sekejap saya larut dalam euforia dan butuh beberapa waktu untuk menguasai diri. Saya menoleh ke belakang, menegur rekan kerja yang ikut menonton. "Wartawan kan tetap harus netral," seloroh saya. Kami tahu itu nonsens. Sebab itu tadi, tak usah diminta kamu pun akan tahu harus membela siapa. Otomatis! Dan, untuk kedua kalinya kembali saya melonjak penuh suka ketika bola pantulan tendangan Firman Utina - anak Manado - diteruskan Bambang Pamungkas yang kelahiran Salatiga itu ke dalam gawang tanpa pengawalan. Gol! 2-1! IN-DO-NE-SIA!!! Sorakan penonton makin membahana. Kalau tidak berada di tribun pers, pasti saya pula akan ikut serta paduan suara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini semua bahagia. Kemenangan adalah imbalan yang pantas untuk perjuangan kami, pengusung Merah dan Putih dalam dada, sepanjang 90 menit. Peluit panjang wasit berbunyi menyambut tibanya malam. Pertandingan usai dan kami menang! Lima menit, sepuluh menit... sebagian besar masih berada di bangku masing-masing. Melampiaskan sisa-sisa euforia, mencurahkan kebahagiaan... Sepertinya tidak ada yang ingin pulang malam ini. Sayang, ini bukan partai menentukan seperti final kejuaraan tertentu. Sayang pula, tidak ada budaya merayakan kebahagiaan secara meriah di sini seperti layaknya masyarakat Perancis merayakan kemenangan tim mereka dengan berpawai di Champs d'Elysee. Tidak ada pawai. Tidak ada kembang api. Tapi saya yakin pasti ada kebahagiaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin masih ada kelemahan, ada cacat, ada kekurangan... Tingkah laku penonton tak mencerminkan citra yang baik di mimbar internasional. Masih ada yang melempar botol minuman, ada yang tidak puas lalu memanjat pagar stadion untuk memaksa menonton pertandingan. Tiket masih langka, padahal masih ada celah-celah bangku yang kosong. Tidak jalannya pengaturan nomor bangku. Disiplin dan ketertiban publik masih menjadi mimpi di negeri ini. Begitulah... Tapi, berada di Senayan hari ini dan merasakan sensasi kemenangan langsung dari pucuknya sungguh terasa luar biasa. Dan, semestinya kebahagaiaan ini membawa perubahan... Apapun itu!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-9044523136245024210?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/9044523136245024210/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=9044523136245024210&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/9044523136245024210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/9044523136245024210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/07/beda-euy-kamu-boleh-bilang-sepakbola.html' title='Senayan, Hari Ini'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-6809343087341878048</id><published>2007-06-26T04:04:00.000+07:00</published><updated>2007-06-26T04:05:35.536+07:00</updated><title type='text'>Subuh Membawaku Kembali</title><content type='html'>Subuh membawaku kembali pada kenangan lama - mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ada seorang gadis yang memiliki harapan naif, ingin menjadikan dunianya persis seperti gambarannya sendiri. Dia mati. Peluru Sang Kapten menyadarkannya bahwa tidak ada yang lebih nyata selain mimpi yang mati. Semuanya terlambat. Darah mengucur deras dan denyut jantungnya melemah. Penduduk memandangnya penuh iba, seorang anak menjadi korban kekejaman tentara fasis. "Tidak ada kisah dongeng di kehidupan nyata, Ophelia," sesal pengasuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu iba. Di matanya, dia kembali pada keinginannya: kerajaan ayahnya. Darahnya sudah membebaskan seisi negeri dari kutukan panjang. Ophelia kini hidup bahagia dan tenteram tanpa pernah diganggu segala macam kesedihan lagi. Dia bahkan bisa bilang, "Kisah dongeng itu nyata." Seperti halnya bocah gembala Santiago, Ophelia percaya pada mimpinya. Itu yang membuatnya tetap hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subuh membawaku kembali pada sebuah mimpi - aku ingin menjadi Ophelia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-6809343087341878048?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/6809343087341878048/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=6809343087341878048&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/6809343087341878048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/6809343087341878048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/06/subuh-membawaku-kembali.html' title='Subuh Membawaku Kembali'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-8253633397766269504</id><published>2007-06-24T00:55:00.000+07:00</published><updated>2007-06-24T01:02:07.789+07:00</updated><title type='text'>Tinggal</title><content type='html'>Tubuhnya berlepotan cat. Tapi dia tidak peduli. Minggu depan adalah harga mati kepindahan keluarganya ke rumah baru ini. Inilah hasil perjuangannya bertahun-tahun membanting tulang ke sana ke mari, berpindah-pindah pekerjaan, malam-malam kegelisahan yang panjang, berganti-ganti pengharapan, memperoleh kekecewaan dan kebahagiaan... Dia tahu, bila waktunya tiba, dia harus membangun sesuatu. Dan, dia memilih untuk berkeluarga. Bila waktunya tiba, dia sadar dia memerlukan ketenangan. Dan, dia memilih untuk memiliki rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bau cat semerbak di rumah ini. Renovasi dilakukan untuk mengubah wajah rumah sesuai keinginan dan kebutuhan. Kamar tidur yang sedang dikerjakannya saat ini diwarnai cat merah muda, sesuai permintaan sang anak tercinta. Plafon sudah dibenahi. Instalasi listrik sudah rapi. Dapur sudah siap lengkap dengan ventilasi udara sebagai jalan keluar aroma masakan istri tersayang nantinya. Jet pump baru sudah dibeli dan siap terpasang. Ruang tamu masih melompong, begitupun teras depan. Istrinya sudah punya rencana untuk mengatur letak perabotan di ruang kosong itu. Istrinya juga sudah rajin membeli tabloid perawatan griya untuk memilih-milih mulai dari aksesori sampai ke jenis tanaman yang akan mewarnai rumah sederhana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul setengah lima sore. Matahari senja mulai menyingsing. Dia harus berbenah. Belum ada lampu penerangan di rumah barunya ini. Dia melihat dirinya sendiri. Berantakan sekali. Pakaian kerjanya berlumuran warna-warni di semua sisi. Warna-warni yang mengisi hidupnya. Di matanya terbayang wajah anak dan istri dengan senyum yang mengembang. Dia pun tersenyum. Dia puas dengan renovasi ini. Masih perlu sentuhan akhir di sana sini, tapi sampai sejauh ini dia sudah puas membayangkan bisa memulai mewujudkan mimpinya dari tempat ini. Ponselnya berbunyi. Dari sang istri. Dia mengabarkan akan tiba di kontrakan selepas Maghrib. Dia juga bilang dia menyayangi istrinya dan bahagia saat ini mereka sudah memiliki rumah untuk ditinggali. Istrinya cuma terdiam dan berpesan supaya berhati-hati di jalan. Dia tahu dari nada suara itu, istrinya tidak sabar menunggu barang sepekan lagi untuk mendiami rumah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia membasuh mukanya dengan air bersih. Rasa letih mendera, tapi semuanya setimpal. Dia sudah memiliki rumah! Bahkan seorang lelaki pun akan pulang setelah pergi jauh**. Dan, dia tahu dia takkan pergi ke mana-mana lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;/**Paulo Coelho, Sang Alkemis&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-8253633397766269504?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/8253633397766269504/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=8253633397766269504&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/8253633397766269504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/8253633397766269504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/06/tinggal.html' title='Tinggal'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-6469086677218536983</id><published>2007-06-18T23:19:00.000+07:00</published><updated>2007-06-18T23:21:13.686+07:00</updated><title type='text'>Me and The Wiseman</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;ME&lt;br /&gt;Feel my life without priority currently. Losing direction…&lt;br /&gt;7:24pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THE WISEMAN&lt;br /&gt;Than make one. As simple as that.&lt;br /&gt;7:26pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ME&lt;br /&gt;See none. That’s the problem.&lt;br /&gt;7:30pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THE WISEMAN&lt;br /&gt;U’ve seen a lot. U just hardly make up ur mind.&lt;br /&gt;7:30 pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ME&lt;br /&gt;Need so much courage. Feel not possess enough power.&lt;br /&gt;7:34pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THE WISEMAN&lt;br /&gt;A journey, no matter how hard n far, will always need a first step. After that, only the strongest will can deliver u to the end of it.&lt;br /&gt;7:37pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ME&lt;br /&gt;Thx. I knw u always have an answer.&lt;br /&gt;7:42pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THE WISEMAN&lt;br /&gt;What doesn’t kill u, only makes u stronger. Have a wonderful journey.&lt;br /&gt;7:53pm&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-6469086677218536983?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/6469086677218536983/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=6469086677218536983&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/6469086677218536983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/6469086677218536983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/06/me-and-wiseman.html' title='Me and The Wiseman'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-7209954884309692189</id><published>2007-06-17T14:49:00.000+07:00</published><updated>2007-06-17T15:02:59.048+07:00</updated><title type='text'>Hati-Hati!</title><content type='html'>Saya terlalu naif. Selama ini saya selalu menganggap forum seperti blog pribadi ini bisa menjadi media mengungkapkan semua yang sulit saya terjemahkan secara verbal. Selama ini pula anggapan saya benar, karena tidak ada orang lain yang terganggu dengan apa yang pernah saya tulis. Tapi, semuanya berubah. Posting terakhir saya memantik sebuah masalah. Memang tidak langsung mengganggu saya secara pribadi, tapi ternyata sangat mengganggu orang yang saya tulis. Ugh.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman ini membuktikan tidak semua orang bisa menghargai ekspresi pribadi dan dengan sembrono menggabungkannya ke dalam ruang publik dengan teramat sangat virtual! Saya ingin orang-orang menghargai ruang pribadi saya dan apapun yang pernah saya tulis di sini, seperti yang saya coba lakukan kepada orang lain. Selanjutnya, saya harus mampu menjaga hati sebelum mengisi blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyesalan dan kata maaf saja tidaklah cukup... Tapi saya ingin memohon maaf sepenuh hati kepadanya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-7209954884309692189?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/7209954884309692189/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=7209954884309692189&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/7209954884309692189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/7209954884309692189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/06/hati-hati.html' title='Hati-Hati!'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-5327162759249932581</id><published>2007-05-26T23:22:00.000+07:00</published><updated>2007-05-26T23:25:17.899+07:00</updated><title type='text'>Janji</title><content type='html'>Pada sebuah Rabu sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia duduk di kursi belakang mobil, menatap ke luar jendela, langit sedang mendung dan hujan mulai rintik-rintik. Radio memutar Kissing You dari Des'ree. Lagu soundtrack yang lirih nan syahdu dari film Baz Luhrmann, Romeo+Juliet. Film kesukaannya. Dia ingat pasti lagu ini dimainkan tepat ketika Juliet turun dari tangga pada pesta topeng di rumahnya dan bertemu Romeo. Dibatasi akuarium, mereka saling mencuri pandang. Mereka jatuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menoleh ke belakang, dia asyik dengan dunianya. Bibirnya ikut menyanyikan lirik lagu itu. Ada suatu ketika di mana seorang perempuan memilih untuk larut dalam dunianya sendiri tanpa ingin diganggu orang lain. Dan, saya bisa menangkap kesan itu di matanya. Saya memutar badan kembali ke depan, tak ingin mengusiknya. Tak ada pula yang ingin menyakitinya, begitupun saya... Janji.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-5327162759249932581?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/5327162759249932581/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=5327162759249932581&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/5327162759249932581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/5327162759249932581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/05/janji.html' title='Janji'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-426384968530507583</id><published>2007-05-09T00:47:00.000+07:00</published><updated>2007-05-09T00:50:11.809+07:00</updated><title type='text'>What If...</title><content type='html'>Kemarin lusa, seorang teman mengajukan pertanyaan mendadak.&lt;br /&gt;"Kalau tidak menjadi penulis, elo pengen jadi apa?"&lt;br /&gt;Saya diam sejurus. Tidak sedia mendapat kejutan ini.&lt;br /&gt;"Sebenarnya saat ini pun cita-cita gue jadi penulis masih belum kesampaian. Gue masih berada di jalurnya," jawab saya.&lt;br /&gt;Teman saya itu belum puas. "Belum menjawab pertanyaannya, deh..."&lt;br /&gt;Saya berpikir keras dan merasa benar-benar tidak bisa menjawabnya.&lt;br /&gt;"Tahu nggak, gue selalu bertanya ini ke anak-anak sekolah sepak bola untuk majalah, 'kalau tidak menjadi pesepakbola ingin jadi apa,'" elak saya.&lt;br /&gt;"Semua yang saya tanya tidak tahu jawabannya," sambung saya, "sama kayak gue sekarang ini."&lt;br /&gt;Teman saya itu tetap belum puas. Saya bisa melihat dari air mukanya. Saya merasa terdesak.&lt;br /&gt;"Next question, please..." pungkas saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, seandainya ada kekuatan untuk mengubah keadaan sesuai keinginan kita sendiri...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-426384968530507583?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/426384968530507583/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=426384968530507583&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/426384968530507583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/426384968530507583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/05/what-if.html' title='What If...'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-8810003391666938495</id><published>2007-05-04T00:44:00.000+07:00</published><updated>2007-05-09T00:56:29.918+07:00</updated><title type='text'>Air Mata Sang Jagoan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/RjogwH4Bq6I/AAAAAAAAAAo/vb0TVNnsXU4/s1600-h/sm3_black.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/RjogwH4Bq6I/AAAAAAAAAAo/vb0TVNnsXU4/s320/sm3_black.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5060393142424021922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pesan peresensi adalah, pertama, jangan terlalu percaya diri menonton film ini. Minimal kamu sudah membekali diri dengan menonton dua logi pertama filmnya. Atau teman menontonmu seorang Spidey-mania yang tak pernah ketinggalan kisah sang jagoan dalam segala bentuk: komik, memorabilia, serial kartun, dan sebagainya. Kalau sudah begitu, tidak masalah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, jika kamu berharap akan disajikan film superhero sejuta aksi, siap-siap merasa keki dalam bioskop. Seperti dua logi awalnya, Spiderman 3 kembali menceritakan hal-hal manusiawi lebih dari sekadar kisah superioritas kebaikan atas kejahatan. Dalam logi sebelumnya, Peter Parker harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya tak lagi hanya manusia biasa melainkan juga superhero bernama Spiderman. Dalam logi lanjutannya, sutradara Sam Raimi mencoba menyembuhkan Peter dengan memberikan pengampunan atas semua dendam kesumatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, Spiderman kewalahan. Masalahnya sangat sangat manusiawi. Mulai dari lingkungan terdekatnya; sang sahabat Harry Osborne berupaya membalas dendam kematian ayahnya. Dia menapak tilasi jejak sang ayah, menyediakan diri sebagai bahan eksperimen senjata rahasia militer yang gagal dan berubah menjadi Hobgoblin. Pada saat yang sama, sang kekasih Mary Jane merasa terabaikan. Spidey terlalu sibuk dengan dirinya sendiri dan parahnya lagi ada orang ketiga bernama Gwen Stacy, gadis cerdas rekan sekelas Peter yang juga seorang model. Ancaman juga muncul dari buronan bernama Flint Marko alias Sandman yang terkait erat dengan pembunuhan paman Ben. Di Daily Bugle, fotografer saingan Eddie Brock Jr. siap berebut pekerjaan tetap dengannya. Terakhir, jangan lupakan godaan mematikan symbiote angkasa luar - Venom - yang sukses merasuki Spidey. Sudah terdengar seperti opera sabun tentang superhero?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opera sabun atau bukan, Spiderman 3 sanggup mempertahankan konsistensi cerita. Ragam konflik tersebut dirangkum dalam film berdurasi dua setengah jam. Itu sudah mampu memadatkan cerita adaptasi superhero rekaan Marvel ini. Saking padatnya, bagi penonton awam alur cerita terasa mengalir begitu cepat dan membingungkan. Namun, secara keseluruhan, Spiderman 3 mampu mengakomodasi kebutuhan tensi yang diperlukan semua kalangan penonton - fanatik ataupun awam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu juga jangan khawatir cepat berpisah dengan manusia laba-laba. Raimi sudah berancang-ancang untuk logi berikutnya. Villain berikut akan menjadi jatah Dr.Lizard dan siapa tahu karakter Gwen Stacy yang numpang lewat di sini akan makin berkembang pula. Kehadiran Bryce Dallas Howard bukan sekadar pemanis kan? Apabila hasil box office memuaskan - ditunjang rekor kesuksesan dua seri awal - Spiderman 4 akan menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam film, dipengaruhi dendam kesumatnya akan kematian paman Ben, Peter datang mengadu pada Bibi May. Pelaku sebenarnya sudah "dibereskan" Spiderman, begitu akunya. Reaksi Bibi May di luar dugaan. Sebelum merasa pantas menghukum seseorang, "kamu harus memaafkan dirimu sendiri". Peter pun goyah. Kesadarannya bangkit kembali dan sudah saatnya pengaruh jahat Venom harus ditanggalkan. Dia tiba pada sebuah menara gereja. Niatnya bulat. Dendam harus dihapuskan. Berkat bantuan bunyi lonceng, Venom pun berhasil dilepaskan. Malangnya, dia jatuh kepada pengusung dendam yang lain, Brock Jr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengampunan makin paripurna. Fajar tengah menyingsing, dan di hadapan sang jagoan, Sandman membuat pengakuan dosa. Dia menjelaskan kejadian yang mengakibatkan kematian paman Ben. "Aku tak sedang meminta maaf, tapi aku ingin dimengerti," terangnya. Air mata Spiderman pun mengalir... Air mata seorang Peter Parker...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Review film Spiderman 3 [Sony Columbia Pictures, 2007]&lt;br /&gt;**Image courtesy of  www.sonypictures.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-8810003391666938495?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/8810003391666938495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=8810003391666938495&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/8810003391666938495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/8810003391666938495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/05/air-mata-sang-jagoan.html' title='Air Mata Sang Jagoan'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/RjogwH4Bq6I/AAAAAAAAAAo/vb0TVNnsXU4/s72-c/sm3_black.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-3358125483364203542</id><published>2007-04-25T01:37:00.000+07:00</published><updated>2007-04-25T01:56:12.823+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Perjalanan, Makassar, April 2007</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jakarta-Makassar, 13 April, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Turbulens vs Sexy Dancer&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Delay! Dua jam keterlambatan penerbangan makin menambah kesumpekan Jumat ini! Untung saya sudah siap sedia dengan Premiere di tangan yang saya beli di depot majalah sebelum masuk boarding gate tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kali kedua kunjungan ke Makassar dalam awal tahun ini. Rencananya tujuh hari di sana, tapi bukan untuk bersenang-senang. Perjalanan ini atas nama dinas. Belum apa-apa, kepala sudah pusing beberapa menit setelah pesawat berhasil mengudara. Turbulensi membuat kepala makin pusing. Badan terguncang-guncang. Saya yang duduk di kursi paling belakang sangat menderita menahannya. Ditambah lagi, dua perjalanan akan membuat siapa saja bosan. Sangat bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi menghibur hati, saya membebaskan angan. Apa jadinya untuk mengusir kejenuhan konsumen, ada pihak maskapai yang menyajikan hiburan sexy dancer bagi para penumpangnya? Bayangkan bila nona-nona pramugari itu mendadak bergoyang menuruti irama musik menggoda sambil menggerak-gerakkan badannya dengan sensual. Atau ada yang nekad menggelar striptease di pesawat? Hmmm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Stadion Mattoangin, 14 April, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Survival of the Fittest&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Tidak percuma panpel menunjuknya sebagai penjaga pintu masuk tribun utama Stadion Mattoangin. Dia tidak mudah percaya begitu saja pada penonton yang masuk. Tiket diperhatikan satu demi satu dengan teliti. Dia juga tidak yakin begitu saya mengaku wartawan dari Jakarta. Bapak berusia awal empat puluhan ini tidak bertampang sangar, ramah tapi tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menantang saya, "Kalau benar dari Jakarta, lihat kartu identitasnya!" Tidak masalah. Saya perlihatkan KTP saya. Asli Bekasi. Puas memelototi kartu yang mulai lecek itu, dia mengembalikannya tanpa berkata-kata. Saya melenggang masuk penuh kemenangan. Sepintas masih terdengar sahutan si penjaga, mungkin kepada temannya, "Wartawan dari Jakarta..." Aha, pembenaran belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama di Makassar. Belum ada janji yang saya buat dan pastikan. Usai bangun tidur, saya mencoba menghabiskan waktu selama mungkin pada waktu sarapan di lobi hotel. Kembali ke kamar, mandi, dan saya membaca novel Remy Sylado yang sengaja saya bawa dari rumah. Saatnya makan siang, saya memilih makan di restoran waralaba ayam goreng terkenal di mal tak jauh dari hotel. Santapan tandas, sempat-sempatnya saya menelepon seorang teman nun di Jakarta sana untuk mengobrol panjang tanpa terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman... Inilah yang benar-benar tidak saya punyai jauh di sini. Baru terasa bagimu kehadiran seseorang jika kamu berada di tempat yang benar-benar baru dan asing, bukan? Kalau kata Charles Darwin, survival of the fittest. Kalau saya, pergi ke swalayan, beli makanan ringan dan majalah. Demi nanti malam, saya akan menyelamatkan diri berteman dengan televisi dan cemilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kamar 223 Hotel Coklat, 15 April, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Komunikasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Nah! Salah satu metode survival of the fittest yang dicetuskan Darwin bisa jadi adalah "komunikasi". Sederhana saja. Bahkan seorang teman kuliah dulu pernah berhipotesa, "99 persen masalah manusia adalah komunikasi, sisanya penyakit hati".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun tidur saya sudah dihadapkan pada pertanyaan, "Apa yang akan kamu lakukan hari ini?" Jangan ditiru! Cara yang salah memulai hari. Salah satu pelajaran moralnya adalah jangan pernah menanyakan tujuan ketika baru memulai sesuatu, tapi lakukan saja dulu! Oke, setelah menjalani rutinitas pagi - sarapan, mandi, baca koran, nonton televisi - saya berkutat dengan ponsel untuk mencari-cari nomor kontak yang bisa dijadikan agenda hari ini. Di dalam benak, sudah ada rencana siapa saja yang bisa saya telusuri untuk memperoleh narasumber yang saya butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alternatif pertama saya ambil. Tanpa hasil. Setelah beberapa menit pesan tak berbalas, saya beralih ke alternatif kedua. Kebetulan tadi saya baca seorang manajer promosi apparel yang saya kenal sedang berada di Makassar dalam rangka mempromosikan bintang produknya yang juga pemain klub kota Angin Mamiri ini. Saya berhasil menghubunginya dan pemain tersebut. Kami berjanji bertemu di mes pemain dan saya penuhi tepat waktu. Di sana kami mengobrol lumayan lama dan santai. Tidak hanya satu, tapi sekaligus dua orang rekannya saya todong dengan pertanyaan-pertanyaan. Misi terselesaikan! Agenda harian terpenuhi dan komunikasi terbukti menyelamatkan satu hari dalam hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemandangan sunset pantai Losari, 16 April, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Surprise, surprise!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Hidup itu seperti pindah hotel, kamu sudah nyaman di kamar yang lama, tapi harus pindah. Padahal kamu tidak tahu seperti apa suasana di hotel baru. Itu yang saya lakukan pagi ini. Check out dan pindah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hotel yang baru tidak jauh. Lima menit saja jaraknya lebih ke barat. Lebih ke arah pantai, rupanya. Saya terkejut karena begitu masuk kamar yang disediakan, perhatian saya langsung terbetot pada jendela kamar ini. Pemandangan di luar jendela kaca selebar dinding kamar itu langsung berhadapan dengan pantai Losari! Batas cakrawala sangat jelas terlihat dari sini. Wow! Sontak rasa masygul dan was was pun hilang. Sekonyong-konyong muncul niat untuk memperpanjang kunjungan di sini. Tapi, tidak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai mewawancarai narasumber, saya berjalan-jalan di sepanjang pantai Losari. Saya telusuri jalur pedestrian pantai sampai jalan Somba Opu - sentra penjualan oleh-oleh khas Makassar. Hari makin sore dan saya berniat menunggui terbenamnya matahari di tempat leyeh-leyeh pantai yang sudah direlokasi ini. Ada gerobak penjual pisang epe dan kebetulan saya belum pernah mencicipi makanan khas Makassar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pesan dua porsi, satu makan di tempat dan satu dibungkus. Masing-masing porsi terdiri dari tiga buah pisang yang digepengkan lalu diberi bumbu gula merah kental. Kali pertama mencicipinya, saya langsung terkesan dengan bumbunya. Dalam bayangan saya, seharusnya rasanya manis, tapi agak pahit dan saya seperti pernah mencicipinya tapi entah apa. Tak ambil pusing, saya habiskan porsi itu dengan mulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pula diburu waktu, saya mengamati sekitar. Tunggu dulu, kenapa ada kulit buah ini digantung di gerobaknya? Saya curiga.&lt;br /&gt;           "Bang, ada rasa cokelat dan kejunya juga?"&lt;br /&gt;           "Iya," jawabnya seranya tersenyum lebar.&lt;br /&gt;   "Kalau yang itu," rujuk saya pada kulit buah yang digantung, "duriannya langsung dicampur ke dalam bumbunya?"&lt;br /&gt;           "Kalau sedang musim durian saja," jawabnya. Masih tersenyum. Tanpa rasa bersalah.&lt;br /&gt;Dhueerrrr!!! Saya terjebak! Bahkan sepiring pisang epe pun mampu menyajikan sebuah kejutan tak terkira... Saya tidak suka durian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kamar 606 Hotel Banua, 17 April, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Waktu adalah Kenyataan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Senja benar-benar berjodoh dengan Jingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sang Matahari siap ditelan dewa Baruna, Gemawan mengumpul jadi singgasana kapas buatnya. Persis di bawah awan yang terbesar, Matahari lamat-lamat tergelincir. Jingga bertebaran di sekujur langit. Wajah matahari berubah jingga. Pantulan cahaya di atas hamparan laut jingga. Bayangan awan jingga. Semua jingga. Detik demi detik, menit demi menit, pameran cahaya berubah cepat. Matahari makin tenggelam. Sampai bulatnya hilang sama sekali di balik samudera. Pelan-pelan Jingga pudar. Cyan mengaduk haru Senja yang ditinggal kekasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu, rupanya sebuah kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal baru dua hari lalu saya berhasil menaklukkan si Penjaga Pintu. Malam ini orang yang sama berdiri menghadang langkah saya memasuki tribun utama. Tidakkah dia masih ingat dengan saya? Kali ini tanpa kompromi. Terpaksa telepon sakti beraksi, saya hubungi petugas humas klub dan dia menyusul saya ke pintu masuk. Lagi-lagi saya berhasil masuk dengan menunjukkan kartu identitas padanya. Sekali lagi demi memastikan adalah benar saya datang dari Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan waktu bisa menghilangkan ingatan seseorang. Malam ini, ketika tak ada lagi warna yang bisa dipandangi dari balik jendela kamar, saya mencari-cari memori yang pernah saya lupakan. Saatnya kembali ke tempat ketenangan dan kesepian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Benteng Rotterdam, 18 April, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mimpi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Pulang akan menjadi pengalaman esok hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini saya mendatangi gala dinner yang diadakan asosiasi sepakbola nasional untuk menyambut para peserta musyawarah nasional dari seluruh penjuru negeri. Makanan dan hiburan tradisional bertebaran. Sayang tidak semua peserta mau datang dan sebagian besar bahkan sudah meninggalkan acara sebelum usai. Kepada nyamuk pers, pak Ketua Umum berkomentar hal yang terus menerus sama sejak pernah kami jumpai dulu. "Indonesia ingin lolos ke Piala Dunia 2018!" tekadnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, mimpi! Sungguh tepat upaya mewujudkan mimpi ini dimulai dari sebuah monumen perjuangan wakyat Sulawesi Selatan melawan penjajah kolonial beratus tahun silam. Bila saya ingin bermimpi, saya akan datang pada sebuah perjalanan. Saya ingin terbangun pada pagi hari di sebuah puncak pegunungan, untuk terus menempuh perjalanan berikutnya, menuju pinggir pantai dan menyaksikan tenggelamnya matahari di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, sebuah perjalanan telah berhenti. Saya akan pulang. Dan, bahkan pulang pun adalah sebuah perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cengkareng, 19 April, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Pulang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Hentakan keras pesawat saat mendarat menyambut saya kembali ke Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali lagi ke suasana yang saya kenal. Jalanan yang saya kenal. Orang-orang yang saya kenal. Lingkungan yang saya kenal. Perjalanan selesai dan sebuah perjalanan baru dimulai. Ya, saya selalu mencintai sebuah perjalanan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-3358125483364203542?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/3358125483364203542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=3358125483364203542&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/3358125483364203542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/3358125483364203542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/04/sebuah-perjalanan-makassar-april-2007.html' title='Sebuah Perjalanan, Makassar, April 2007'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-8824316582718612925</id><published>2007-04-10T18:36:00.000+07:00</published><updated>2007-04-10T19:02:54.375+07:00</updated><title type='text'>Berebut Rezeki Ibukota</title><content type='html'>Yap! Akhir minggu nan panjang dua tiga hari lalu saya habiskan di Bandung. Bukan sebuah "lagi-lagi", karena ini seperti sebuah keharusan karena seorang teman dekat menyelenggarakan syukuran sederhana atas usainya perjalanan mencari sang belahan jiwa. Tidak usah bermelankoli ria - bukan ini tujuan tulisan blos saya kali ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang ada dalam pikiranmu dengan kata "long weekend" dan "Bandung"? Pasti tak jauh dari bayangan padatnya jalan Dago atau Cihampelas dengan mobil-mobil berpelat "B" yang memenuhi pondok-pondok penjualan konveksi terjangkau di seantero kota kembang. Itu terjadi juga kemarin, meski tidak sepadat biasanya. Tapi ada pemandangan lama yang kembali menyentil pikiran saya. Mungkin sekarang lebih menohok, karena saya lihat tidak ada perbedaan mencolok yang terjadi bertahun-tahun saya mengunjungi Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan yang saya maksud berada di tiap perempatan jalan protokol. Sekarang tak ubahnya seperti ibukota. Pengemis. Anak jalanan. Pengamen. Dan mereka yang bersenjatakan kemoceng untuk membersihkan kaca depan mobil tanpa diminta. Mereka semua berebut rezeki dari pengendara yang terpancing belas ibanya. Wajar - tidak semua orang beruntung mengadu nasib dalam hidup. Tapi, aneh kan kalau melihat berapa banyak pendapatan yang bisa dikeruk Pemkot Bandung sedangkan pada saat yang sama nasib mereka seperti terabaikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak yang bisa didapatkan pemerintah dari tiap kali weekend? Jalan tol. Pajak pendapatan daerah. Lapangan kerja. Pariwisata. Sebut saja semua. Tapi berapa banyak yang dikucurkan untuk memerhatikan kesejahteraan kaum pinggiran? Ada teori "hari raya", mereka bukan penduduk asli Bandung, melainkan mereka yang tinggal di sekitar ibukota Jawa Barat ini untuk datang setiap kali weekend tiba. Seperti hari raya, mereka sadar weekend menjadi kesempatan emas untuk menangguk rezeki sebesar-besarnya. Mungkin dengan makin berlimpahnya pendapatan, Pemkot ada niatan untuk membangun sistem kesejahteraan sosial sehingga "rezeki dari ibukota" bisa dibagi bersama. Sekarang, adakah niat itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentang-mentang Ebiet dari Bandung, jangan kamu bilang jawabannya ada pada rumput yang bergoyang...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-8824316582718612925?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/8824316582718612925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=8824316582718612925&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/8824316582718612925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/8824316582718612925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/04/berebut-rezeki-ibukota.html' title='Berebut Rezeki Ibukota'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-6510747457409259494</id><published>2007-03-22T01:59:00.000+07:00</published><updated>2007-03-22T02:04:56.098+07:00</updated><title type='text'>Rencana</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebuah racauan di malam hari. Ikuti saja...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Malam tadi, saya berada di tengah kepungan para kalangan terkemuka negeri ini. Tepatnya dari lingkungan hiburan. Ini sebuah acara premiere film Jakarta Undercover yang saya hadiri bersama teman-teman kantor di Djakarta Theatre. Jujur saja, ini premiere pertama bagi saya. Premiere film ini sendiri sudah beredar dari kota ke kota, seperti misalnya awal bulan kemarin di Makassar, dan Sabtu kemarin di Bandung. Tiga teater di bioskop khusus disediakan untuk memutar film yang diangkat dari buku berjudul sama. Penuh sesak. Setelah Jiffest, mungkin baru kali ini Djakarta Theatre menerima limpahan pengunjung sebanyak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai, saya pulang, dan sampai di rumah persis sebelum adegan Robert de Niro melamar Sharon Stone dalam film Casino yang diputar di sebuah stasiun televisi swasta. Sungguh menarik sebuah adegan dalam film karya sutradara yang baru saja menang Oscar, Martin Scorsese, ini. Kurang lebih dialog mereka mengalir seperti ini:&lt;br /&gt;"Maukah kau menikah denganku?" ajak de Niro.&lt;br /&gt;"Kau memilih gadis yang salah. Kau baru mengenalku tiga bulan ini," jawab Stone.&lt;br /&gt;"Usiaku 43 tahun, dan aku tak ingin menunggu. Aku sudah cukup mengenalmu dan aku tahu aku sangat mencintaimu. Tak ada yang lain di hati. Aku bisa menjadi ayah yang baik, dan bisa menjadi ibu yang baik, dan kita bisa memiliki anak."&lt;br /&gt;"Aku memang peduli padamu. Tapi aku tak mencintaimu. Maaf..."&lt;br /&gt;"Baiklah, aku bisa menerimanya. Tapi cinta bisa tumbuh kapan saja. Kita bisa memulainya dari saling menghormati. Dan aku yakin suatu saat kau bisa mencintaiku."&lt;br /&gt;"Bagaimana kalau tidak berjalan sesuai rencana?"&lt;br /&gt;"Aku selalu berpikir aku sukses dan akan lebih maju lagi. Aku berpikir aku bisa menjagamu, membuatmu terjamin. Apalagi, khususnya kalau kita punya anak, aku yakin aku bisa menjaminmu. Maukah kau mengambil resiko?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ah... Kalau saja saya punya sebuah kasino...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Persis seminggu lalu saya menerima kabar yang lumayan mengejutkan dari seorang teman dekat. Tapi, ini kabar baik. Dia memberi tahu akan menikahi perempuan yang sudah lama menemaninya beberapa tahun belakangan. Luar biasa! Meski, akunya, tidak ada yang tahu kehidupan ke depannya akan seperti apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saya, teman saya, atau semua orang ingin seperti de Niro, memiliki kasino sehingga bisa menjanjikan jaminan kepada perempuan yang ia cintai. Sayangnya, manusia tidak pernah tahu masa depan akan seperti apa. Itulah kenapa orang seperti Nostradamus dan Mama Lauren seperti selalu didengar pendapatnya. Dalam Casino, de Niro akhirnya mati tragis akibat terkena ledakan bom yang dipasang musuh di dalam mobilnya sendiri. Semua memang tidak berjalan sesuai rencana awal. Tapi, saya yakin Stone menerima cinta de Niro karena rencana tersebut, bukan karena ada jaminan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-style: italic;"&gt;Ramalan... Prediksi... Harapan... Aha!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Diam-diam pun, teman saya yang akan segera menikah awal bulan depan pasti menyimpan banyak rencana di dalam hatinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;you could be my unintended choice&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;to live my life extended&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;you could be the one I'll always love&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;you could be the one who listens&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;to my deepest inquisitions&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;you could be the one I'll always love&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;i'll be there as soon as I can&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;but i'm busy mending broken&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pieces of the life I had before&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;first there was the one who challenged&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;all my dreams and all my balance&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;she could never be as good as you&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;you could be my unintended choice&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;to live my life extended&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;you should be the one I'll always love&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;i'll be there as soon as I can&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;but I'm busy mending broken&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pieces of the life I had before&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;i'll be there as soon as I can&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;but I'm busy mending broken&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pieces of the life I had before&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;before you... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*[Unintended/Muse]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-6510747457409259494?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/6510747457409259494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=6510747457409259494&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/6510747457409259494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/6510747457409259494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/03/rencana.html' title='Rencana'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-531948775057416470</id><published>2007-03-15T00:29:00.000+07:00</published><updated>2007-03-15T00:32:02.933+07:00</updated><title type='text'>Insomnia [part deux]</title><content type='html'>Oh Tuhan,&lt;br /&gt;Aku terbangun berkat kenangan&lt;br /&gt;Kembalikan sang mimpi!&lt;br /&gt;Kuingin tidur lagi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-531948775057416470?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/531948775057416470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=531948775057416470&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/531948775057416470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/531948775057416470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/03/insomnia-part-deux.html' title='Insomnia [part deux]'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-3458510706342728999</id><published>2007-02-23T21:36:00.000+07:00</published><updated>2007-02-23T21:39:08.529+07:00</updated><title type='text'>Starlight</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Bukan bermaksud mempromosikan grup penyanyinya yang kebetulan manggung di Jakarta malam ini. Tapi, dia persis terbit ketika sebuah perjalanan, pada sebuah malam, ada keinginan untuk pergi yang meledak dan perjuangan melawan lupa yang berhenti. Lagu ini memicunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Far away&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; This ship is taking me far away&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Far away from the memories&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Of the people who care if I live or die&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Starlight&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; I will be chasing the starlight&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Until the end of my life&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; I don't know if it's worth it anymore&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Hold you in my arms&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; I just wanted to hold&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; You in my arms&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; My life&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; You electrify my life&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Let's conspire to re-ignite&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; All the souls that would die just to feel alive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; But I'll never let you go&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; If you promised not to fade away&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Never fade away&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Our hopes and expectations&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Black holes and revelations&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Our hopes and expectations&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Black holes and revelations&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Hold you in my arms&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; I just wanted to hold&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; You in my arms&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Far away&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; This ship is taking me far away&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Far away from the memories&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Of the people who care if I live or die&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; And I'll never let you go&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; If you promise not to fade away&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Never fade away&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Our hopes and expectations&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Black holes and revelations&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Our hopes and expectations&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Black holes and revelations&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Hold you in my arms&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; I just wanted to hold&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; You in my arms&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; I just wanted to hold&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu. Liriknya malah bermakna sebaliknya. Mungkin karena pengaruh iramanya. Tapi, itupun berubah kembali. Berkat sebuah pesan… dan sebuah lagi… dan lagi… Saya harus mencari soundtrack baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Song is Starlight/ Muse/ 2006&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-3458510706342728999?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/3458510706342728999/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=3458510706342728999&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/3458510706342728999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/3458510706342728999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/02/starlight.html' title='Starlight'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-675623600948139330</id><published>2007-02-20T00:39:00.000+07:00</published><updated>2007-02-20T00:59:19.113+07:00</updated><title type='text'>Dunia Ofelia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/RdnlKWr1JTI/AAAAAAAAAAY/RLCsLal-_Bs/s1600-h/poster+pan%27s.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/RdnlKWr1JTI/AAAAAAAAAAY/RLCsLal-_Bs/s320/poster+pan%27s.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5033306024614110514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gadis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; itu lahir pada masa yang salah. Perang saudara sedang membuncah di bumi Spanyol. Kaum nasionalis pimpinan Jenderal Franco berada di atas angin, dengan bengis mereka menumpas pemberontakan para loyalis sampai ke pelosok-pelosok. Namanya Ofelia, anak seorang janda yang ditinggal mati suaminya. Pasangan ibu - sedang hamil tua - dan anak itu mengungsi ke sebuah pondokan pinggir hutan demi mendapat perlindungan dari seorang kapten pasukan, orang yang menanam benih dalam rahim sang ibunda. Ofelia murung, dunia tak seperti cerita dalam buku bacaan kesukaannya. Tapi, apakah waktu boleh dipersalahkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam karya terbarunya, Pan's Labyrinth (2006), sutradara asal Meksiko Guillermo del Toro memperlihatkan kesukaannya pada monster adalah sebuah keindahan dalam arti tersendiri. Dengan menggunakan kepolosan anak-anak, del Toro memberi penonton sebuah pertanyaan, "Seperti apakah dunia tempat kita tinggal ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengah malam, Ofelia terbangun. Mimpinya seakan menjadi kenyataan. Dia menemukan labirin sarang faun - makhluk dongeng bertanduk dan kaki kambing - yang mengisahkan cerita mengejutkan. Ofelia sesungguhnya anak seorang raja "dunia bawah". Dia dibawa ke atas bumi untuk diselamatkan dari kekisruhan kerajaan ayahnya. Sekarang Baginda Raja ingin membawa Ofelia pulang. Melalui faun, Ofelia harus menempuh tiga ujian sebelum kembali ke tempat ia berasal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, suasana di sekitar pondok tak lebih baik. Pemberontakan makin merajalela. Taktik gerilya yang dilakukan loyalis membuat suasana tak tenteram. Asisten sang Kapten menangkap petani dan anaknya yang dengan sadis ditembak mati hanya karena dicurigai anggota pemberontak tanpa bukti. Sedangkan ibu Ofelia sakit keras, jabang bayi yang dikandung memperburuk kesehatannya. Kapten sendiri tak peduli sepanjang dia bisa mendapat anak laki-laki sebagai penerus nama keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan Ofelia. Di tengah kepelikan ini, dia berjuang menuntaskan tiga ujian yang diberikan faun. Dia bertekad ingin menagih janji yang diberikan, kembali ke tempatnya berasal, sebuah kerajaan nan damai sentosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cuma sekali ini del Toro bermain-main dengan karakter fantasi. Hellboy (2003) adalah contoh paling populer. Bila dalam Hellboy del Toro lebih berat ke aksi komikal, maka dalam Pan's Labyrinth dia selangkah lebih maju dengan memberikan pesan yang lebih berbobot dibandingkan aksi jumpalitan superhero belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir film, tampak jelas ke mana arah keinginan del Toro. Sang ibu yang sakit keras memecah lamunan Ofelia, dan penonton, "Dunia bukanlah kisah dongeng seperti dalam buku bacaanmu, Ofelia." Serta merta tak lama mengucapkan itu ibunda jatuh tak sadarkan diri dan meninggal dunia setelah melahirkan anak laki-laki. Ketegangan terus berlanjut sampai akhir cerita. Setelah kematian ibunya, rasa tidak suka antara Kapten dan Ofelia makin jelas. Dalam sebuah kesempatan, Ofelia melarikan adiknya masuk hutan sebagai syarat terakhir yang diminta faun untuk kembali ke kerajaan. Sayanganya, Kapten berhasil membuntutinya. Ofelia terdesak, tak bisa lari lagi. Detik itu pula dia harus menghadapi mana kenyataan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penonton, ada dua pilihan dalam mengambil kesimpulan: apakah menganggap Pan's Labyrinth berakhir sedih atau bahagia? Del Toro berhasil menggiring penonton pada jawaban yang mencerminkan cara pandang penonton sendiri terhadap dunia tempat tinggal mereka. Dengan begitu, Pan's Labyrinth, nominator film berbahasa asing terbaik Oscar 2007, tak boleh ditinggalkan! [*]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Resensi film Pan's Labyrinth, 2006, Guillermo del Toro&lt;br /&gt;** image courtesy of www.movieweb.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-675623600948139330?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/675623600948139330/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=675623600948139330&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/675623600948139330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/675623600948139330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/02/dunia-ofelia.html' title='Dunia Ofelia'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LK6uQ1Dbk78/RdnlKWr1JTI/AAAAAAAAAAY/RLCsLal-_Bs/s72-c/poster+pan%27s.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-7749402140756789144</id><published>2007-02-18T14:49:00.000+07:00</published><updated>2007-02-18T14:51:07.064+07:00</updated><title type='text'>Pelajaran Menghapal</title><content type='html'>Saat SD, kelas diminta menghapal surat Al-Bayyinah untuk menambah nilai pelajaran Agama. Saya tidak mau. Saya menganggap tugas ini terlalu berat. Menurut saya, ada delapan ayat yang terlalu panjang untuk dapat dihapal. Okelah kalau misalkan delapan ayat seperti Al-Takatsur, misalnya, yang ayatnya memang panjang namun hapalan per ayatnya tidak terlalu menyiksa pikiran. Namun, seperti kita ketahui, tidak boleh ada protes dalam ruang kelas dan titah guru adalah segalanya. Kami diberi waktu seminggu menghapal di rumah dan saya tidak menghapal sama sekali. Anggap saja sebagai bentuk protes. Saya malah berharap tidak masuk saat pelajaran Agama minggu depan, tapi saya tidak bisa menghindar. Tidak masuk sekolah pada zaman dahulu adalah sebuah dosa besar. Saatnya pun tiba. Di tengah gumaman satu kelas menghapal surat menunggu giliran maju ke depan, saya hanya berdiam diri. Bisa ditebak, ketika dipanggil, saya cuma berdiri canggung di depan guru dan dengan polos mengaku tidak hapal surat yang ditugaskan. Entah berapa nilai yang diberikan untuk saya, tapi saya tidak peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin membela diri saya sendiri sekarang, patutkah seorang anak SD menghapal sebanyak itu? Apa tidak ada hapalan surat pendek lain yang bisa ditugaskan kepada kami? Mungkin ini kesalahan saya juga, menyerah dulu tanpa pernah mencoba. Tapi, coba pahami posisi saya. Pikiran saya sudah terganggu sejak awal oleh pertanyaan [dan sikap menyerah] ini sehingga membuat saya tidak pernah bisa menghapalnya. Lagipula, bukankah seorang guru berperan sebagai pendidik di ruang kelas? Demi mengetahui seorang siswanya tidak mau menjalankan tugas yang diberikan, bukankah seorang guru sebaiknya mendengar keberatan sang siswa ketimbang menghukumnya? Ruang kelas, dan institusi pendidikan, seharusnya bisa lebih memanusiakan siswanya. Guru bisa menerima masukan dan keluhan siswanya. Perasaan itu sesuatu yang manusiawi. Sekolah tidak untuk mencari nilai, dalam kacamata saya, melainkan "ilmu". Tidak hanya di atas buku, tapi juga dari teman bangku sebelah, teman sekelas, guru [orang yang lebih tua], dan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, demi Tuhan, ini kan cuma sebuah tugas menghapal?! Haruskah saya mendramatisirnya sedemikian rupa? Maksud Ibu Guru Agama kan baik, supaya murid punya bacaan ketika shalat. Hapalan surat juga bisa menjadi bekal di masa depan. Semuanya supaya menjadi bekas dan bekal yang bermanfaat, amin... Ngomong-ngomong, soal menghapal [dan mengingat], saya pernah membaca sebuah referensi yang menyebutkan sesungguhnya apa yang masuk ke dalam otak kita tetap disimpan dan tidak pernah terhapus. Artinya, tidak ada yang dinamakan "lupa", ingatan itu hanya tertimpa oleh ingatan lain. Buktinya, saya tidak ingat dengan pasti dari mana dan siapa referensi itu saya baca...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, semua yang pernah kita alami takkan bisa dilupakan. Kalau begitu, kenapa kita harus melupakan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-7749402140756789144?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/7749402140756789144/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=7749402140756789144&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/7749402140756789144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/7749402140756789144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/02/pelajaran-menghapal.html' title='Pelajaran Menghapal'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-117024143070526016</id><published>2007-01-31T17:58:00.000+07:00</published><updated>2007-01-31T18:03:50.726+07:00</updated><title type='text'>Akhir Januari</title><content type='html'>Hawe, apa kabar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum tipis, tatapan mata kosong, dan seuntai lirik lagu oldies di bawah bisa menjawab semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"I, I can't read the future&lt;br /&gt;But I still want to hold you close&lt;br /&gt;Right now, is all I want from you&lt;br /&gt;So give me the morning&lt;br /&gt;Sharing another day&lt;br /&gt;With you, is all I want to know&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And baby I, I've tried to forget you&lt;br /&gt;But the light of your eyes still shine&lt;br /&gt;You shine like an angel&lt;br /&gt;A spirit that won't let me go&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I, I didn't want to tell you&lt;br /&gt;Things I didn't want to know myself&lt;br /&gt;I was afraid to show&lt;br /&gt;But you gave me a reason&lt;br /&gt;A reason to face the truth&lt;br /&gt;To face the truth, face the truth, face the truth&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And baby I, I've tried to forget you&lt;br /&gt;But the light of your eyes still shine&lt;br /&gt;You shine like an angel&lt;br /&gt;A spirit that won't let me go&lt;br /&gt;Won't let me go&lt;br /&gt;Let go of my heart"*&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didedikasikan untuk semua orang yang pernah dan paham makna datang, kembali, datang, kembali, dan datang lagi. Tak ada cerita yang benar-benar usai. Nikmati saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;*Angel / Jon Secada (Angel Album, 1993)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-117024143070526016?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/117024143070526016/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=117024143070526016&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/117024143070526016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/117024143070526016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/01/akhir-januari.html' title='Akhir Januari'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-116973829706960620</id><published>2007-01-25T22:16:00.000+07:00</published><updated>2007-01-25T22:18:17.096+07:00</updated><title type='text'>Harap Tenang, Ada Ujian!</title><content type='html'>Pemuda yang baru naik mikrolet ini tidak canggung dengan seragam yang dipakainya, kemeja lengan panjang digulung pendek sampai siku berwarna putih lusuh dengan celana katun hitam baggy bermodel lama dengan tiga kerutan horizontal dari garis pinggang sampai paha dan kelim di ujungnya. Pandangan awam langsung berprasangka, anak ini baru saja pulang dari ujian negara. Entah di mana kampusnya, yang pasti kampus itu butuh perangkat akreditasi ini-itu dari Dikti demi mendapat gengsi ijazah para mahasiswanya. Untuk mendapat surat keramat itu, mahasiswa manapun harus mengikuti ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian. Setelah kamu belajar, kamu akan diuji sejauh mana pembelajaranmu selama ini. Bagi pihak pemberi, melalui ujian kamu akan mengetahui apakah materi atau metode pengajaranmu dapat diterima dengan baik atau tidak oleh siswa. Ketika masa sekolah dulu, ujian adalah hantu yang paling menakutkan. Lebih horor lagi manakala sang guru galak masuk ruangan kelas dengan muka cemberut, jalannya bergegas-gegas, menggebrak meja atau papan tulis, dan tanpa cang-cing-cong langsung murka, "WAKTUNYA ULANGAN MENDADAK!!!" Sontak protes, keluhan, dan racauan tanda frustrasi menggema ke setiap sudut ruangan kelas. Padahal sang guru dan pihak sekolah atau kampus masih memberikan kemudahan; ia adalah institusi yang memiliki standarisasi dalam menjalankan sistem organisasinya, ada reward dan punishment yang jelas, yaitu angka dalam rapormu. Satu lagi, institusi pendidikan pasti mengadakan ujian dengan waktu tertentu. Tengah dan akhir semester. Namun, hidup pun punya ujiannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2007 masih jauh dari fajar. Kalau dianalogikan dengan putaran jarum jam, hari ini baru akan menginjak pukul dua dinihari. Orang-orang belum bangun, kecuali mereka yang insomnia dan sedang giliran ronda. Tapi, itu tadi, ujian dalam hidup tidak mengenal waktu. Seminggu terakhir banyak "ketiba-tibaan" yang masuk dalam irama kehidupan saya. Kemarin lusa, saya kaget setengah mati demi mendapat kabar seorang teman sedang di tengah jalan melarikan ibunya ke rumah sakit khusus jantung. Ada empati yang sangat khusus untuknya, ayahnya baru saja berpulang kurang dari enam bulan lalu dan dia anak tunggal. Ahhhhh... Sehari setelahnya, usai liputan dari sebuah liputan, saya pun mendapat kabar yang tidak kalah mengejutkan. Pemilik tempat saya - dan teman-teman - bekerja meninggal dunia. Ahhhhh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak lebih pandai dari teman saya itu untuk tahu bagaimana mencari solusi untuk skenario terburuk yang mungkin saja menimpanya. Mudah-mudahan tidak dan kepadanya diberikan kemudahan... Saya yakin teman saya itu mampu bertanggung jawab penuh atas keluarga dan dirinya sendiri. Apapun yang terjadi. Diam-diam, saya berjanji membantunya sepenuh hati apapun yang mampu saya lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun tidak lebih pandai untuk mengetahui apa yang akan terjadi dengan tempat kerja ini. Saya yakin skenario terbaik sudah disiapkan dan niscaya dijalankan sebaik-baiknya. Betapa kehilangan seseorang ini sangat dirasakan keluarga yang ditinggalkan beliau. Betapa pula kehilangan ini juga berdampak luas pada banyak orang yang kehidupan mereka bergantung pada beliau. Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak pernah ada jaminan kepastian untuk ujian hidup. Tidak akan ada pengumuman hasil ujiannya. Tidak akan ada undangan sekolah untuk para orang tua supaya mengambil rapor pada sebuah Sabtu. Tidak akan ada standarisasi reward dan punishment yang jelas. Tidak ada!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mikrolet berhenti. Saya turun di depan jalan menuju rumah. Saya harus berjalan lima menit untuk sampai dan menikmati makan malam. Badan terasa kurang sehat, saya butuh kafein atau segelas susu cokelat hangat. Pemuda berseragam putih-hitam itu masih di atas mikrolet, kiranya rumah masih lumayan jauh. Mungkin dua puluh menit lagi dia sudah sampai. Mungkin besok dia harus bangun pagi-pagi dan pergi ujian lagi dengan seragam yang persis. Mungkin setelah libur seminggu dua, nilainya sudah keluar. Dan, dia akan tahu berapa mata kuliah yang boleh dia ambil semester besok. Saya melihat ke atas. Langit gelap. Boleh jadi mendung atau sekadar awan tebal ingin lewat. Bintang-bintang kelam. Tak ada petunjuk...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-116973829706960620?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/116973829706960620/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=116973829706960620&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116973829706960620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116973829706960620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/01/harap-tenang-ada-ujian.html' title='Harap Tenang, Ada Ujian!'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-116888067586813682</id><published>2007-01-15T23:51:00.000+07:00</published><updated>2007-01-16T00:09:22.973+07:00</updated><title type='text'>Makassar, 2007</title><content type='html'>Enaknya jadi wartawan, beroleh kesempatan datang ke tempat-tempat yang semula hanya jadi impian wisata belaka. Dalam beberapa hal, tak banyak perbedaan antara wartawan dan wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7056/899/1600/88465/fort%20rotterdam%203.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7056/899/320/478552/fort%20rotterdam%203.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempatnya di Fort Rotterdam. Sebuah benteng peninggalan Belanda. Persis di pinggir pantai Losari, Makassar. Minggu pagi yang berawan, di tengah-tengah rombongan karyawisata anak sekolah. Berbekal kamera saku digital, saya beraksi ke sana ke sini. Tak hendak kalah dengan teman fotografer yang peralatannya tentu lebih canggih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7056/899/1600/839485/fort%20rotterdam%201.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7056/899/320/359398/fort%20rotterdam%201.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan editing seadanya melalui sebuah program komputer, jadilah gambar-gambar ini. Mudah-mudahan mampu mengobati blog saya yang makin terlalu sering mengumbar kata sehingga tak jarang mengundang kebosanan. Gambar bicara sejuta kata, nikmati!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7056/899/1600/386239/fort%20rotterdam%202.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7056/899/320/471298/fort%20rotterdam%202.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-116888067586813682?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/116888067586813682/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=116888067586813682&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116888067586813682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116888067586813682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/01/makassar-2007.html' title='Makassar, 2007'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-116819650975226418</id><published>2007-01-08T01:52:00.000+07:00</published><updated>2007-01-08T02:01:49.776+07:00</updated><title type='text'>Larut Malam</title><content type='html'>Malam sudah sangat larut, apa yang sedang kulakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insomnia. Sepi. Khidmat. Kafein. Browsing internet. Cerah. Lagu-lagu lama dari radio klasik ibukota. TV membosankan. Travelling bag yang sudah terkemas rapi. Harapan. Ponsel pulas. Gagal beroleh inspirasi menulis. Terkenang. Merancang liputan. Melankolis. Tukang ronda mendentingkan tiang listrik dua kali pertanda waktu. Senyap. Sendiri. Kamu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidur dulu. Ingin bermimpi lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-116819650975226418?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/116819650975226418/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=116819650975226418&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116819650975226418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116819650975226418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/01/larut-malam.html' title='Larut Malam'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-116772993596244513</id><published>2007-01-02T16:16:00.000+07:00</published><updated>2007-01-02T16:28:31.150+07:00</updated><title type='text'>Tahun Baru, Resolusi Baru</title><content type='html'>Lihatlah posting saya setahun lalu dalam blog ini. Saya sibuk menuangkan bentuk resolusi dalam beberapa seri tulisan. Apakah saya sedang kalut? Mungkin saja. Toh, saya gagal menjalankan resolusi yang saya anggap paling penting waktu itu. Berkat sebuah pesan pendek yang sukses mendarat beberapa jam saja menjelang pergantian tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, tak perlu berlarut-larut. Setelah tertunda karena terputusnya jaringan internet akibat gempa Taiwan minggu lalu, saya meneruskan kembali niat menulis posting tentang resolusi tahun 2007 ke dalam blog ini. Sederhana saja, saya tidak ingin muluk-muluk. Saya ingin memulai lagi hidup dan saya ingin benar-benar independen dalam menjalankan berbagai pilihan yang mungkin merintang di tengah jalan sepanjang tahun 2007 ini. Maaf saya tidak ingin mengumbar lebih banyak resolusi yang spesifik. Satu hal saja, keinginan untuk menulis novel tampaknya harus segera diwujudkan! Sekarang atau tidak sama sekali... Mudah-mudahan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kesimpulan besar, saya harus meninggalkan dan memulai lagi. Berat... Tapi, bukankah hidup harus terus berjalan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Tahun Baru 2007!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-116772993596244513?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/116772993596244513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=116772993596244513&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116772993596244513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116772993596244513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2007/01/tahun-baru-resolusi-baru.html' title='Tahun Baru, Resolusi Baru'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-116705853160173420</id><published>2006-12-25T21:52:00.000+07:00</published><updated>2006-12-25T21:55:31.616+07:00</updated><title type='text'>Hidup Terus Berlanjut</title><content type='html'>Sengaja saya menggali agak ke belakang, setelah tergopoh-gopoh menjelajahi toko langganan di Ratu Plaza, saya memboyong 21 Grams untuk dinikimati di rumah demi memahami pesan di balik publikasi dan popularitas luar biasa dari Babel belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua film di atas, serta Amores Perros, disutradarai oleh Alejandro Gonzalez Inarritu beserta  kolaborator setianya, penulis Guillermo Arriaga. Babel adalah film terakhir yang saya tonton ketika Jiffest minggu lalu. Gawatnya, saya gagal menangkap pesan yang ingin disampaikan Inarritu. Gawatnya lagi, film ini disebut-sebut melengkapi trilogi karya sutradara asal Meksiko ini sekaligus ditahbiskan sebagai karya terbaiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupakan dulu chemistry antara Brad Pitt dan Cate Blanchett, atau aksi gemilang Reiko Akuki sebagai gadis Jepang yang bisu-tuli di Babel. Menurut saya, justru melalui 21 Grams Inarritu mampu menyampaikan pesannya dengan sangat jelas. Film 21 Grams menggunakan teknik editing yang tidak menghiraukan ikatan ruang dan waktu. Hebatnya, dengan teknik ini penonton dibuat penasaran dan tetap setia duduk menonton mencari jawaban atas petunjuk yang diberikan Inarritu. Ibaratnya, 21 Grams adalah labirin raksasa. Satu potongan scene di dalamnya serupa sebuah kunci untuk membuka pintu yang menuntun penonton memasuki ruangan yang terhubung dengan ruangan lainnya. Masing-masing ruangan ini menghubungkan jalur antara pintu masuk dan keluar labirin. Wow!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit memilih mana yang berperan lebih baik: Sean Penn, Naomi Watts, ataukah Benicio del Toro. Nama terakhirlah yang berhasil meraih Oscar, Penn dan Watts masuk nominasi Aktor dan Aktris Pendukung Terbaik. 21 Grams menceritakan tentang betapa berharganya hidup. Seperti yang diceritakan di akhir film, judul tersebut menunjukkan fenomena berkurangnya berat manusia sebesar bobot serupa ketika dijemput sang maut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 Grams bercerita tentang tiga karakter yang terhubung berkat jantung yang didonorkan mendiang suami Cristina [Watts] kepada Paul [Penn]. Paul, penderita gagal jantung akut, bertekad mencari tahu siapa sang donor yang menyelamatkan nyawanya. Pelan-pelan dia mendekati Cristina yang depresi dan mereka berdua pun saling jatuh hati. Cristina bertekad membalas dendam kepada John [del Toro] yang menabrak hingga tewas suami dan kedua anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan komprehensif, Inarritu melengkapi cerita dengan latar belakang ketiga karakter tersebut. Tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Seperti yang digambarkan dalam satu scene yang sulit dilupakan, John yang religius berbalik "menyalahkan" Tuhan atas kecelakaan tersebut. Memang yang ada hanya hidup. Di balik semua kejadian yang menimpa, manusia harus terus bertahan hidup. Film ditutup dengan narasi yang memukau, "Berapa bandingannya berat 21 gram itu? Seberat koin. Seberat seekor burung. Seberat sebatang cokelat". Betapa berharganya sebuah kehidupan itu. Dan, kematian adalah bagian dari kehidupan. Bagi mereka yang hidup, hidup harus terus berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solid! Meski sungguh demikian terlambat, 21 Grams berhasil menjadi salah satu film terfavorit saya pribadi. Untuk dibandingkan dengan Babel, penyampaian pesan dalam 21 Grams lebih berhasil. Setelah ini, saya memang harus menemukan kembali makna dan pesan Babel. Sebagian sudah ada dalam kepala saya, tapi maaf buat semua popularitas tadi, 21 Grams masih lebih baik. Brilian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;* Review film 21 Grams (Alejandro Inarritu, 2003)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-116705853160173420?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/116705853160173420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=116705853160173420&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116705853160173420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116705853160173420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/12/hidup-terus-berlanjut.html' title='Hidup Terus Berlanjut'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-116690029382816210</id><published>2006-12-24T01:54:00.000+07:00</published><updated>2006-12-24T01:58:13.846+07:00</updated><title type='text'>Mimpi</title><content type='html'>Saya ingin berbagi sebuah lagu yang selalu ingin saya dengar tiap kali bangun tidur. Terutama kalau didengar pagi-pagi [kapan ya saya bisa bangun pagi lagi?]. Intro lagu ini langsung menghentak; memancing detak adrenalin di dalam pembuluh darah yang sedang beku. Ditambah vokal Dolores O'Riordan yang melengking lagi menyayat, lengkap sudah sarapan motivasi yang selalu saya butuhkan untuk memulai hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu ini bercerita tentang mimpi. Saya menemukannya sangat tak terlupakan dalam adegan pembuka film romantis You've Got Mail karya Nora Ephron. Lagu diperdengarkan ketika dua karakter utama yang dimainkan Tom Hanks dan Meg Ryan memulai hari mereka; bangun tidur, berbenah, dan keluar tempat tinggal masing-masing untuk berangkat kerja. Kedua karakter sempat berpapasan tapi mereka saat itu belum saling mengenal. Ketika bisnis toko buku raksasa milik Hanks makin menggurita, mereka tidak hanya saling kenal tapi juga terlibat konflik, dan ujungnya terlibat hubungan asmara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu dan film itu bercerita tentang mimpi. Hanks dan Ryan dipersatukan oleh mimpi mereka: meneruskan dan menyelamatkan hidup dengan melakukan pekerjaan yang mereka sukai, yaitu menjadi pemilik toko buku. Lebih dari itu, mereka saling jatuh cinta karena berangkat dari sebuah mimpi. Sebuah kemustahilan, bagi kaum pragmatis. Namun, kejujuranlah yang membuka semua kemungkinan. Dan, perubahan hidup tak terelakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ehm, baiklah. Kembali ke tujuan semula, saya ingin berbagi lirik lagu tersebut. Sayang situasi tidak memungkinkan saya memasukkan lengkap dengan versi audionya. Mungkin saya bisa menggunakan situs "M" [beberapa teman sudah memprovokasi saya], tapi saya masih terlalu malas dan sayang meninggalkan halaman situs ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dreams" - The Cranberries&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, my life is changing everyday,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In every possible way.&lt;br /&gt;And oh, my dreams, it's never quite as it seems,&lt;br /&gt;Never quite as it seems.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I know I've felt like this before, but now I'm feeling it even more,&lt;br /&gt;Because it came from you.&lt;br /&gt;And then I open up and see the person falling here is me,&lt;br /&gt;A different way to be.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I want more impossible to ignore,&lt;br /&gt;Impossible to ignore.&lt;br /&gt;And they'll come true, impossible not to do,&lt;br /&gt;Impossible not to do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And now I tell you openly, you have my heart so don't hurt me.&lt;br /&gt;You're what I couldn't find.&lt;br /&gt;A totally amazing mind, so understanding and so kind;&lt;br /&gt;You're everything to me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, my life,&lt;br /&gt;Is changing every day,&lt;br /&gt;In every possible way.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And oh, my dreams,&lt;br /&gt;It's never quite as it seems,&lt;br /&gt;'Cause you're a dream to me,&lt;br /&gt;Dream to me.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-116690029382816210?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/116690029382816210/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=116690029382816210&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116690029382816210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116690029382816210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/12/mimpi.html' title='Mimpi'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-116651947440738397</id><published>2006-12-19T16:08:00.000+07:00</published><updated>2006-12-19T16:14:51.520+07:00</updated><title type='text'>Jiffest 2006, Jiffest Pertama Saya</title><content type='html'>Berapa film yang kamu tonton Jiffest tahun ini? Delapan, sepuluh, tiga belas, atau tujuh belas? Saya cuma lima dan saya senang bisa menyerap banyak cerita baru untuk menambah wawasan perfilman dan menyajikan film-film "bagus" bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, saya mengawali pengalaman pertama menonton Jiffest dengan pesimisme. Saya tidak yakin sempat menonton semua film yang tiketnya sudah saya pesan sejak dua minggu sebelum hari pembukaan. Nyatanya, saya berhasil. Kendala pekerjaan yang saya takutkan sebelumnya ternyata tidak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi saya termasuk generasi Jiffest-ers yang beruntung karena tahun ini festival difokuskan ke dua tempat bergaya: Djakarta Theatre dan eX. Terima kasih untuk kelompok 21 Cineplex. Selain tempat pemutaran di pusat kebudayaan yang terpaksa tidak saya pilih karena semata-mata faktor lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima film yang saya tonton bervariasi. Breaking and Entering dan Russian Dolls yang beraroma Eropa; meski berbeda gaya penuturan, Breaking and Entering karya Anthony Minghella sederhana nan khidmat, sementara Russian Dolls karya Cedric Klapisch sangat kental rasa Perancis-nya. Dua film Asia Timur: A Stranger of Mine dan 3-Iron; membuktikan karya putra Asia tak kalah dari belahan dunia lain. Salut buat Kenji Uchida dan Kim Ki-duk. Satu lagi, sekaligus film penutup Jiffest bagi saya, Babel karya Alejandro Inarritu. Meski sang sutradara berkelas festival, tapi buat saya, ini representasi karya Hollywood. Sedikit jengah dengan besarnya perhatian untuk Babel, padahal – lagi-lagi menurut saya – ceritanya tak setangguh empat film lain yang saya tonton. Sampai hari ini, terus terang saja, saya masih mencari-cari letak kekuatan Babel. Formula yang dipakai Inarritu sayangnya sudah sering dipakai dan jamak buat sebuah film “bagus” untuk ukuran saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima film yang saya tonton memiliki jadwal tayang &lt;em&gt;prime-time&lt;/em&gt;. Saya sebut begitu karena saya memang sengaja memilihnya pada hari libur: Sabtu-Minggu, kecuali 3-Iron yang tayang tengah minggu, hari Rabu. Studio selalu penuh sesak dengan banyak orang yang mengantri. Persis dan sebelum jadwal tayang film pilihan saya, ada jam tayang khusus film tanpa harga tiket masuk alias gratis. Mereka yang berminat harus mengantri sejam sebelum waktu pemutaran demi mendapat tiket. Tak beda, antrian untuk film dengan harga tiket masuk pun lumayan panjang. Apalagi karena penonton tak diberikan kesempatan memilih tempat duduk pada saat membeli tiket. Saya tidak tahu kesulitan atau masalah teknis yang dialami panitia sehingga tidak mampu memberlakukan sistem pemberian tempat duduk ketika penonton membeli tiket. Agaknya ini bisa menjadi perhatian panitia untuk perbaikan tahun depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi menyaksikan antusiasme pengunjung Jiffest 2006, saya membagi mereka ke dalam lima klasifikasi penonton:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;; Mereka yang menonton Jiffest karena benar-benar cinta film, suka film, maniak film… Mereka bersyukur festival film yang menjadi barang langka di negeri ini paling tidak masih bisa berlangsung setahun sekali. Mereka berharap, Indonesia memiliki lebih banyak festival film dan bermimpi memiliki sebuah yang bisa menandingi Festival Film Seoul. Tidak usah jauh-jauh ke Cannes atau Sundance dulu…&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;; Mereka yang rela datang karena Jiffest adalah sebuah tren, sebuah gaya hidup yang patut diikuti. “&lt;em&gt;Secara lagi ngetren gitu lho…,&lt;/em&gt;” tukas mereka. Ditambah dengan tulisan Kompas edisi Minggu, 17 Desember lalu, yang menyatakan penyelenggaraan Jiffest memang sengaja dibikin akrab dengan pasar. Pemilihan beberapa film di antaranya adalah sebagai bentuk kompromi terhadap pasar. Pemilihan Babel sebagai film pembuka barangkali tak lepas dari faktor ini. Tak terelakkan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;; Mereka yang datang karena ikut-ikutan teman. Ketimbang tidak punya acara dan duduk manyun di rumah, mereka mengiyakan ajakan teman-temannya untuk memenuhi ruang tunggu studio. Masalah tidak dapat tiket urusan nanti, yang penting ramai.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Keempat&lt;/em&gt;; Mereka yang nonton karena gratis. Ini Indonesia, bung! Tidak ada yang tidak menyukai barang gratisan. Kapan lagi bisa mencicipi masuk ruangan bioskop senyaman Djakarta Theatre [HTM normal Rp 35 ribu] dan eX [Rp 60 ribu] tanpa harus mengeluarkan kocek dari dalam dompet. Modalnya hanya mengantri dan, &lt;em&gt;voila&lt;/em&gt;, masuklah ke dalam bioskop. Jangan heran tidak berapa lama sebagian dari mereka sibuk mengobrol sendirian, cekikan tidak karuan, atau bahkan meninggalkan film di tengah cerita dengan mumet di kepala dan menganggap jalan-jalan di mal lebih bermakna ketimbang menyaksikan film entah-apa-maksudnya itu.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kelima&lt;/em&gt;; Mereka yang datang dan menonton karena menggantikan janji [atau, ehm, kencan] yang batal. Mereka biasanya mendapat panggilan atau pesan pendek mendadak pada hari pemutaran yang kurang lebih berbunyi “&lt;em&gt;Gw kelebihan tiket Jiffest, elo mau ntn brg gw gak?&lt;/em&gt;”. Beda tipis dengan kelompok keempat, kalau tidak punya acara lain, mereka dengan senang hati menjadi pahlawan penyelamat si empunya “tiket lebih”. Saya berpesan, perlu diwaspadai motivasi ajakan sang pahlawan di kemudian hari. Apakah mereka betul-betul tanpa pamrih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pengalaman Jiffest kali pertama buat saya. Sebagian mungkin menganggapnya cuma pamer keberhasilan dan kebanggaan mengikuti arus gaya hidup urban di ibukota. Sebagian lagi memandang saya benar-benar menyukai film lebih dari sekadar tontonan untuk menghibur – kalau ada yang beranggapan demikian saya berterima kasih banyak. Sebagian boleh menganggap saya tidak punya urusan lain sehingga melebih-lebihkan perihal Jiffest ini dan memakan banyak ruang dalam blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kesemuanya, saya banyak berterima kasih pada seorang teman yang bersedia menemani saya untuk semua film yang saya tonton. Tak enak menjadikan dirinya pengganti janji yang batal terlaksana, tapi toh dia menanggapinya dengan senang hati. &lt;em&gt;Phew&lt;/em&gt;, lega rasanya… Bagi saya, dialah pahlawan sebenarnya untuk Jiffest tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun depan, Jiffest [mungkin] datang lagi. Sepanjang masa penantian, saya hanya bisa menghibur diri dengan wacana-wacana film “bagus” melalui fasilitas keping DVD seharga tujuh ribuan yang biasanya saya dapatkan di Ratu Plaza atau di dekat rumah. Meski begitu, tak pelak, Hollywood lagi-lagi akan banyak memberikan warna untuk film yang akan saya tonton. Terima kasih untuk panitia Jiffest; sampai tahun depan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-116651947440738397?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/116651947440738397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=116651947440738397&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116651947440738397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116651947440738397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/12/jiffest-2006-jiffest-pertama-saya.html' title='Jiffest 2006, Jiffest Pertama Saya'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-116590285641417553</id><published>2006-12-12T12:52:00.000+07:00</published><updated>2006-12-12T12:54:16.426+07:00</updated><title type='text'>Lingkaran yang Sempurna</title><content type='html'>Bagi mereka yang sependapat, film tidak hanya untuk sekadar dilihat dan didengar. Film adalah karya utuh pembauran dari banyak elemen: skenario, sinematografi, editing, dan pemasaran. Dari sudut pandang ini kilm karya Kenji Uchida, A Stranger of Mine, adalah sebuah karya yang mendekati kesempurnaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A Stranger of Mine bercerita tentang kisah sederhana perjuangan seorang laki-laki yang kesulitan mendapat cinta sejatinya. Itu hanya benang merahnya [maaf, spoiler ini tak terelakkan untuk ditulis]. Uchida menggunakan tiga sudut pandang utama: sang lelaki pecundang bernama Miyata, detektif teman Miyata bernama Kanda, dan bos yakuza Asai. Untuk menyambung tiga sudut pandang ini, Uchida menggunakan dua karakter perempuan: Maki dan Ayumi. Film dibuka dengan prolog ketika Maki dengan tegar membuat keputusan sulit, yaitu meninggalkan tunangannya dan pergi tanpa tujuan. Dia mencoba meyakinkan diri dapat hidup sendirian sampai akhirnya bertemu dengan Miyata dan Kanda di sebuah restoran. Dari sini kisah mengalir, sambung menyambung untuk menjadi cerita yang lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A Stranger of Mine sesungguhnya memang genre film yang menyambung potongan demi potongan kisah menjadi sebuah keutuhan. Penggila film tak lagi asing dengan gaya penceritaan ini sejak Quentin Tarantino sukses mengacak stereotipe ala Hollywood lewat Pulp Fiction satu dasawarsa silam. Uchida bukan Tarantino. Tapi hebatnya, Uchida paham memanfaatkan setiap aspek film untuk menanamkan gambar yang utuh di dalam kepala penonton. Cara bercerita Uchida menunjukkan kepiawaiannya menggunakan pelbagai elemen seperti sudut pandang cerita, mata kamera, mimik muka, dialog, musik, bahkan gerakan kaki! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menonton A Stranger of Mine seperti menggambar sebuah kurva bulat yang tertutup rapat. Dalam bahasa sederhana, film ini sebuah lingkaran yang sempurna manakala Uchida berhasil membuat titik penutup bertemu dengan titik pembuka filmnya. Sulit mencari celahnya hanya dengan sekali menonton. Luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;* Review film "A Stranger of Mine" (Kenji Uchida, 2005)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-116590285641417553?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/116590285641417553/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=116590285641417553&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116590285641417553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116590285641417553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/12/lingkaran-yang-sempurna.html' title='Lingkaran yang Sempurna'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-116568519815371263</id><published>2006-12-10T00:26:00.000+07:00</published><updated>2006-12-10T00:32:14.096+07:00</updated><title type='text'>Akhir Sebuah Sabtu</title><content type='html'>Sejak dua minggu lalu, saya memulai sebuah janji dengan akhir yang sudah saya duga. Meski begitu, saya butuh satu setengah jam - untunglah - untuk mengisi kembali kekosongan yang muncul dalam rongga dada begitu janji itu berbalas dengan kekecewaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit berpihak kepada saya sepanjang Sabtu ini - setidaknya di ibukota. Tak turun pula hujan yang saya khawatirkan ketika memulai janji itu. Namun nasib baik memang tak dapat berjalan baik pula tanpa kesungguhan dan keberuntungan. Dengan pagi yang agak gopoh, saya melewati pengalaman udara pertama saya di sebuah radio ibukota dengan relatif lancar. Saya akui saya gugup. Apalagi, saya membenci figur seorang komentator sepakbola yang seperti-tahu-segalanya-tapi-dengan- komentar-yang-membabi-buta-dan-berbusa-busa. Setelah mencicipi posisi sebagai komentator, saya akui saya sudah menanda tangani kontrak untuk bergabung dalam kelompok komentator sepakbola yang seperti-tahu-segalanya-tapi-dengan-komentar-yang-membabi-buta- dan-berbusa-busa. Sejam pun terasa lebih cepat dari biasanya. Benar kata teman saya, cuap-cuap itu zat adiktif nan berbahaya - mestinya BPPOM mulai mengawasi hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelahnya, saya hinggap di pameran buku nasional di bilangan Senayan hanya demi melewati satu persatu stand dengan melengos kiri ke kanan. Memang saya salah memilih hari, Sabtu siang untuk sebuah pameran buku niscaya diisi dengan pengunjung berlalu-lalang yang padat. Belum lagi mereka yang rela membawa serta anak-anaknya demi mencurahkan kasih sayang pada sang buah hati yang ingin membeli buku cerita sesuai keinginannya. Saya berkata kepada diri sendiri, "Saya ke sini untuk melihat buku atau melihat orang-orang sih?!" Tidak betah, saya beranjak ke agenda utama hari ini. Yap, sebuah festival film tahunan ibukota yang diselenggarakan di sebuah bioskop di bilangan Sarinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menumpang busway, tak butuh lama mencapai tempat itu. Istirahat sebentar dan menikmati ketoprak jalanan dengan sebotol teh [kaget juga dengan harga pengganjal perut ini Rp 5.500 saja], saya menanti kedatangan teman-teman di dalam bioskop. Paling tidak, saya takkan menjalani Sabtu ini sendirian saja. Plan B yang berjalan persis di ujung Plan A saya. Posisi kursi sebelah yang sedianya diperuntukkan baginya direposisi oleh seorang teman lama - sekaligus juru selamat saya. Usai film, saya bergabung dengan rombongan teman-teman menghabiskan petang. Kesana-kemari-tak-tentu-arah tak masalah, karena memang tujuan saya untuk selekasnya membunuh waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang pukul 11 malam, saya tiba di rumah demi menghadapi tumpukan pekerjaan yang sengaja saya tunda kerjakan hari ini. Belum lagi saya sentuh mereka sampai detik ini. Besok dan seminggu ke depan, saya akan mulai berdarah-darah lagi; pekan ini juga tugas seorang pewarta harus paripurna. Saya menghidupkan komputer, meregangkan badan, menulis basa-basi tak perlu ini ke dalam blog, dan mungkin setelahnya akan berpikir menyelesaikan sebagian pekerjaan. Dan, dua menit lagi, Sabtu ini segera berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak usah sedih, sidang pembaca. Saya memang kecewa, tapi cukup sampai Sabtu ini saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-116568519815371263?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/116568519815371263/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=116568519815371263&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116568519815371263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116568519815371263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/12/akhir-sebuah-sabtu.html' title='Akhir Sebuah Sabtu'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-116568514212742875</id><published>2006-12-10T00:23:00.000+07:00</published><updated>2006-12-10T00:25:42.143+07:00</updated><title type='text'>Hukuman Seorang Pencuri</title><content type='html'>Dalam hidup, Anda boleh sekali-kali berlagak menjadi pencuri; menyelinap diam-diam, mengambil barang yang Anda mau, dan pergi tanpa jejak. Anthony Minghella bercerita tentang pencuri dalam film terbarunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Breaking and Entering adalah film yang disutradarai dan sekaligus ditulis oleh Anthony Minghella [The English Patient, The Talented Mr. Ripley] dengan sederhana namun berisi. Film dibuka dengan scene pencurian yang dilakukan oleh seorang bocah imigran Bosnia bernama Miro [Rafi Gavron] di kantor milik arsitek Will Francis [Jude Law, Closer] di kawasan rural London, King's Cross. Dengan kelincahannya, Miro menjadi kaki tangan seorang tukang tadah peralatan komputer. Dua kali kantor Will dikerjai, sehingga dia memutuskan untuk mengintai sang pencuri. Pengintaian tersebut ternyata membawanya kepada sebuah dunia baru. Dia berkenalan dengan Amira [Juliette Binoche, Chocolate], ibu Miro, seorang penjahit yang berjuang sebagai orang tua tunggal bagi anak semata wayangnya itu. Awalnya Will ingin menangkap basah Miro, namun dia hanyut ke dalam dunia barunya dan membuatnya terlibat hubungan asmara dengan Amira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya di saat yang sama, Will hidup bersama tanpa ikatan nikah dengan Liv [Robin Wright Penn, Forrest Gump] dan anak perempuannya yang autis, Beatrice "Bea" [Poppy Rogers]. Hubungan mereka selama bertahun-tahun berjalan datar dan nyaris tanpa gairah. Dalam sebuah scene, Minghella menggambarkan hubungan "keluarga" kecil ini di ambang keretakan. Ketika makan malam bersama, Will dan Liv saling berdebat sementara Bea mengeluh soal makanannya. Suasana memanas dan puncaknya, Bea membanting piring makanannya sampai pecah di lantai. Keinginan Minghella menyelesaikan konflik dalam filmnya ini terlihat ketika Liv mengambil kembali piring yang sudah pecah itu dan berupaya menyatukannya kembali kepingannya satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti judulnya, Breaking and Entering bercerita tentang seseorang yang tiba-tiba masuk dalam kehidupan dan membuat semuanya berubah. Minghella menjadikan karakter Will seolah-olah seorang pencuri yang mencampuri peliknya kehidupan Amira. Ketika Will dan Amira berbaring dalam bath tub, janda yang terusir dari tanah kelahirannya itu protes, "Kamu mencuri hati seseorang. Dan apa yang kamu lakukan? Lapor ke polisi?". Ini kutipan terbaik dalam film. Apalagi setelah itu hubungan asmara mereka dipertaruhkan ketika Miro diciduk polisi dan menghadapi sidang persidangan atas tuduhan pencurian. Satu-satunya harapan adalah Will mencabut tuduhan itu. Will harus memilih: mengabulkan permohonan Amira dan membuka semua affair-nya kepada Liv atau diam saja dan membiarkan Amira kehilangan Miro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binoche lagi-lagi bermain baik - lengkap dengan aksen Bosnia yang lancar - sebagai janda yang mampu memikat perhatian pria seperti perannya dalam Chocolate. Wright Penn terlihat jauh lebih dewasa [untuk tidak mengatakan tua] sebagai seorang ibu beranak satu. Law juga tampil sesuai performa sebagai seorang "ayah tiri" yang mencintai anaknya, walaupun chemistry Law dengan Binoche lebih terasa kental. Minghella menggunakan banyak sudut pandang medium close-up dan tidak banyak menginterevensi cerita dengan sub plot macam-macam - kekurangan film meski tak terlalu mengganggu. Hasilnya, sebuah film yang sederhana dengan kisah yang tidak terlalu rumit. Pertanyaannya mungkin hanya satu, setelah membuka pintu [breaking] dan masuk [entering], bagaimana caranya keluar? Dengan cerdas, karena ini sebuah kisah "kejahatan", Minghella mengakhiri filmnya dengan scene persidangan. Ada dua keputusan dalam sebuah persidangan: mengampuni atau menghukum. Dan, itu pun dapat terjadi dalam hubungan manusia. Anda boleh berlagak menjadi "pencuri", tapi suatu saat Anda harus menghadapi persidangan untuk kejahatan itu. Satu-satunya kebenaran adalah Anda memang tak bisa melaporkan kepada polisi seseorang yang telah "mencuri" hati Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;* Review film "Breaking and Entering" (Anthony Minghella, 2006)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-116568514212742875?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/116568514212742875/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=116568514212742875&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116568514212742875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116568514212742875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/12/hukuman-seorang-pencuri.html' title='Hukuman Seorang Pencuri'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-116517403699231787</id><published>2006-12-04T02:24:00.000+07:00</published><updated>2006-12-04T02:27:17.006+07:00</updated><title type='text'>Kalau Amerika Serikat Ingin Mengerti</title><content type='html'>"Dunia lebih baik tanpa Amerika Serikat". Kalimat tersebut sudah sangat sering terdengar di negara kita. Seperti ingin menambah protes anti-kedatangan Tuan Bush ke negeri tenteram nan permai ini, Albert Brooks [Finding Nemo, The In-Laws] mencoba meniru metode Michael Moore [tentu Brooks tak suka dibandingkan seperti ini]: protes melalui film. Berbeda dengan jalan Oliver Stone yang berubah sedikit patriotis dalam World Trade Centre, Brooks menulis dan menyutradarai Looking for Comedy in Muslim World dengan pisau sarkasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, suatu hari Brooks menerima surat dari Pemerintah AS untuk sebuah proyek demi kepentingan negara. Dalam rangka memahami seisi dunia, khususnya populasi Muslim, Pemerintah meminta Brooks mencari tahu apa yang bisa membuat mereka tertawa. Karena dikenal sebagai seorang komedian, Brooks dipilih berangkat selama sebulan ke India dan Pakistan untuk mendapat jawaban atas pertanyaan tersebut. Ditemani dua orang staf pemerintahan, berangkatlah Brooks ke New Delhi. Di ibukota India itu, dia tak menemukan satupun klub komedi - begitu juga di Pakistan. Muncul gagasan untuk menyelenggarakan pertunjukan stand-up comedian. Brooks merasa dia paham betul apa yang bisa membuat orang tertawa. Sekali lagi karena dia seorang komedian, apa susahnya membuat orang tertawa? Dia memperoleh kejutan: ternyata sulit membuat orang India tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini ditulis sekaligus disutradarai oleh Brooks. Brooks memang piawai dalam menulis. Seperti yang dia lakukan dalam filmnya yang lain, misalnya The Muse, kekuatan film terletak pada dialog. Renyah dan menggelitik. Sayangnya akting Brooks terkesan datar dan terkesan dia tak mampu berperan sebagai dirinya sendiri. Namun, Brooks tak dapat menyembunyikan kegemasannya melihat meluasnya konflik dunia yang terjadi belakangan ini. Dalam film dia menggunakan plot suasana kedutaan India dan Pakistan - dua negara tetangga yang saling bermusuhan - yang sama-sama resah menangkap aktivitas misterius seorang Amerika di teritori kedaulatan mereka. Akhir cerita, setelah dua minggu berselang kedatangannya, Brooks terpaksa angkat kaki karena kedutaan AS menangkap sinyal konflik yang terjadi di India. Maksudnya, Brooks ingin menggambarkan sebesar apa akibat dari intervensi AS terhadap negara lain. Misi film ini sendiri terjawab lewat analisis staf pemerintah yang menemani Brooks; dia berpendapat kegagalan Brooks memancing tawa penonton India saat pertunjukan stand-up comedian adalah karena Brooks tidak memahami penontonnya. Dalam film, analisis ini disangkal Brooks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran untuk mereka yang tertarik menonton film ini: jangan bersikeras memahami apa yang ingin disampaikan Brooks. Seperti orang India yang bergeming menonton pertunjukan stand-up comedian Brooks, kita seperti tidak dituntut memahami pesan film karena Brooks memang tidak bermaksud mengalamatkannya pada kita - lebih kepada warga AS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dialog, kekuatan film ini juga terletak pada pesan sarkasmenya. Menurut Brooks, seperti yang dituturkannya pada Maya si sekretaris lokal, sarkasme adalah "berbicara tentang sesuatu tapi sebenarnya tentang hal lain". Sekadar petunjuk [bagi yang tidak senang dirundung penasaran], letak sarkasme itu pada kalimat pertama resensi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Resensi film "Looking for Comedy in Muslim World" (Albert Brooks, 2006)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-116517403699231787?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/116517403699231787/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=116517403699231787&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116517403699231787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116517403699231787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/12/kalau-amerika-serikat-ingin-mengerti.html' title='Kalau Amerika Serikat Ingin Mengerti'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-116495245017989403</id><published>2006-12-01T12:52:00.000+07:00</published><updated>2006-12-01T15:56:46.556+07:00</updated><title type='text'>Fragmen Jumat</title><content type='html'>Hari pertama di bulan Desember. Awan mendung menutup langit Jumat ini. Sebuah hadiah kecil dari Tuhan untuk umat-Nya. Seperti biasa mesjid dipenuhi umat yang ingin beribadah. Mendekati waktu azan, ruangan dalam sudah penuh namun masih menyisakan beberapa tempat lowong di pelataran dan halaman mesjid. Biasanya tempat favorit jemaah adalah di bawah dua pohon kamboja rindang yang tumbuh berdekatan. Tapi dengan matahari yang malu-malu bersembunyi di balik awan, tempat bukan lagi masalah. Ah, kalau saja matahari berani unjuk diri pun semua tempat sama saja. Bulan Desember, posisi matahari [atau bumi?] sudah berubah. Bayangan mulai jatuh condong ke sebelah utara, sudah di luar halaman mesjid. Bayangan? Tidak tampak pula ada bayangan, sinar matahari sejenak jadi barang langka di sini. Perubahan membuat manusia merasa canggung, seperti seorang kakek yang dengan kikuk membalas jabatan tangan seorang anak muda di sebelahnya. Agaknya sudah dimaklumi, masa kini rasa hormat kepada orang yang berusia lebih tua sudah jauh berkurang. Herannya, mereka justru heran ketika masih ada yang menganut tradisi lama itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mimbar, Khatib berceramah singkat. Intinya masalah waktu. Dia mengutip salah satu surat dalam kitab suci: “Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar ada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Dan saling menasehati supaya menaati kebenaran. Dan saling menasehati supaya menetapi kesabaran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu jam saja berjalan. Begitu Imam mengucap salam, hubungan transedental sontak terhenti. Jemaah berangsur pulang. Larut dalam aktivitas semula. Sedikit yang beriktikaf. Awan pun berubah; menepi memberi jalan pada matahari memberikan sinarnya ke muka bumi. Bayang manusia, bayang benda-benda, mulai nyata dan jelas lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-116495245017989403?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/116495245017989403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=116495245017989403&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116495245017989403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116495245017989403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/12/fragmen-jumat.html' title='Fragmen Jumat'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-116430121895315660</id><published>2006-11-23T23:58:00.000+07:00</published><updated>2006-11-24T00:00:18.970+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Rasionalisasi</title><content type='html'>Hari ini saya akhiri dengan obrolan panjang bersama seorang teman lama di kedai kopi sebuah hotel di bilangan Sudirman. Kami bertemu dalam rangka peluncuran buku yang menjadi sebuah proyek di tempat kerja saya yang lama. Saya datang sejak siang. Didahului seminar, acara usai sebelum pukul lima. Dia bertanya apakah saya punya waktu untuk mengobrol sebentar. Saya mengiyakan. Padahal saya ingin pulang lebih awal. Jarang-jarang pulang ke rumah sebelum matahari terbenam. Tapi, saya pikir obrolan ini takkan membuat saya rugi. Rasanya saya benar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"How're you doing?"&lt;br /&gt;Dia memulai obrolan, persis sebelum memesan sepiring nasi goreng ke pelayan. Saya memesan burger dan kami sama-sama meminta segelas orange juice. Kemudian saya menjawab. Bercerita panjang lebar. Semuanya keluar. Hampir semuanya, setidaknya saya harus menyimpan sedikit untuk garis pertahanan saya sendiri. Sedikit saja [tampaknya sih tidak berhasil...he-he..]. Saya bercerita saya khawatir dengan manajemen tempat saya bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mendebat dengan gaya khasnya, "What's the matter? Your job is nothing to do with the management!"&lt;br /&gt;Baiklah, saya mengeluarkan segenap argumen yang saya bisa untuk menangkis pertanyaannya. Tapi, seperti biasa, teman saya ini selalu memiliki alasan logis untuk semua pertanyaannya. Semua!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bilang semestinya saya sudah tahu konsekuensi sebelum memilih tempat kerja baru ini. Itu tak jadi soal. Saya sudah tak perlu diberi tahu lagi. "They're just establish. Beda dengan tempat kerja lamamu, mereka sudah establish. Kalau hal semacam itu terjadi, pantas kau pertanyakan." Lantas dia bilang pekerjaan saya adalah menulis dan menepati deadline. Hanya itu. Tak ada urusan langsung dengan kebijakan manajemen. Dia memahami beberapa aspek kekhawatiran saya, tapi dia menggaris bawahi bahwa fungsi kerja saya adalah "Menulis dan menepati deadline." Titik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya paham soal ini. Tapi, saya mencoba bantah lagi, orang butuh kepastian. Certainty. Dia cuma tersenyum simpul dan menghentikan sesuap nasi ke dalam mulutnya. Lalu selama beberapa menit lamanya dia bicara panjang. Intinya, "Who would know? Media yang sudah lama terbit bisa saja mendadak collapse dan berhenti. Mereka yang baru bisa saja bertahan setelah melewati tahun-tahun pertama yang sulit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tegaskan lagi, orang bekerja butuh kepastian. Dia menjawab lebih tegas, "Nothing is certain!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami jeda sejenak, menghabiskan makanan masing-masing. Setelah habis, ngalor-ngidul ke hal lain, kami kembali ke topik semula. Dia menasihati kalau saya sudah tahu arah dan kemampuan dalam pekerjaan saya saat ini, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Masih banyak jalan lain yang bisa dilakukan. "Kalau kamu bagus, kamu takkan berhenti di satu titik. Kamu akan terus berkembang di manapun kamu berada. Kalau kamu sudah merasa tak berkembang lebih jauh lagi, kamu harus mencari jalan lain. Selalu cari kesempatan itu," nasihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terdiam, mengecap kalimat itu. Masuk akal. Saya ingat renungan lama, tidak boleh tergantung pada pihak lain, kecuali diri sendiri. Obrolan kami lalu berlanjut kepada banyak rasionalisasi lain yang layak didengar pemula seperti saya. Lantas kami mengobrol banyak tentang manajemen media, gaya bahasa, orang-orang [padahal dia ingin menghindari bergosip ria], dan kabar-kabar seputar tempat kerja lama saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendekati ujung obrolan, sudah tiga jam lebih kami duduk di sini, dia meluncurkan pertanyaan pamungkas. "Jadi, bagaimana?" pancingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir sejenak dan menyimpulkan semua rasionalisasi malam ini, saya menjawab mantap.&lt;br /&gt;"I'll stay!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengangguk. Kopi yang kami pesan belakangan sudah habis diminum. Kami kemudian berpisah dan sepakat bertemu lagi bila ada kesempatan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, satu lagi obrolan panjang yang penuh inspirasi. Saya pun pulang malam lagi. Tapi, saya tidak pulang hanya membawa buku, juga rasionaliasi. Dan janji...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-116430121895315660?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/116430121895315660/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=116430121895315660&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116430121895315660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116430121895315660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/11/sebuah-rasionalisasi.html' title='Sebuah Rasionalisasi'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-116401147149892634</id><published>2006-11-20T15:29:00.000+07:00</published><updated>2006-11-20T15:31:11.513+07:00</updated><title type='text'>Pertanyaan untuk Sebuah Pencarian</title><content type='html'>Pernahkah kamu berhenti mencari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bilang hidup ini pencarian. Sebagian dari mereka bilang sudah menemukan apa yang mereka cari, tapi belum puas dengan keadaan. Sebagian lagi lebih fatalis; tidak tahu apa yang mereka cari. Salah satu petunjuk paling mudah: apa yang kita cari adalah yang kita inginkan. Apa keinginanmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencarian itu absurd, kata Albert Camus. Tidak akan ada lagi hal baru di muka bumi ini karena segala sesuatunya sudah berjalan sebagaimana mestinya. Jadi, monsieur Camus, apakah keinginan manusia sama absurdnya dengan mitos seorang Sisifus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertemu denganmu. Dan aku ingin berhenti mencari saat ini juga… Apakah ini sebuah kenyataan, Adinda?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-116401147149892634?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/116401147149892634/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=116401147149892634&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116401147149892634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116401147149892634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/11/pertanyaan-untuk-sebuah-pencarian.html' title='Pertanyaan untuk Sebuah Pencarian'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-116289347901777169</id><published>2006-11-08T07:51:00.001+07:00</published><updated>2006-11-07T16:57:59.026+07:00</updated><title type='text'>Kamu Mau Ke Mana?</title><content type='html'>Stuck!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah merasa seperti ini? Terjebak dalam sebuah situasi di mana kamu tidak tahu mau ke mana, tidak ada petunjuk sama sekali, dan – parahnya – kamu tidak tahu keinginan kamu sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insting saya bilang, saya harus menunggu impuls untuk membuat momentum. Artinya, dari luar. Tindakan yang saya buat tergantung bagaimana lingkungan eksternal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan saya bilang, saya harus masih tinggal. Tetap ada. Kalau ini sudah bicara, seperti biasa, jadi sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa saya sudah punya jawabannya… Orang sebenarnya sudah punya jawaban masing-masing. Mereka cuma butuh di-encourage; reinforcement.* &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban untuk kamu juga. Mudah-mudahan semuanya jadi lebih baik…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;em&gt;dalam sebuah percakapan maya dengan seorang teman&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-116289347901777169?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/116289347901777169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=116289347901777169&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116289347901777169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116289347901777169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/11/kamu-mau-ke-mana_07.html' title='Kamu Mau Ke Mana?'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-116221152255202923</id><published>2006-10-30T19:27:00.000+07:00</published><updated>2006-10-30T19:32:02.566+07:00</updated><title type='text'>Dua Puluh Enam</title><content type='html'>Saya merasa bertambahnya usia seperti sebuah perangkap berbahaya. Di tengah ucapan dan do'a selamat serta sukses, masih ada pertanyaan yang sejak dulu belum terjawab. Tak bisa dideskripsikan dalam satu kalimat, tapi rasa-rasanya ini tentang arah. Tentang masa depan. Tentang persiapan. Tentang perubahan. Tentang harapan... Entahlah... Makin dipikirkan, makin terasa seperti belenggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat ulang tahun, manusia platonis!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-116221152255202923?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/116221152255202923/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=116221152255202923&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116221152255202923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116221152255202923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/10/dua-puluh-enam.html' title='Dua Puluh Enam'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-116210205751280385</id><published>2006-10-29T13:07:00.000+07:00</published><updated>2006-10-29T13:18:08.823+07:00</updated><title type='text'>Selamat Lebaran</title><content type='html'>Bunyi sebuah iklan komersil [yang sudah terdengar sangat awam]: "Lebaran kali ini paling berkesan bagiku..." Lebaran seharusnya meninggalkan kesan. Bagaimana tidak, Lebaran adalah imbalan bagi para juara setelah menempuh ujian panjang berpuasa sebulan penuh. Tapi, sayangnya sampai seminggu menjelang usai, saya belum menemukan makna Lebaran tahun ini secara individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saya bilang dalam posting terdahulu, puasa tahun ini membuat saya kewalahan. Itu karena satu dan lain hal di kantor. Sudahlah, sudah lewat. Sesungguhnya ini semua hanya tantangan bagi saya sendiri kalau segala sesuatunya belum pasti. Saya rasa dengan kondisi seperti saat ini, saya memilih untuk terus menikmati tantangan itu. Apapun yang terjadi... Apa yang membuat saya rugi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak saya belajar lagi pada bulan suci dan Lebaran tahun ini. Meski berantakan, toh, kalau dipikir-pikir Lebaran ini juga meninggalkan kesan: Pada hari kemenangan tahun ini, saya belajar menghadapi sebuah kekalahan. Kemenangan tidak cuma soal menang, tapi juga bagaimana bangun kembali setelah kalah. Rinus Michels menunggu sampai 14 tahun untuk mengukir sejarah manis bersama tim Oranje. Hebatnya, dia melakukannya persis di tempat dia dulu ditaklukkan [oleh nasib].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib, takdir, kehidupan... adalah sebuah teka-teki. Kamu tidak bisa menjawabnya hari ini, tapi nanti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minal aidin walfa idzin. Semoga kemenangan tetap ada dalam hati kita. Maafkan lahir-batin. Sampai berjumpa puasa tahun depan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-116210205751280385?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/116210205751280385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=116210205751280385&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116210205751280385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116210205751280385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/10/selamat-lebaran_28.html' title='Selamat Lebaran'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-116134115502669194</id><published>2006-10-20T17:33:00.000+07:00</published><updated>2006-10-20T17:45:55.063+07:00</updated><title type='text'>Jumat Sebelum Lebaran</title><content type='html'>Sebentar lagi, seminggu yang melelahkan itu akan lewat sudah. Deadline sudah selesai Jumat sebelumnya. Praktis, lima hari kerja sejak Senin kemarin hanya diisi aktivitas non-produktif. Tak masalah, puasa sekali-kali boleh menjadi apologi yang obyektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa sendiri hanya dalam hitungan hari. Ada yang bilang Lebaran jatuh hari Senin, ada pula yang bilang Selasa. Keluarga saya sendiri belum menentukan memilih versi yang mana. Biasanya kalau ada perbedaan begini, kami memilih ikut versi Pemerintah. Puasa tahun ini juga melelahkan. Bedanya sangat terasa dibandingkan yang sudah-sudah. Bukan masalah godaan fisiknya, tapi secara batin, tantangan puasa tahun ini jauh lebih besar. Jujur, saya sulit mengendalikan diri menghadapi puasa tahun ini. Mungkin saya menyerah, tapi niat saya tetap lillahi ta'ala. Biarkan Yang Di Atas menilai upaya dan ibadah saya sepanjang bulan suci ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini hari terakhir di kantor. Sebenarnya kantor pula yang menjadi sumber "masalah" tersebut. Untungnya, hari ini semuanya diperjelas. Paling tidak sudah ada komitmen lisan yang bisa saya pegang untuk memperjelas masa depan. Mudah-mudahan seterusnya akan begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sekaligus menjadi Jumat terakhir pada Ramadhan tahun ini. Setahun lalu, saya membuat tulisan khusus tentang hari Jumat terkahir di bulan puasa. Saya berupaya mempertahankan kebiasaan itu. Tapi tak hanya itu yang membuat saya merenung dan terharu hari ini. Ada sesuatu yang membuat saya menghargai diri sendiri sampai seperti ini pada hari ini dan detik ini. Jawabannya, seperti dalam dua tulisan saya terdahulu, adalah masa lalu. Ternyata masa lalu tidak hanya ada untuk dikenang, tapi untuk membuat kita menghargai diri sendiri di masa sekarang. Sebuah pelajaran, tapi masih kecil artinya dibanding ridha yang semestinya bisa saya dapatkan selama bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, sudahlah... Tak boleh ada ruang untuk penyesalan, bukan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-116134115502669194?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/116134115502669194/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=116134115502669194&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116134115502669194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116134115502669194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/10/jumat-sebelum-lebaran.html' title='Jumat Sebelum Lebaran'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-116084737721304976</id><published>2006-10-15T00:32:00.000+07:00</published><updated>2006-10-15T00:36:17.226+07:00</updated><title type='text'>Masa Kini yang Sepi</title><content type='html'>Sabtu ini aku memberikan kesempatan untuk teman-teman SMU dulu. Bulan puasa memang bulan berkah, semua sepertinya harus dapat giliran buka bersama. Tak banyak memang, hanya ada empat dari kami. Dulu kami semua satu kelas - dari kelas satu sampai tamat. Pertemuan ini seperti pertemuan dengan teman-teman lama lain, kali kesekian dalam beberapa bulan terakhir dan sama pula menguras kenangan masa lalu. Walau semuanya sadar sedang berdiri di masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupakan sejenak kekinian. Kami berkumpul di rumah Paolo. Kawasan Rawamangun yang selalu kuanggap tempat paling strategis di Jakarta. Itu semata-mata karena aku sempat tinggal di Rawamangun dan merasakan kemudahan menjangkau keramaian ibukota: Kelapa Gading, Senen, Blok M, Grogol, bahkan Bandara. Semua tinggal sekali naik bus dari terminal Rawamangun! Sebelum ke rumah Paolo, aku dan Yudi mampir sebentar di Tip Top Rawamangun. Ini dia tempat aku menghabiskan sore atau petang tak berisi waktu SMU dulu. Belanja titipan ibu, mencari koran, jajanan, atau sekadar jalan-jalan sore tanpa arah. Lumayan lama aku tak melongok daerah ini. Satu blok persis di depan Tip Top adalah kawasan perumahan yang padat. Aku masih mampu mengingat bunyi keramaian yang melintas di depan rumahku, pagi siang sore malam: tukang roti, bakso, pengamen, anak-anak pulang sekolah, tetangga, deru kendaraan di jalanan... Aku tergoda untuk mengintip seperti apa lingkungan itu sekarang. Tapi enggan. Canggung rasanya melangkah kembali ke masa lalu, bertemu mereka yang pernah kukenal. Ini situasi yang ingin kuhindari. Bukan karena lupa atau tak hormat, tapi melempar jiwa dan raga kembali ke masa lalu butuh waktu dan ruang yang tidak sederhana. Mungkin itu cuma aku saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sambil menunggu Nano, kami berbuka di rumah Paolo. Berempat bersama ibunya. Puasa kali ini terasa agak berbeda di rumah Paolo karena kebetulan ayahandanya wafat beberapa bulan silam. Sepi menemani kami senja ini. Nano tiba. Di meja makan sambil menikmati makanan ringan, kami selintas mengobrol tentang masa sekolah. Kuakui aku agak ketinggalan soal kenangan ini. Kekurangannya satu caturwulan - empat bulan - karena aku anak baru waktu itu. Yudi membuatku terkejut. Ia bercerita masih bermimpi soal masa sekolah. Ada kilasan yang menyertakan kami semua di situ. Semuanya hadir seolah muncul lagi hari ini. Ah, kenapa kali ini ceritanya sama saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, perjalanan buka bersama kali ini tak begitu ramai. Waktu pertemuannya mungkin agak dipaksakan. Kebetulan kami semua sedang menghadapi beban pekerjaan yang sangat menyita waktu beberapa minggu terakhir. Keceriaan muncul sebentar, begitu makan malam tandas disikat, pelan-pelan semangat itu sirna. Semua orang ingin langsung pulang ke rumah, kecuali aku mungkin. Aku masih ingin melarikan diri, kalau dapat. Namun malam akhirnya mengantar kami pulang ke rumah masing-masing. Maaf, tidak ada cerita sentimentil lagi di ujung pertemuan ini. Mungkin akulah  cerita sentimentil itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kamu berdiri di depan pintu dan sedang memegang gagangnya, Adinda. Kenop itu merayumu dan seisi ruangan sudah siap menyambutmu. Selamat datang dalam kenanganku. Biar semuanya meluruh... Biar bebas... Dan biar sepi menjadi pilihanku.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-116084737721304976?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/116084737721304976/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=116084737721304976&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116084737721304976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116084737721304976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/10/masa-kini-yang-sepi.html' title='Masa Kini yang Sepi'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-116025684869646807</id><published>2006-10-08T04:31:00.000+07:00</published><updated>2006-10-11T13:33:28.590+07:00</updated><title type='text'>Antara Hari Ini dan Masa Lalu</title><content type='html'>Lagi-lagi mereka. Tujuh orang teman lama. Kami bertemu untuk berbuka puasa bersama. Aku mengaturnya dari sebuah rencana spontan. Kemarin lusa, aku mengajak mereka bertemu dan masing-masing bersedia. Ini lumayan mengejutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami duduk mengelilingi tiga buah meja kecil yang disatukan pelayan di foodcourt sebuah pusat perbelanjaan ibukota. Sebenarnya ada empat lima teman lain yang kami ajak, tapi tak semuanya bisa sempat hadir. Tapi tak apalah tujuh orang teman lama dapat berkumpul saja sudah memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi masa lalu. Ah, tidak juga. Kami juga banyak membahas kekinian. Freddy, temanku yang duduk paling ujung kiri meja baru sebulan menikah. Istrinya ikut dibawa serta. Sangat jelas terlihat mereka masih sangat menikmati masa-masa bulan madu - tak masalah meski harus diselang bulan suci Ramadhan. "Bulan puasa tak perlu disiasati," selorohnya. Kami tergelak. Sang Istri hanya bisa menahan ledakan tawa dengan sebelah tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandu beda lagi. Lumayan lama dia menghilang dari peredaran. Sibuk menjadi kameramen sebuah stasiun televisi nasional - atau mungkin ada alasan lain? Sepanjang pertemuan, dia asyik mengobrol dengan Gilang yang sedang menabung masa depannya. Kebetulan Gilang memang sudah akrab dengan kamera sejak kuliah dan sempat berkecimpung di industri pertelevisian untuk beberapa waktu. Tiga bulan terakhir, aku lupa hitungan pastinya, Gilang menantang hidup di ibukota. Berupaya melepaskan diri dari kesejukan Kota Kembang yang melenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan Gilang, duduk Sapto. Mantan aktivis kampus yang sekarang bekerja di sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat. Dia sempat mengeluh tentang kuliahnya yang belum selesai, tapi tak tampak urat keputus asaan di wajahnya sepanjang malam ini. Di sebelah Sapto, ada Hanif. Selalu tampak ceria dan sejak kami bertemu sampai bubaran berupaya mati-matian meledekku. Tak terlalu serius. Sekadar menyegarkan dunia kami yang makin kering berkat rutinitas. Hanif baru saja terpancing membeli sepasang sepatu kets. Dituduhnya itu ulahku mengomporinya. Salahnya sendiri, balasku, tak punya pendirian kalau memutuskan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa lalu adalah magnet tersendiri. Kami disatukan oleh sebuah tempat, tepatnya pondokan kosan, nyaris sepuluh tahun lalu di belahan dunia baru nun di Jatinangor sana. Cakrawala yang tak pernah usang mengisi langit hati kami dari dulu bahkan sampai sekarang. Sekali-sekali nostalgia melintas di langit malam ini dan kami menyambutnya dengan suka cita. Seolah itu baru saja terjadi kemarin. Mungkin ini yang menjadi satu-satunya alasan kenapa teman kami yang paling akhir bergabung, Deni, bergegas meninggalkan acara buka bersamanya di tempat lain untuk bergabung bersama kami. Pertemuan ini memang demi masa lalu yang memabukkan. Dalam sebuah pesan pendek, Freddy pernah menuangkan perasaan sentimentilnya. "Aku bermimpi kembali ke Jatinangor. Tampak sekilas kau di situ, dengan yang lain. Lengkap. Tapi, belaian lembut Istri membuatku bangun dan membuyarkan semua." Oh, ternyata aku bukan satu-satunya orang yang pernah tersesat jauh di dalam galaksi kenangan dan masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga jam usia pertemuan kami. Ada kesan mendalam yang sulit kukatakan tentang malam ini. Lagi-lagi bukan aku seorang yang mendapat kesan serupa. Beberapa jam setelah berpisah, aku menerima pesan pendek di ponsel. Dari Gilang dan Freddy. Mereka merasa bersyukur dapat bertemu dan melampiaskan rindu dengan teman-teman lain atas nama masa lalu. Meski kadang sulit dilupakan, seharusnya kita bahagia memiliki masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama aku melirik layar ponselku. Tak sabar, segera kuketikkan pesan pendek baru. "Dua tahun aku mengenalmu, Adinda. Dan aku tak mau menjadikanmu masa lalu. Paling tidak, belum saat ini..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam masih panjang. Esok akan ada. Harapan, seperti daur, pasti akan terus terbit.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;[15 Ramadhan 1426 H / 04.05, menjelang Imsak - on a serene dawn]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-116025684869646807?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/116025684869646807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=116025684869646807&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116025684869646807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116025684869646807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/10/antara-hari-ini-dan-masa-lalu.html' title='Antara Hari Ini dan Masa Lalu'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-116025666860802169</id><published>2006-10-08T04:29:00.000+07:00</published><updated>2006-10-08T04:31:08.620+07:00</updated><title type='text'>Rencana B Marco Van Basten</title><content type='html'>Partai kualifikasi Belanda melawan Bulgaria di Sofia adalah Rencana B buat pelatih Marco van Basten. Sayang, setelah 90 menit rupanya dia butuh Rencana C, D, E, ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangkal masalahnya adalah Klaas-Jan Huntelaar. Dalam sesi latihan dengan klubnya, Ajax Amsterdam, penyerang muda andalan San Marco ini cedera engkel dan divonis absen dari lapangan hijau selama sebulan. Marco terpaksa menjilat ludahnya sendiri. Sambil mengunyah bulat-bulat harga dirinya, dia menelepon Ruud van Nistelrooy ke Madrid sana. "Ayolah, Ruudtje. Tim membutuhkanmu," bujuk Marco. Ruud tersenyum simpul dan menjawab dengan tenang, "Tidak, tuan bondscoach."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Marco bertambah pusing saat pinangannya juga ditolak mentah-mentah oleh Mark van Bommel. Andalan baru Bayern Munich ini bahkan tak menyembunyikan kebenciannya. "Selama Marco masih melatih Oranje, aku takkan pernah bermain untuknya," begitu sumpahnya. Oranje memang bukan hanya Ruudtje dan Mark. Tapi pemain-pemain muda Oranje masih perlu layanan konseling kedua pemain senior itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa Ruudtje dan Mark, Marco menantang Hristo Stoichkov di Sofia, Bulgaria. Belum seperempat jam pertandingan, pipi Marco ditampar dua kali. Pertama, akibat salah jatuh, penyerang utama tim Dirk Kuyt - yang diyakini mengambil alih figur kepahlawanan tim - cedera engkel. Tak lama, tusukan Martin Petrov dari sayap kiri berhasil membobol gawang Edwin van der Sar. Saatnya Rencana B. Ups, maaf, mungkin bagi Marco sendiri ini sudah Rencana C. Kuyt toh bukan pilihan pertama Marco untuk posisi nomor 9 dalam strategi permainannya. Ryan Babel pun dimasukkan dan Oranje bermain dengan tiga penyerang sayap!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sudah diduga, posisi ujung tombak - ajaibnya - ditempati Robin van Persie. Pemain muda ini makin matang saja. Dia mampu menjawab kepercayaan sang pelatih dengan membukukan gol penyeimbang kedudukan saat pertengahan babak kedua. Pertandingan pun berakhir sama kuat, 1-1. Herannya tidak ada lagi pergantian yang dilakukan Marco pada babak kedua - kecuali pergantian "basa-basi" Stijn Schaars pada injury time. Strategi tiga penyerang sayap di lini depan memang mengejutkan, namun belum berhasil mencuri angka penuh di kandang lawan. Marco lebih memilih bersikap pragmatis ketimbang berjudi dengan memasukkan Jan Vennegoor of Hesselink menggantikan salah satu gelandang atau beknya, misalnya. Andaikan sampai menjelang peluit panjang kalau tiga penyerang sayap itu masih buntu, Jan bisa saja menjadi Rencana C Marco.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas Marco belum selesai. Dia harus mengantungi banyak rencana di saku jaket pelatihnya. Tidak bisa lagi kau andalkan kelincahan Robin, Arjen Robben, atau Wesley Sneijder semata, wahai Marco! Kau butuh senjata pamungkas. Kau butuh Rencana D, E, F, ..., sampai Z sekalipun! Pertanyaannya sekarang, apakah perdamaian dengan Ruudtje dan Mark masuk dalam agendamu, Marco?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-116025666860802169?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/116025666860802169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=116025666860802169&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116025666860802169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/116025666860802169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/10/rencana-b-marco-van-basten.html' title='Rencana B Marco Van Basten'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-115986415281893166</id><published>2006-10-03T15:26:00.000+07:00</published><updated>2006-10-03T15:29:12.830+07:00</updated><title type='text'>Sepuluh Hari</title><content type='html'>Lewat sudah sepuluh hari Ramadhan&lt;br /&gt;ternyata tidaklah ringan&lt;br /&gt;terjebak himpitan beban&lt;br /&gt;berat nian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Engkau ridha menerima ibadahku, Tuhan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-115986415281893166?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/115986415281893166/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=115986415281893166&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115986415281893166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115986415281893166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/10/sepuluh-hari.html' title='Sepuluh Hari'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-115892398690682039</id><published>2006-09-23T08:16:00.000+07:00</published><updated>2006-09-22T18:19:46.920+07:00</updated><title type='text'>Do'a Ramadhan</title><content type='html'>Dan tentu saja, Ramadhan. Bulan banjir berkah dan maghfirah. Maafkan kesalahan saya seperti saya memaafkan kesalahan teman-teman. Semoga kita memperoleh kemenangan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marhabban...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Seperti yang ditayangkan dalam layar ponsel saya sore ini, dari hati yang ikhlas menyambut bulan suci...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-115892398690682039?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/115892398690682039/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=115892398690682039&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115892398690682039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115892398690682039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/09/doa-ramadhan.html' title='Do&apos;a Ramadhan'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-115873677963869548</id><published>2006-09-20T14:18:00.000+07:00</published><updated>2006-09-20T14:19:39.640+07:00</updated><title type='text'>Lidah</title><content type='html'>Benar memang kalau pepatah mengatakan “lidah tak bertulang”. Lidah tak bisa berbohong. Dalam cerita saya ini, lidah tak bisa membohongi asal usul manusia pemiliknya. Terima kasih untuk keaneka ragaman budaya Indonesia. Lingkungan tempat manusia Indonesia tinggal memberi identitas yang khas, salah satunya lewat bahasa dan logat bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan saya tidak begitu mendalam. Tapi beberapa kali saya sukses menebak asal usul daerah orang dengan logat tertentu. Modal utamanya tentu prasangka. Nomor dua, berkat latar belakang keluarga asal Sumatera dan lingkungan masa kecil membuat saya akrab dengan lidah Melayu, Minang, dan Palembang. Meski pengetahuan itu tidak komprehensif – belum tentu saya menebak dengan pasti asal daerahnya secara spesifik – tapi ini jadi hiburan tersendiri di belantara ibukota. Tak banyak yang berlidah Melayu di sini. Jadi, ada semacam kerinduan yang menyeruak bila menemukan logat yang saya kenali di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tak akan susah membedakan lidah medok Jawa atau Sunda, misalnya, yang memang mudah ditemui di kota metropolitan ini. Suatu ketika menjelang wawancara seorang narasumber di daerah Tanjung Duren, saya ditemani stafnya. Kami sempat mengobrol – tak lebih basa-basi. Dia keturunan Cina, tapi mendengar logat dari lidahnya rasa-rasanya saya tidak asing. Benar saja, tanpa perlu saya tanyakan dia mengaku berasal dari Palembang. Nah! Di dalam hati, saya tersenyum bangga bisa menebak benar asal usulnya. Pernah juga saat hari-hari pertama penataran kuliah di Bandung, saya kebetulan berjalan berbarengan seseorang mahasiswa baru dari fakultas lain. Sepanjang perjalanan, kami mengobrol basa-basi. Lagi-lagi, dari lidahnya saya sudah berprasangka dia orang Minang. Saya labrak saja, “Kamu orang Minang?” Agaknya, pertanyaan saya ini sedikit mengganggu. Dengan sedikit meringis, dia mengangguk. Saya bilang, “Ketahuan dari logatnya.” Sedikit dengan rasa bangga yang tidak perlu. Dia mengelak, “Tapi saya sudah lama tinggal di Bandung.” Oke, sudah lama tinggal di Bandung tapi lidahmu tak bisa membohongiku, kawan, bilang saya dalam hati. Obrolan kami tak berlanjut, mungkin saya sudah menyinggung egonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu logat lagi yang membuat saya melayang kembali ke masa lalu. Logat ini datang dari lidah penduduk sebuah pulau paling terkenal di Indonesia. Pada kesempatan seperti tadi pagi, saya kembali mendengar logat itu. Mungkin ini logat yang tidak bisa saya lupakan seumur hidup. Khas sekali terdengar. Pertama kali telinga saya mengakrabkan diri dengan lidah ini adalah pada tahun-tahun pertama kuliah. Unik. Lebih istimewa lagi, karena saya mempunyai pengalaman khusus tentangnya. Wah, kalau boleh saya meminta logat itu hanya boleh datang dari lidah yang saya kenal itu. Pagi ini, saya mendengarnya dari atas angkutan umum. Wajar saja, pangkalan angkutan itu memang berada di dekat sebuah pura di pinggir Kalimalang. Sepertinya saya tidak perlu memberikan petunjuk lebih jelas lagi. Ah, sedikit kenangan tidak akan menyakitkan, bukan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-115873677963869548?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/115873677963869548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=115873677963869548&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115873677963869548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115873677963869548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/09/lidah_20.html' title='Lidah'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-115857611461982648</id><published>2006-09-18T17:24:00.000+07:00</published><updated>2006-09-18T17:41:54.660+07:00</updated><title type='text'>Kota Belanja</title><content type='html'>Akhirnya saya kembali lagi ke Bandung weekend kemarin. Sebuah hajatan teman dekat yang baru saja menjadi "supir" [ingat tulisan saya terdahulu?] mengantar saya kembali ke kota taman kembang itu. Tidak banyak yang saya tangkap dari sana, selain yang satu ini: Dia berubah. Terima kasih untuk tol Cipularang. Memang jalanannya yang kecil dan ramping sesak menampung kendaraan-kendaraan berpelat nomor B. Tapi paling tidak Bandung berdandan [syukurnya tak ada lagi masalah runtah di sana]. Plaza Bandung Indah yang sederhana itu ternyata direnovasi. Sekarang tampak jauh lebih modern. Plaza Sultan Agung di jalan Sultan Agung, searah jalan Cihampelas, ditutup dan direnovasi total. Pemandangan mencolok juga tampak di simpang Dago: melengkapi McDonald 24 jam yang selalu diramaikan jejaka dan mojang kota ini, sedang dibangun gedung lain - mungkin pertokoan lagi, siapa tahu? Bandung adalah kota belanja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm, saya belum puas! Kapan saya bisa datang lagi?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-115857611461982648?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/115857611461982648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=115857611461982648&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115857611461982648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115857611461982648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/09/kota-belanja.html' title='Kota Belanja'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-115797646344179424</id><published>2006-09-11T18:31:00.000+07:00</published><updated>2006-09-11T19:07:43.623+07:00</updated><title type='text'>Ayolah Marco, Ruudtje masih ada!</title><content type='html'>Satu-satunya hal yang membuat saya tetap terjaga sampai pukul dua dinihari tadi adalah harapan melihat pemain berseragam 17 Real Madrid itu mencetak hattrick. Harapan [atau do'a] saya terkabul. Menit pertama injury time, Ruud van Nistelrooy mencetak hattrick pertamanya pada partai kedua di Liga Spanyol!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya pada saat yang sama stasiun televisi yang lain memutar ulang partai perdelapan final Jerman 2006 Belanda vs Portugal. Ya, Ruudtje tidak bermain dalam Battle of Nuernberg itu dan saya muak menontonnya lagi. Maka, meski bukan penggemar Los Galacticos, saya merelakan waktu untuk melihat aksi Ruudtje bersama klub barunya tersebut. Empat hari sebelumnya, Oranje turun bertanding dalam rangka kualifikasi Euro 2008 melawan Belarusia. Mereka menang 3-0 dan semua gol tercipta hasil set piece. Seminggu sebelum ini, mereka melawat ke Luksemburg. Menang, memang. Tapi tak dinyana hasilnya “hanya” 1-0. Itupun bek Joris Mathijsen yang membuat gol. Ke mana perginya debut gemilang Klaas-Jan Huntelaar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah gemblengan Marco van Basten, anak-anak muda Belanda belum tampil meyakinkan. Apalagi San Marco bersikeras meninggalkan jasa pemain-pemain senior dalam skuadnya. Clarence Seedorf ditinggalkan – saya pribadi sepakat. Tapi, tidak kalau Roy Makaay dan Edgar Davids ikut dicoret. Belakangan Ruudtje dan Mark van Bommel menyusul. Saya masih menerima van Bommel tidak lagi dipanggil, tapi tidak Ruudtje!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di stadion Levante, Ruudtje memperlihatkan keunggulannya sebagai striker papan atas dunia: oportunis, cerdas, licik, pengambilan posisi, dan akurasi tendangan yang mumpuni. Seorang Fabio Capello sampai melupakan pemain terbaik dunia dua kali Ronaldo Nazario, “mengesampingkan” Raul Gonzalez, serta mencadangkan Robinho dan Jose Reyes. Ruudtje menunjukkan buktinya. Gol pertamanya memperlihatkan kelasnya: membelakangi gawang dari garis kotak 16 yard, dia menembak sambil membalikkan badan dengan instingtif. Bola diarahkan ke pojok kanan gawang kiper Pablo Cavallero. Masuk! Gol kedua dan ketiganya memperlihatkan kelas yang lain lagi: ketenangan dan jiwa oportunis tingkat tinggi. Seharusnya dia bisa mencetak hattrick lebih cepat kalau eksekusi penaltinya tak digagalkan Cavallero. Tapi rupanya sejarah ingin ditulis dengan cara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap berhasil mencetak gol, Ruudtje berlari ke arah tribun. Tangannya melambai ke arah penonton. Mungkin bukan penonton yang ingin disambutnya, melainkan sosok van Basten yang dia cari malam itu. Idola masa kecilnya itu harusnya ada di stadion, karena toh ternyata dia masih layak membela Oranje. Ruudtje masih memendam impian sukses bersama Oranje, hal yang gagal ia dapatkan tiga bulan lalu. Saat ini Marco lebih memercayakan lini depan timnya pada diri Huntelaar, Dirk Kuyt, Ryan Babel, dan Jan Vennegoor of Hesselink. Tak ada yang perlu diragukan dari kualitas mereka. Tapi, mereka tak punya naluri membunuh sebesar Ruudtje.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huntelaar boleh ditakuti di liga Belanda. Namun dia masih perlu belajar banyak di ajang internasional. Babel terus terang kurang berpengalaman. Kuyt, nah saya masih bingung mencari di mana faktor kebergantungan tim pada sosoknya. Ada harapan dia bisa menjadi Dennis Bergkamp yang baru. Atau paling tidak Kuyt bisa menjadi pelayan yang baik bagi striker utama tim. Sedangkan VOH – ah, figurnya seperti pelengkap tim saja. Belasan kali turun membela Oranje, belum satu gol jua yang disumbangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruudtje masih dibutuhkan Oranje! Sayangnya, materi dan strategi tim saat ini seperti tak mendukungnya untuk mencetak banyak gol. Dua pemain sayap, Arjen Robben dan Robin van Persie, tampak terlalu individualis untuk menunjang kelebihan Ruudtje. Pengalaman menunjukkan, Ruudtje lebih subur dengan layanan bola-bola silang dari pinggir lapangan atau melalui umpan satu-dua sentuhan. Sayangnya bukan melalui manuver serangan lewat sayap yang sering diperlihatkan Arjen dan Robin – strategi utama Oranje.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruudtje butuh seorang pelayan! Saya membayangkan duet Bergkamp-Ruudtje di Oranje. Sayangnya tak pernah kesampaian [dan mereka memang tidak pernah main bersama], tapi saya percaya duet itu akan ditakuti bek manapun di dunia. Bergkamp akan menjadi pasangan yang pas bagi Ruudtje [bahkan bagi pemain manapun juga!]. Di tim Oranje sekarang, belum ada yang bisa menjadi pelayan Ruudtje. Rafael van der Vaart, Wesley Sneijder, atau bahkan van Persie pantas mengisi posisi ini, tapi belum ada revolusi strategi yang dilakukan Marco untuk mematahkan pakem 4-3-3. Kalau Marco mulai berani mengembangkan strategi timnya – seperti pernah dilakukan Guus Hiddink yang menggunakan formasi 4-4-2 – dan merelakan egonya, bersiaplah melihat Ruudtje kembali mengenakan kaus Oranje!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-115797646344179424?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/115797646344179424/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=115797646344179424&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115797646344179424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115797646344179424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/09/ayolah-marco-ruudtje-masih-ada.html' title='Ayolah Marco, Ruudtje masih ada!'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-115743429041284606</id><published>2006-09-05T12:07:00.000+07:00</published><updated>2006-09-05T12:31:30.476+07:00</updated><title type='text'>Seorang Supir Baru</title><content type='html'>Ternyata belum kering saja inspirasi yang saya dapatkan dari atas bus kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya beruntung, tidak harus menunggu lama untuk memperoleh angkutan. Begitu keluar dari rumah, angkot sudah menunggu di ujung jalan. Pindah ke angkot berikut, sudah setengah penuh dan supir langsung bergerak walaupun masih ada dua tempat kosong. Pindah lagi ke bus menuju Lebak Bulus, saya hanya berdiri sebentar dan, voila!, itu dia busnya. Kadang butuh keberuntungan untuk cepat sampai tujuan. Orang yang lebih rasional akan bilang, kecepatan hanya butuh ketepatan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas bus, saya merasakan enaknya jadi penumpang. Tujuan kami sama dan kami diantarkan pula oleh seorang supir. Keselamatan dan kenyamanan penumpang seharusnya menjadi tanggung jawab supir. Rasakan bagaimana beratnya menjadi seorang supir. Tapi kadangkala kita juga sekali-kali harus menjadi supir untuk kendaraan kita sendiri. Dan, itu yang terjadi pada seorang teman dekat kemarin hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama satu bus dengannya, saya melihat teman saya ini adalah seorang penumpang sejati. Saya mulai dekat dengannya sejak masa-masa awal kuliah dan sejak saat itu pula jarang sekali dia mengambil "kursi penumpang" di bagian depan apalagi menjadi supir. Dia memilih duduk tenang di belakang, mengikuti arah kemudi yang diatur supir di depan sana. Tanpa banyak cakap, dia selalu mengikuti perjalanan selama masa-masa kuliah. Dalam banyak kesempatan, kami naik "bus" yang sama dan tak mungkin melupakannya dalam semua memori masa perkuliahan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, dia membuat keputusan krusial dalam hidupnya. Dia memutuskan menjadi supir untuk kendaraan bersama seorang perempuan pilihannya. Buatnya, jalan hidup tinggal diambil langkahnya saja. Tak perlu banyak aksesoris. Dan, begitulah... Saya percaya bukan keberuntungan yang membuatnya mengambil keputusan tersebut. Walaupun terus terang saya masih saja heran bercampur takjub sampai kemarin. Untuk satu ini, saya harus belajar darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat, bung! Salut!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-115743429041284606?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/115743429041284606/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=115743429041284606&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115743429041284606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115743429041284606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/09/seorang-supir-baru.html' title='Seorang Supir Baru'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-115701548294906363</id><published>2006-08-31T15:38:00.000+07:00</published><updated>2006-08-31T16:11:23.223+07:00</updated><title type='text'>Cerita dari Malaysia</title><content type='html'>Saya sudah sampai lagi di kantor hari ini. Dengan semua keletihan: luar dan dalam. Ugh, orang-orang boleh menilai ini sebuah perjalanan dinas plus jalan-jalan berwisata. Tapi tetap saja kerja ya kerja. Kalau ada pertandingan bola timnnas Indonesia, nah, itu baru bonusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa saya ceritakan dari sana? Wah, kehidupan di Malaysia lebih teratur. Secara kultur mereka tak jauh beda dengan Indonesia. Di sana ada tiga etnis besar: Melayu, Cina, dan India. Bahasa Melayu adalah bahasa nasional negeri jiran itu, tapi ada saja orang-orang keturunan Cina dan India yang tak pandai bercakap Melayu. Kita mesti berkomunikasi dengan bahasa Inggris yang aksennya sesuai lidah masing-masing, tentunya. Memang kalah ragam dengan kemajemukan yang dimiliki Indonesia. Tapi di Malaysia, kamu bisa melatih bahasa Inggrismu dengan leluasa tanpa dianggap belagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran lain yang saya dapat adalah: kalau mau ke mana-mana di Kuala Lumpur, pakai train saja. Bukan "kereta", karena di sana arti kata ini adalah "mobil". Paling tidak ada empat macam kereta: LRT Monorail, Putra, Star, dan KTM Komuter. Singkatnya, mereka adalah empat perusahaan berbeda yang menangani jalur transportasi yang berbeda-beda pula. Di terminal train disediakan informasi lengkap soal jalur dan lokasi terminal interchange. Di beberapa stasiun, lewat pula jalur bus angkutan kota. Saking nyamannya berpindah-pindah, taksi tak banyak laku. Akibatnya, seperti tak ada peremajaan angkutan taksi dan jarang ada supir taksi yang mau menyalakan argo untuk menghitung tarif. Besar kecilnya tarif tergantung di pucuk lidah mereka dan kepintaran penumpang menawar harga. Intinya, kamu tak perlu takut tersesat di Kuala Lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu soal perjalanan. Soal makanan, kamu juga tak perlu khawatir. Bumbu dan rempah-rempah di sini sama saja dengan Indonesia punya. Saya sendiri sempat mencicipi masakan India di kaki lima. Rasa kari kambingnya tidak ada duanya. Sempat teringat pula cita rasa kari kambing teman makan martabak telur waktu kecil dahulu di Jambi sana. Hmmmm... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat yang hobi belanja [dan yang punya bujet berlebih], Kuala Lumpur bisa menjadi tempat petualangan baru. Tentu bukan karena mata Indonesia ini yang terbiasa memelototi harga barang dengan deretan lima enam digit, kan?! Teman-teman di kantor langsung menitipkan oleh-oleh sebuah merek terkenal dari negeri jiran ini. Adik saya yang awalnya tak begitu antusias saat saya berangkat, langsung berubah pikiran 180 derajat begitu saya tanyakan ukuran kakinya. Sejak pertanyaan itu, dia mulai rajin mengirimi SMS ke ponsel saya. Dasar perempuan. Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah. Kalau ada lebih waktu, mungkin senang juga rasanya tak hanya terperangkap di Kuala Lumpur saja. Masih ada Genting Highlands [sekadar menyebut saja, saya tahu ini bukan tempat buat orang-orang seperti saya], pantai Langkawi, Malaka, Johor, atau malah menyeberang ke Singapura. Kenapa tidak? Ah, seperti saya bilang tadi, ini perjalanan dinas. Kerja ya kerja. Kalau nanti ada waktu melancong, bolehlah saya kembali lagi ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai bersua, pakcik!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-115701548294906363?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/115701548294906363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=115701548294906363&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115701548294906363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115701548294906363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/08/cerita-dari-malaysia.html' title='Cerita dari Malaysia'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-115614278943758188</id><published>2006-08-21T13:39:00.000+07:00</published><updated>2006-08-21T13:46:29.456+07:00</updated><title type='text'>Ketar-Ketir</title><content type='html'>Apa lagi yang bisa saya tulis sekadar mencegah kekosongan blog ini? Lima hari libur panjang yang tak saya isi dengan banyak aktivitas untuk menghentikan kebosanan. Permukaannya memang tenang dan datar saja, tapi justru di kedalamannya terletak bom waktu yang membuat saya ketar-ketir. Libur ini tak sepenuhnya saya nikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salahkan pada pekerjaan! Harusnya ini bisa menjadi jalan-jalan. Berwisata ke negeri orang sambil menikmati hobi saya: menonton sepakbola. Tapi lupakan saja! Tidak mungkin perjalanan dinas tanpa membawa setumpuk beban pekerjaan. Apalagi berbekal persiapan yang sangat sangat last minute [belum lagi "gangguan" lima hari libur panjang ini].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, saya ingin berteriak...., "AAAAAAGGGGGGGGHHHHHHHHHHHH!!!" Tapi semuanya belum kembali lega. Mungkin nanti...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-115614278943758188?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/115614278943758188/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=115614278943758188&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115614278943758188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115614278943758188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/08/ketar-ketir.html' title='Ketar-Ketir'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-115462734657422635</id><published>2006-08-04T00:48:00.000+07:00</published><updated>2006-08-04T00:49:06.593+07:00</updated><title type='text'>Tinggal</title><content type='html'>Seperti pernah saya bilang, perjalanan adalah sebuah ilusi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu sengaja pulang malam-malam, memilih naik bus terakhir ke Bekasi dengan harapan dapat mengalahkan kepenatan Jakarta yang selalu macet setiap hari. Selalu setiap pagi – menjelang siang – saya berangkat dari rumah. Lagi-lagi demi menghilangkan macet yang rutin di pagi hari. Tak cukup sampai di situ, saya membuat pilihan tak kalah sulitnya. Saya ingin memilih tidak ingin berdiri di dalam bus. Bukan ingin bermanja-manja, tapi saya benci keramaian. Saya menyukai ruang dan keleluasaan. Tak ada waktu untuk bersinggung-singgungan siku atau badan. Malam dan pagi tadi, saya harus membuat pilihan. Bus tujuan tiba, tapi dari luar sini kelihatannya penuh dan penumpang sampai berdiri. Tak masalah kalau masih terang. Kalau malam, saya harus memastikan apakah ini bus terakhir atau bukan. Saya pun mengintip penunjuk waktu di ponsel, 21.46. Sepertinya masih ada satu bus terakhir. Saya memilih menunggu. Malam dan pagi ini, pilihan saya tepat. Tak sampai 10 menit, bus berikut dengan tujuan serupa datang dengan kondisi melompong. Saya pun melompat masuk ke dalam bus yang lapang dengan senyum kelegaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pernah ada yang tahu. Normalnya, butuh waktu paling lama satu jam lebih sedikit dari kantor ke rumah. Tapi kadang kamu harus mengalami keadaan tidak normal. Karena bus tumpangan saya pulang pergi selalu melintasi jalan tol, satu-satunya keadaan tidak normal di tengah ibukota yang sedang tertidur adalah kecelakaan lalu lintas. Jalan tol yang bebas hambatan itu tercekik dan menyempit seperti leher botol. Tak ada pilihan lain. Tak ada persimpangan di jalan tol. Kamu harus berjalan sesuai tujuan semula. Kecuali mengambil pintu keluar lebih cepat atau lebih lambat. Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pernah ada yang tahu. Normalnya, perjalanan adalah sebuah hal yang menyenangkan. Seperti dulu saya bilang, duduk diam di dalam bus sambil memandangi jalan, mobil, dan orang-orang yang melintas di luar sana adalah sebuah ilusi. Seringkali saya memetik inspirasi dari dalam bus. Seperti tulisan ini pun, saya dapatkan inspirasinya dari atas bus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak salah. Di atas bus, banyak yang dapat memberikan inspirasi. Ada waktu untuk menjadi sentimentil di dalam bus. Suara gitar dan vokal pengamen yang tidak pas, misalnya. Biar penumpang tak ambil peduli. Saya yang tak terlalu mengerti musik, selalu mengapresiasi mereka apabila kebetulan menyanyikan lagu yang pas dengan selera. Bahkan sebungkus kacang pun bisa menjadi sentimentil. Seperti tadi pagi, seorang penjual “kacang panggang oven” mempromosikan dagangannya sebagai “kacang yang enak, renyah, dan gurih” sedemikian rupa sehingga saya larut menghayati nilai sentimentilnya ketimbang nilai promosinya. Pedagang itu gagal menjual sebungkus kacang seribuan peraknya kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mari, silahkan, kacang seribuan saja. Dipanggang dalam oven. Enak rasanya, renyah kacangnya,  dan dijamin gurih,” rayunya untuk kali terakhir dengan intonasi super-merdu.&lt;br /&gt;Saya memandang lagi sebungkus kacang yang baru kali itu terasa sangat sentimentil. Namun, akal sehat saya bicara. Tidak, terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini terus berjalan pada pertanyaan rekan sekantor yang bersimpati akan perjalanan jauh saya dari rumah ke kantor setiap hari: “Kalau harus bolak-balik sejauh itu setiap hari, kenapa tidak kos saja?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan bagus. Tapi, terus terang saya sudah sejak jauh-jauh hari mempertimbangkan pilihan ini. Sebenarnya, bukan masalah harga kamar kosan di daerah dekat kantor. Mungkin masalah prinsip. Kalau saya harus keluar rumah saat ini, saya ingin seterusnya begitu. Apa yang saya perlukan adalah keberanian yang cukup untuk meninggalkan semua ketergantungan pada orangtua di rumah. Hm, ini pilihan yang sangat sulit. Tak bisa ditentukan dalam sejenak. Sejak pindah kantor tiga bulan lalu, saya memilih menjalaninya dulu untuk menyesuaikan dengan ritme pekerjaan baru ini. Pelan-pelan niat untuk hidup mandiri teredusir walau jujur, saya masih tergoda. Saya membiarkan pertanyaan tersebut mengambang tanpa jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, kalau bisa saya ceritakan pengalaman saya baru-baru ini kepada teman itu. Kiranya tiba waktunya saat ini pula saya jabarkan lewat tulisan. Dalam sebuah kesempatan berurusan dengan sebuah kantor pemerintahan, saya disodori sebuah pertanyaan. Ceritanya ini muncul dalam sebuah wawancara – dalam bayangan saya suatu hal yang serius, tapi kedengaran tak lebih dari sekadar basa-basi.&lt;br /&gt;“Tanggal lahir Anda?”&lt;br /&gt;Saya jawab. Lancar dan jelas.&lt;br /&gt;“Alamat rumah di mana?”&lt;br /&gt;Saya sebutkan alamat rumah orangtua saya lengkap-lengkap.&lt;br /&gt;“Rumah sendiri?”&lt;br /&gt;Saya menggeleng. Masih menumpang dengan orang tua, seloroh saya.&lt;br /&gt;“Oh, bukan dong!” ternyata ditanggapi serius.&lt;br /&gt;“Kalau menikah baru menumpang namanya,” sebut ibu separuh baya itu.&lt;br /&gt;“waktu kita kecil mereka yang menjaga kita,” lanjutnya, “sekarang giliran kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aha! Otak saya menemukan sebuah pembenaran baru untuk membuang jauh-jauh niat mengontrak sebuah kamar demi efisiensi waktu. Demi menjaga orangtua. Apalagi, kalau saya harus kos, saya harus rela mengorbankan waktu-waktu selama perjalanan. Saya akan merasa sangat kehilangan perjalanan itu, kehilangan sebuah inspirasi. Kehilangan suara-suara pengamen, penjual, atau bahkan pengemis. Walau masih dengan kalimat teratur yang monoton diucapkan berulang-ulang setiap hari oleh mereka, tapi tetap saja ujung-ujungnya adalah inspirasi maha berharga yang tidak bisa serta merta didapatkan dengan berdiam mengurung diri dalam sebuah kamar. Inspirasi terindah selalu datang dari luar diri kita sendiri. Mungkin kamu pernah merasakan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu itu benar. Saya takjub dengan kalimat sederhana tersebut. Tapi yang lebih menakjubkan lagi, kalimat itu keluar dari seorang petugas kantor imigrasi. Wawancara dilakukan sebagai keabsahan proses mendapatkan paspor. Paspor, saudara-saudara, adalah selembar surat yang mengatur izin seseorang untuk datang dan pergi dari sautu tempat ke tempat lain – dalam hal ini negara. Dalam lembar paling belakang, kamu akan menemukan tulisan setengah mengancam yang kurang lebih berbunyi, “Paspor ini adalah dokumen negara. Apabila hilang segera laporkan ke kantor polisi setempat dan kantor imigrasi yang mengeluarkannya”. Dokumen maha penting ini seperti nyawa kedua orang yang berpergian. Dan, dokumen ini hanya dapat berguna pada saat pemiliknya berpergian. Kalau si empunya memilih tinggal, ia takkan ada manfaatnya sama sekali. Jadi, kemarin hari saya bertemu seorang pegawai imigrasi yang menyarankan saya untuk tetap tinggal. Dunia yang aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan adalah sebuah ilusi. Kalau kamu menumpang bus, kamu tinggal duduk diam menunggu diantarkan pengemudinya sampai tujuan. Kadang kamu harus menyambung lagi dengan bus lain untuk sampai tujuan sebenarnya. Kadang tempat tujuan itu tak dapat dicapai kendaraan umum manapun, jadi kamu harus mencapainya sendiri dengan berjalan kaki. Mungkin ada taksi, tapi kalau tempat itu sebuah gang kecil misalnya, masihkah kamu menggunakan taksi? Keluarga saya selalu memanfaatkan kegemaran saya berjalan kaki sebagai salah satu senjata menyindir saya – tidak terlalu serius, tentu saja. Bagi saya, tak masalah. Betul, panas dan menyiksa badan. Tapi dengan berjalan kaki, kamu akan mengenali lingkungan baru lebih cepat. Kadang orang ingin cepat sampai di tujuannya tanpa banyak embel-embel. Atau kamu boleh bilang, saya terlalu menikmati perjalanan dengan teramat sangat dramatis. Terserah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu percaya ada sesuatu di balik apa yang kita lihat. Dalam sebuah perjalanan, harapan tiba di tempat tujuan adalah ilusi maha dahsyat yang pernah ada. Padahal kita tidak pernah sampai pada tujuan kita. Kita selalu datang dan pergi. Setiap hari. Harapan selalu diam di ujung sana. Dia selalu menunggu untuk diwujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kenapa sangat berarti bagi saya mendapati sebuah pesan pendek darimu saat malam masih muda: “Terima kasih, masih ada untukku..” Ah, saya selalu dan masih saja berharap dapat menjelaskan semua harapan, impian, dan cita-cita saya dengan bahasa gamblang kepadamu, Adinda. Saya hanya bisa menjawab dengan diam, sambil membatin, “Untukmu, selalu akan ada..” Tapi kamu tahu bukan itu yang saya jawab malam itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti saya pernah bilang, orang-orang datang dan pergi, Adinda. Kalau sudah waktunya, saya pun akan pergi. Orang-orang memiliki alasan untuk datang dan pergi karena mereka memiliki tujuannya masing-masing. Begitupun orang-orang yang memilih tinggal. Dan, di dalam dirimu, Adinda, selalu ada alasan bagi saya untuk tetap tinggal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-115462734657422635?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/115462734657422635/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=115462734657422635&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115462734657422635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115462734657422635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/08/tinggal.html' title='Tinggal'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-115409267949818632</id><published>2006-07-28T20:13:00.000+07:00</published><updated>2006-07-28T20:17:59.513+07:00</updated><title type='text'>Pada Sebuah Kutipan (9)</title><content type='html'>Kenyataan bahwa ia tak akan pernah datang lagi, itulah yang membuat hidup ini terasa sangat indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;* Emily Dickinson. Puisi no.1741. Kutipan lama, diingatkan kembali oleh seorang karib dalam sebuah pesan pendek&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-115409267949818632?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/115409267949818632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=115409267949818632&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115409267949818632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115409267949818632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/07/pada-sebuah-kutipan-9.html' title='Pada Sebuah Kutipan (9)'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-115312779838983793</id><published>2006-07-17T16:09:00.000+07:00</published><updated>2006-07-17T16:16:38.540+07:00</updated><title type='text'>Senin Pertama di Sekolah</title><content type='html'>Senin lagi. Tapi hari ini istimewa. Ini Senin pertama sekolah masuk kembali setelah libur panjang usai tahun pelajaran lama. Buat jutaan orang tua, ini hari Senin yang teramat sangat istimewa. Mereka harus melawan beratnya hati melepas anak pertama menuntut ilmu di kelas satu sekolah dasar. Buat sebagian, hari Senin ini hari yang penuh kelegaan. Dua minggu atau sampai sebulan sebelumnya, mereka harus bertarung penuh kewaspadaan untuk memastikan masa depan. Kelulusan sekolah bukanlah sebuah kepastian, malah menciptakan kekhawatiran. Hasil ujian nasionallah, ujian masuk sekolah negerilah, ujian perguruan tinggilah. Macam-macam. Maka hari ini adalah wisuda atas kegalauan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah saya tadi malam dengan telaten Ibu menjahit celana milik adik bungsu yang hari ini mendapati hari pertamanya untuk tahun terakhir di sekolah dasar. Entah apa yang akan terjadi tahun depan. Entah apa pula yang ada dalam benak Ibu sembari tangannya sibuk menyisipkan jarum berbonceng benang di antara celah kain. Entah apa rasanya mengalami hari seperti ini untuk kesekian kalinya; berulang-ulang selama bertahun-tahun. Kali kedua puluh tiga mungkin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak yang bisa saya ingat dari hari pertama masuk sekolah. Pun senin-senin pertama di kelas yang baru. Tidak ada sesuatu yang sama sekali baru. Kelasnya saja yang baru, wali kelas baru, teman-teman baru. Tapi kan semua sebenarnya sama saja? Ada beberapa teman kelas lama yang sama-sama masuk di kelas baru. Ada yang sudah kenal sebelumnya. Hanya perasaannya berganti kelas, makin dewasa. Senang rasanya tak dianggap anak kecil lagi. Waktu kelas tiga SMU, perasaan hati ada di ambang kebahagiaan dan kegelisahan. Bahagia karena inilah tahun terakhir masa-masa sekolah. Bahagia karena kelas tiga adalah angkatan yang menguasai sekolah. Tak ada senior yang perlu ditakuti. Gelisah karena tahun berikutnya adalah tahun pertama kuliah. Nah, ini paling mengerikan karena lebih tak pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm, tahun-tahun sangat cepat berlalu ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-115312779838983793?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/115312779838983793/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=115312779838983793&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115312779838983793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115312779838983793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/07/senin-pertama-di-sekolah.html' title='Senin Pertama di Sekolah'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-115192515275512873</id><published>2006-07-03T17:54:00.000+07:00</published><updated>2006-07-03T18:12:32.773+07:00</updated><title type='text'>Yogyakarta, Awal Juli</title><content type='html'>Gempuran sepakbola sebulan penuh ini mereda sebelum waktunya di pinggir alun-alun Kota Gudeg, Yogyakarta. Terima kasih buat tuan Rusia yang merusak emosi singa-singa muda Oranye seminggu sebelumnya. Terima kasih buat kepercayaan rekan-rekan di kantor terhadap materi peliputan sepakbola Yogya pasca-gempa kepada saya. Terima kasih buat seorang karib lama yang setia menemani saya berkeliling sepanjang tiga hari di awal Juli ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gemuruh penonton nonton bareng berdiri atau bersandar di dudukan sepeda motor mereka di lapangan depan Bank Indonesia sampai terdengar ke sini. Padahal hanya ada kesenyapan malam dan sergapan dingin di lapangan ini. Sepenggal cerita masa lalu. Sepotong harapan masa depan. Sebuah pertanyaan tentang makna hidup [ah, bukankah hal ini sudah sering terlontar dalam percakapan lelaki dewasa?]. Sebuah kegelisahan tentang pencarian jati diri [bukan hanya anak baru gede yang mengalami krisis identitas]. Sebuah omong kosong tak perlu bernama mimpi yang terlontar keluar masuk dari mulut-mulut kami. Sebuah awan pahit bernama kenyataan menggantung di langit malam dan mengintip kerapuhan kami. Semua habis malam itu bersama semangkuk wedang ronde yang licin tandas bersama peluit wasit Slowakia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada kesimpulan malam itu. Tidak ada keputusan. Tidak ada akhir. Namun satu hal yang pasti, bagi saya, Piala Dunia 2006 berakhir di Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-115192515275512873?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/115192515275512873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=115192515275512873&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115192515275512873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115192515275512873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/07/yogyakarta-awal-juli.html' title='Yogyakarta, Awal Juli'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-115177928280958063</id><published>2006-07-02T01:29:00.000+07:00</published><updated>2006-07-02T01:41:22.823+07:00</updated><title type='text'>Walt Whitman's Poem</title><content type='html'>I do not love you as if you were salt-rose, or topaz, or the arrow of carnations the fire shoots off. I love you as certain dark things are to be loved, in secret, between the shadow and the soul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I love you as the plant that never blooms but carries in itself the light of hidden flowers; thanks to your love a certain solid fragrance, risen from the earth, lives darkly in my body.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I love you without knowing how, or when, or from where. I love you straightforwardly, without complexities or pride; so I love you because I know no other way than this: Where “I” does not exist, nor “You”, so close that your hand on my chest is my hand, so close that your eyes close as I fall asleep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Walt Whitman, as recited in Patch Adams, 1998&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-115177928280958063?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/115177928280958063/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=115177928280958063&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115177928280958063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115177928280958063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/07/walt-whitmans-poem.html' title='Walt Whitman&apos;s Poem'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-115140941347254402</id><published>2006-06-27T18:53:00.000+07:00</published><updated>2006-06-27T18:56:53.483+07:00</updated><title type='text'>Pada Sebuah Kutipan (8)</title><content type='html'>There's a hole in my heart that can only be filled by you. And this hole in my heart can't be filled with the things I do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Hole Hearted/Extreme, 1990]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;*thanks to Acoenk untuk pesan singkat pada sebuah malam yang kosong. Hm, maksudnya udah jelas banget kan?&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-115140941347254402?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/115140941347254402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=115140941347254402&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115140941347254402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115140941347254402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/06/pada-sebuah-kutipan-8.html' title='Pada Sebuah Kutipan (8)'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-115127173790757342</id><published>2006-06-26T04:26:00.000+07:00</published><updated>2006-06-27T19:04:11.153+07:00</updated><title type='text'>Dan Mereka pun Gugur</title><content type='html'>Belanda gagal lagi. Sebenarnya saya memang setengah yakin mereka tidak akan menjadi yang terbaik di Jerman 2006, tapi tidak secepat ini. Dan, lagi-lagi saya kesulitan menuangkan kesedihan ini. Dibawa tidurpun pasti tak dapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui sebuah pertandingan barbar [empat kartu merah dan selusin lebih kartu kuning] dan kepemimpinan Valentin Ivanov yang setengah ceroboh [antara lain dengan tidak mengusir langsung Luis Figo yang menanduk muka Mark van Bommel], Jong Oranje takluk 1-0 langsung. Apa yang salah? Marco van Basten tidak memasang Ruud van Nistelrooy dalam starting line-up. Ini tidak jadi soal, tapi ketika San Marco tidak segera bereaksi dengan memasukkan Ruudtje di babak kedua, lini depan Oranje tetap tumpul walaupun Ivanov berbaik hati memberikan injury time sampai enam setengah menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, saya lebih melihat kekurang pengalaman Jong Oranje bertarung di turnamen internasional. Lebih buruk lagi, saya lihat tidak ada seorang pun yang bisa menjadi pemimpin rekan-rekannya di lapangan. Benar, Edwin van der Sar adalah kiper yang berpengalaman dan menjadi inspirasi lewat aksi-aksi penyelamatannya di bawah mistar, tapi belum cukup. Mereka butuh inspirasi di lapangan tengah. Philip Cocu hanya sampai taraf menjadi penyangga tim, belum ke situ. Saat-saat seperti inilah penggemar Oranje merindukan Dennis Bergkamp yang dingin. Tapi, sudahlah mereka toh kalah juga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akui, di atas kertas Portugal sekarang ini memang lebih kuat, lebih merata, dan lebih baik daripada Oranje. Tapi tidak dengan permainan seperti itu! Mereka tidak layak menang! Maaf buat para penggemar Portugal! Mungkin saya sedang emosional saat menulis ini. Mungkin saya sangat subyektif. Saya memang tidak pernah menyukai Luis Felipe Scolari. Bagi saya, kemenangannya di Jepang-Korea Selatan 2002 adalah sebuah keberuntungan. Begitupun pada Euro 2004. Entahlah, obyektivitas saya makin terganggu dengan kekalahan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah, Oranje butuh pengalaman lebih banyak lagi. Mereka harus tahu bagiamana bersikap dan bermain di turnamen kelas atas. Ini bukan kompetisi domestik. Apapun, mereka masih punya waktu untuk mengembangkan pengalaman dan membangun inspirasi. Tapi, tidak bagi van der Sar, Cocu, atau van Nistelrooy. Bukan mustahil ini Piala Dunia terakhir mereka. Bagi sisa tim, Euro 2008 menanti untuk ditaklukkan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, saya kembali termangu. Merenungi kegagalan seakan saya ikut menjadi bagiannya. Padahal mungkin saja tidak. Tapi, ini soal fanatisme, bung! Ini soal ideologi! Bagi seorang laki-laki, tidak ada yang lebih pantas dipertahankan selain gagasan dan idealismenya sendiri! Malam ini, harapan, fanatisme, dan idealisme saya lagi-lagi gagal dan luruh [secara tidak langsung karena kurangnya pengalaman Oranje dan si buncit Scolari]... Saya belum dapat menerima kegagalan ini. Melalui sepakbola, saya belajar menghadapi dan menerima kekalahan. Harus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai nanti di Swiss-Austria 2008...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup Oranje!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-115127173790757342?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/115127173790757342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=115127173790757342&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115127173790757342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115127173790757342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/06/dan-mereka-pun-gugur.html' title='Dan Mereka pun Gugur'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-115009652313190811</id><published>2006-06-12T14:10:00.000+07:00</published><updated>2006-06-12T14:17:56.393+07:00</updated><title type='text'>"Sepakbolahawe"</title><content type='html'>Tulisan terbaru dari blog saya ini mengupas cinta lama saya yang terpendam: sepakbola. Saya pernah berjanji kepada diri sendiri kalau sepakbola semata-mata hanya dapat menjadi pengisi waktu luang belaka. Tapi, jalan berbelok ke arah lain dan jelaslah ada qada dan qadar manusia yang tak dapat dihindari (meski setengah mati saya berusaha tidak terlalu mempercayai takdir dan nasib).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepakbola bukanlah cinta pertama saya. Dia hanya muncul sebagai penularan kegemaran dari almarhum kakek yang memang semasa muda menjadi pesepakbola amatir dan sangat sangat menyenangi olahraga sepak-menyepak kulit bundar ini. Waktu itu tahun 1988, siaran televisi baru ada TVRI. Ada yang saya ingat jelas waktu itu, warna-warni Oranye sungguh semarak di televisi. Seorang pemain berkulit legam dan berambut gimbal nan unik memimpin rekan-rekannya menjuarai Piala Eropa. Di mana-mana orang membicarakan tim tersebut, termasuk Kakek. Dua tahun kemudian, tim yang sama menemui kegagalan di Italia. Sepakbola tetap ditayangkan di televisi dan saya mulai ketularan demamnya. Walaupun sebatas menonton dan menyimak keasyikan Kakek menikmati siaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dihindarkan, bagi saya bicara sepakbola adalah bicara tentang Kakek. Cerita yang paling asyik saya dengar waktu kecil adalah cerita Kakek bermain bola. Hasilnya, kegemaran beralih menjadi kecintaan. Lama-lama saya mengenali seluk beluk berita soal ini. Saya haus informasi. Halaman pertama yang saya baca di suratkabar adalah halaman olahraga. Di saat informasi masih susah diakses, saya menomorsatukan informasi dan berita olahraga (terutama sepakbola). Semuanya saya lahap, sampai saya memilih hanya membaca, mendengar, dan melihat sepakbola semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata cinta pun dapat terbatas berkalang waktu. Saya tidak bisa melihat sepakbola sebagai masa depan saya. Hanya sebatas kegemaran, janji saya. Apalagi saya menemukan dunia luar dan mengenal ternyata ada cinta yang lebih luas di kehidupan luar sana. Pelan-pelan saya mengurangi harapan saya tentang sepakbola. Kenyataannya, sepakbola adalah olahraga. Ada kalah dan ada menang. Tidak setiap waktu ada kemenangan. Dan saya belum bisa menerima hal itu. Saya ingin melihat apa yang saya harapkan. Kemenangan adalah kemenangan dan harga yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Padahal, sesungguhnya baik kemenangan dan kekalahan tidak memiliki arti. Olahragawan sejati paham bahwa kemenangan adalah di saat mengakui kekalahan; kekalahan adalah di saat sombong akan kemenangan. Intinya, adalah masalah sikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, sepakbola bukanlah jalan hidup saya. Namun, ada garis biru yang membuat manusia tidak dapat lari jauh-jauh dari apa yang terjadi dalam hidupnya. Dan, hidup mengantar saya kembali kepada cinta lama ini, sepakbola. Kenapa? Mungkin saya masih harus belajar mengenai menghadapi kemenangan dan kekalahan. Tapi, saya ingin sentimentil saja: karena kenangan masa kecil dengan Kakek bukanlah kebetulan. Buktinya, berkat sebuah kecelakaan (atau memang murni kebetulan semata, terserahlah) dalam halaman redaksional majalah tempat saya bekerja (yang sengaja menggunakan formasi lapangan sepakbola) terpampang nama saya untuk posisi dan nomor punggung seperti posisi dan nomor punggung favorit masa kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang lagi Piala Dunia dan sepakbola!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-115009652313190811?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/115009652313190811/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=115009652313190811&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115009652313190811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/115009652313190811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/06/sepakbolahawe.html' title='&quot;Sepakbolahawe&quot;'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-114915372351027446</id><published>2006-06-01T16:18:00.000+07:00</published><updated>2006-06-01T16:22:03.523+07:00</updated><title type='text'>Pengakuan</title><content type='html'>Kalau boleh jujur saya ini orang yang senang menyendiri. Kesepian adalah sebuah inspirasi. Tapi seringkali kekosongan membunuh saya pelan-pelan; membelenggu saya dari obyektivitas dan dinamika kehidupan luar-sadar saya. Herannya, saya membutuhkan pengakuan dari dunia luar (tanpa harus menjadi bagian dari “mereka”). Makanya ada perasaan senang yang aneh saat mendapati pagi kemarin ada yang membolak-balik halaman majalah tempat saya bekerja di atas bus kota. Mata dan tangannya tepat berhenti di halaman yang saya terjemahkan. Memang bukan murni buah pikiran saya, tapi saya ingin menghampiri orang itu sekadar bertanya apakah ia suka dengan isi majalah yang dibelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa orang-orang butuh pengakuan akan eksistensi diri. Dalam sebuah kesempatan, saya pernah berdiskusi dengan seorang teman tentang apa yang dicari manusia di muka bumi. Saya menjawab, menurut saya salah satunya adalah pengakuan tentang keberadaan seorang kita – seorang hawe – di lingkungannya, di dunia luar. “Apakah saya ini ada? Bagaimana orang memandang saya?” – adalah teka-teki bebuyutan yang mengusik pikiran saya. Makanya nikmat menjadi seorang jurnalis atau reporter atau wartawan atau penulis adalah “dikenal” banyak orang tanpa harus menunjukkan jati diri yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, egoisme ini sontak terpecah-pecah ketika kenyataan tidaklah sesuai dengan apa yang dibayangkan dan diharapkan. Obyektivitas, bagaimanapun, terletak satu tingkat di atas ego. Pada akhirnya, seorang penyendiri pun harus berbaur dengan lingkungannya dan menerima dunia-luar sebagai sebuah kenyataan, bukan bayangan, impian, atau cita-cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kecewa, tapi tidak separah itu. Paling tidak saat ini saya tahu harus merangkul kenyataan, bukan mempercayai ego pribadi semata. Seperti yang pernah saya bilang, pada akhirnya logika harus diambil dalam kondisi tertentu. Bagi saya, sekarang ini sudah waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum mau berhenti bermimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Malam-malam kemarin semua mimpi adalah tentangmu, Adinda. Sampai nanti aku akan lupa pernah bermimpi. Sampai nanti…&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-114915372351027446?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/114915372351027446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=114915372351027446&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/114915372351027446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/114915372351027446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/06/pengakuan.html' title='Pengakuan'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-114883565426728258</id><published>2006-05-28T23:59:00.000+07:00</published><updated>2006-05-29T00:00:54.283+07:00</updated><title type='text'>Pada Sebuah Kutipan (7)</title><content type='html'>All memories traced by tears.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*Dalam film "2046" (2004) karya Wong Kar-wai.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-114883565426728258?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/114883565426728258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=114883565426728258&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/114883565426728258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/114883565426728258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/05/pada-sebuah-kutipan-7.html' title='Pada Sebuah Kutipan (7)'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-114794757631951927</id><published>2006-05-18T17:18:00.000+07:00</published><updated>2006-05-18T17:19:36.333+07:00</updated><title type='text'>Lost In Space</title><content type='html'>Sometimes I get tired of this me-first attitude &lt;br /&gt;You are the one thing that keeps me smiling &lt;br /&gt;That's why I'm always wishing hard for you &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Cause your light shines so bright &lt;br /&gt;I don't feel no solitude &lt;br /&gt;You are my first star at night &lt;br /&gt;I'd be lost in space without you &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And I'll never lose my faith in you &lt;br /&gt;How will I ever get to heaven, if I do &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feels just so fine &lt;br /&gt;When we touch the sky me and you &lt;br /&gt;This is my idea of heaven &lt;br /&gt;Why can't it always be so good? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But it's all right, I know you're out there &lt;br /&gt;Doing what you've gotta do &lt;br /&gt;You are my soul satellite &lt;br /&gt;I'd be lost in space without you &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And I'll never lose my faith in you &lt;br /&gt;How will I ever get to heaven, if I do &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And I'll never lose my faith in you &lt;br /&gt;How will I ever get to heaven, if I do &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And I'll never lose my faith in you &lt;br /&gt;And I'll never lose my faith in you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Lighthouse Family / 200?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-114794757631951927?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/114794757631951927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=114794757631951927&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/114794757631951927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/114794757631951927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/05/lost-in-space.html' title='Lost In Space'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-114759426206342783</id><published>2006-05-14T14:55:00.000+07:00</published><updated>2006-05-14T15:11:02.096+07:00</updated><title type='text'>Omongan</title><content type='html'>Seminggu terakhir milis yang saya ikuti mengarah ramai kepada perbincangan tentang masa lalu dan orang-orang yang berkaitan dengannya. Bicara soal masa lalu tidak akan ada putus-putusnya. Masalahnya untuk sebuah sudut pandang lain, arah pembicaraan akan dapat dianggap mengungkit masalah lama. Apalagi hal yang diomongkan bisa saja menjadi hal yang ingin dihindari oleh satu pihak. Terus terang saya berada di posisi yang so and so di sini. Banci, memang (toh dengan menuliskannya lagi di sini menegaskan sikap kebanci-bancian saya). Saya menikmati masa lalu, karena saya ada di sana dan menjadi bagian yang tak terpisahkan darinya. Saya menikmati bercanda dengan teman-teman lama. Saya rindu dengan bahasan-bahasan yang tidak dimengerti setiap orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, semuanya berantakan saat saya menerima telepon di Sabtu pagi kemarin. Siapa yang menelepon? Orang yang kami bicarakan. Dia berhasil memahami apa yang sedang dibicarakan di milis tersebut. Apa yang bisa saya bilang? Hasilnya jawaban seorang banci, saya bilang saya tidak tahu harus bicara apa. Tapi, saya berusaha tetap bersikap positif. Saya dapat memahami perasaannya saat itu. Saya coba berikan rasionalisasi kalau omongan tersebut bukanlah ingin mengungkit masalah lama, tapi hanya sekadar nostalgia tanpa bentuk. Dia bisa menerima, tapi dia tidak habis pikir kenapa sampai sekarang orang-orang masih saja tidak berubah. Kesimpulannya, ternyata sampai saat ini orang-orang yang dianggapnya teman masih melakukan hal yang tidak dia sukai: melanggar privasi seorang manusia seperti dirinya. Okelah kalau itu dilontarkan di forum kopidarat, katanya, tapi tidak di milis. Orang yang tidak paham akan menjadi tahu dan tidak semua orang perlu tahu hal yang dibicarakan. Dia tidak suka diperlakukan seperti itu. Saya diam saja. Dia punya semua kebenaran di dunia dan akhirat untuk merasa terganggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, saat ini saya akan menunggu solusi yang akan dilakukannya. Tapi untuk satu titik, saya rasa ada hal yang memang sudah semestinya berhenti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-114759426206342783?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/114759426206342783/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=114759426206342783&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/114759426206342783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/114759426206342783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/05/omongan.html' title='Omongan'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-114659168583839073</id><published>2006-05-03T00:34:00.000+07:00</published><updated>2006-05-03T00:41:25.856+07:00</updated><title type='text'>Senyum</title><content type='html'>Hidup tersenyum sepintas kepadaku&lt;br /&gt;walaupun tak sebanding senyummu, Adinda.&lt;br /&gt;Lama tersimpan rapi dalam benak&lt;br /&gt;menunggu disentuh dan diremaja&lt;br /&gt;oleh sedetik kenyataan&lt;br /&gt;bukan keinginan yang tak berujung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup tersenyum dan dia pun berubah&lt;br /&gt;namun ada hati yang akan tetap.&lt;br /&gt;Sampai waktu mengalah&lt;br /&gt;sampai ridha itu turun kepadaku&lt;br /&gt;pelan-pelan dan diam-diam&lt;br /&gt;tapi pasti kutemukan jalanmu, Adinda&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-114659168583839073?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/114659168583839073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=114659168583839073&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/114659168583839073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/114659168583839073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/05/senyum.html' title='Senyum'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-114636350402543996</id><published>2006-04-30T09:16:00.000+07:00</published><updated>2006-05-14T14:55:17.903+07:00</updated><title type='text'>Pada Sebuah Kutipan (6)</title><content type='html'>Harapan; itu adalah inti dari khayalan manusia, sekaligus kekuatan dan kelemahan terbesarmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*Tukas "The Architect" kepada Neo saat menentukan pilihannya: menyelamatkan Trinity, ketimbang umat manusia. The Matrix Reloaded, 2002.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-114636350402543996?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/114636350402543996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=114636350402543996&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/114636350402543996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/114636350402543996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/04/pada-sebuah-kutipan-6.html' title='Pada Sebuah Kutipan (6)'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-114537879527277278</id><published>2006-04-18T23:45:00.000+07:00</published><updated>2006-04-18T23:46:35.290+07:00</updated><title type='text'>Kota Ibu</title><content type='html'>Pemandangan dari atas sudah sangat mencolok. Berlawanan dengan lansekap ibukota yang serbagedung dan serbajalanan, mendekati Kota Ibu daratan menjadi serbakosong dan serbahijau. Di bawah sana, ribuan kaki jauhnya, hehijauan itu adalah perkebunan kelapa sawit dan karet. Bertumpuk-tumpuk dan berkotak-kotak ditengahi jalanan coklat bersilangan tak beraspal. Rapi dan enak dipandang seperti puzzle buat anak-anak balita. Sejauh mata memandang dari balik jendela pesawat, warna hijau selalu memagari batas pemandangan jauh di ujung cakrawala. Saya tidak percaya negeri ini masih disebut negara miskin dengan potensi sebesar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama saya tidak kembali ke Kota Ibu. Kurang lebih tiga tahun lamanya kaki saya tidak menjejak tanahnya. Tidak seperti ibukota yang tanahnya di mana-mana beraspal atau tanah Jawa yang subur gemah ripah loh jinawi, tanah milik Kota Ibu padat berkapur (entahlah istilahnya apa, maafkan karena saya awam soal geologi). Mungkin gara-gara tanahnya kaya akan kandungan minyak bumi (tuh kan sok tau lagi). Udaranya terik menyengat. Siang hari tidak banyak berangin karena memang bukan kota pantai. Ternyata tiga tahun waktu yang lama bagi seorang anak daerah seperti saya untuk mengenal kembali wajah Kota Ibu pada saat seperti sekarang ini. Jumat kemarin saya kembali untuk sebuah misi, yaitu (memang) untuk mengenal kembali wajahnya. Begitu saya kembali, jarum waktu pun mulai bergerak dalam kecepatan yang amat sangat lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Ibu tidak berubah. Di sini saya dilahirkan. Di sini pula saya dibesarkan. Di Kota Ibu jualah saya mendapat akar kehidupan. Kebetulan hampir seluruh keluarga besar dari pihak ibu tinggal di sini. Ini seperti cerita Malin Kundang yang pulang kembali ke pangkuan ibu kandungnya. Seorang anak daerah ditakdirkan jauh sebelum kelahirannya untuk merantau dan menemukan kehidupan jauh dari tanah kelahirannya. Berangkatnya dibekali keikhlasan sang Ibu. Sayang, kepulangannya mendurhakai semua jerih payah tersebut. Malin Kundang sempat bertobat namun kutukan sang Ibu terlanjur menjelma kenyataan. Tubuhnya berubah jadi batu abadi. Tapi, tidak... Saya bukan Malin Kundang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua jenis makanan khas Kota Ibu nyaris saya coba. Menirukan tagline sebuah iklan, kembali ke selera asal. Hari pertama saja saya sudah mencicipi kekhasan bumbu sate Padang yang tidak pernah saya temui di ibukota. Pedas dan gurihnya ditambah kelembutan daging membuat saya benar-benar yakin saya sudah kembali pulang. Tidak ketinggalan martabak telor (di sana disebut martabak India), sate ayam, dan pempek. Wah... Sampai-sampai dua hari terakhir di Kota Ibu saya sama sekali tidak menyentuh nasi sebagai menu utama! Masa bodoh, karena saya benar-benar merasa kembali ke asal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu saja ada kesempatan untuk kembali ke tempat di mana kita berasal. Bagi saya pribadi, kesempatan berada di Kota Ibu sepanjang lima hari kemarin membuat saya merasa menyentuh kembali rahim kandungan tempat saya berasal. Saya kembali kepada akar saya; sebuah tempat di mana mereka akan selalu menyambutmu dengan tangan terbuka dan senyum canda. Kehangatan keluarga lumayan mujarab mengasingkan diri dari kepenatan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pulang untuk sebuah alasan. Demi acara keluarga yang tak boleh terhindarkan. Lagipula, toh kapan saya bisa pulang lagi kalau tidak sekarang ini? Saya juga punya agenda lain: melarikan diri dari ibukota. Tapi kalau ternyata upaya melarikan diri itu membuat saya berjalan pulang ke rumah sendiri apakah masih pantas disebut sebagai sebuah eskapisme?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang, saya rasa, perlu kesempatan untuk kembali pulang. Kalau tidak sekarang dimulai, kapan lagi? Kalau tidak sekarang, saya percaya mungkin ada kesempatan kedua. Saya juga yakin kalau hidup amat sangat berbaik hati untuk memberikan kesempatan ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya untuk kita. Persoalannya tinggal kepada kita hendakkah mengambil tikungan di persimpangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa ini, saya sudah kembali ke ibukota. Jatah cuti dari kantor sudah habis. Rasanya lima hari sudah lebih dari cukup untuk mencurahkan kerinduan kepada Kota Ibu. Hidup (memang) harus terus berjalan. Pesawat segera berangkat. Di pinggir landasan pacu, di tengah bising mesin pesawat, di belakang kerumunan penumpang; perasaan saya berbisik, saya akan terus kembali kalau kesempatan itu masih terus ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan hanya dirimu, Adinda, satu-satunya orang asing yang kubawa dalam hati lima hari tidur nyenyak di buaian Ibu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-114537879527277278?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/114537879527277278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=114537879527277278&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/114537879527277278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/114537879527277278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/04/kota-ibu.html' title='Kota Ibu'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-114494352338462831</id><published>2006-04-13T22:47:00.000+07:00</published><updated>2006-04-13T22:52:03.406+07:00</updated><title type='text'>Hujan, Demo, dan Ibukota</title><content type='html'>Tiga hari berturut-turut sore hari Ibukota diguyur hujan. Lebat, merata, dan stagnan. Saking hebatnya, jalanan di depan kantor berubah menjadi kolam renang Olimpiade dengan air kecoklatan. Hari ini lebih hebat. Hujan turun lebih lama. Sampai saya pulang jam setengah delapan malam, hujan masih rintik-rintik. Seperti biasa jalanan menjadi macet. Jangan heran kalau di Ibukota (atau kota-kota besar lain di negeri ini) ada korelasi generik antara hujan dan kemacetan. Saya yang tinggal di Bekasi tidak pernah kehabisan kekaguman betapa hujan di pagi hari mampu membuat jalan tol Cikampek (sampai tol dalam kota) menjadi tempat parkir terpanjang di dunia. Apalagi hari Senin! Wuih.... Silahkan saksikan keajaiban dunia nomor delapan di sini. Pertanyaan saya selalu sama, "Apa hubungan hujan dengan kemacetan?". Mungkin banjir; atau semua orang berpikir berangkat setelah hujan berhenti; atau ada saja orang yang sayang mengendarai mobilnya yang baru dicuci; atau gara-gara jarak pandang yang terbatas membuat semua mobil harus berjalan ekstra hati-hati; atau Anda dapat memberikan alasan lain yang lebih masuk akal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibukota juga mengundang pesona tersendiri bagi kaum "yang dirugikan." Maksudnya di sini sehubungan dengan fungsi Ibukota sebagai pusat pemerintahan negara membuatnya menjadi surga buat para pendemo. Macam-macam yang bisa dijadikan ketidakpuasan. Pada pokoknya peraturan pemerintah yang dianggap berat sebelah. Kemarin aparat pemerintahan desa ramai-ramai "jalan-jalan" ke Ibukota. Setelahnya menyusul rombongan buruh pabrik. Jangan heran pula kalau masyarakat Ibukota mulai mengakrabi banyak bus antarkota dengan nama asing di telinga lalu lalang di jalanan. Sepanjang demo yang dilakukan sebatas menyuarakan pendapat, tidak ada masalah toh?! Bebas saja kalau orang berpendapat mengenai kehidupannya. Kata orang alim, usaha tersebut adalah sebagian daripada berjihad. Tapi kalau sampai mengintimidasi orang lain apalagi sampai mengganggu, wuih... Bukannya berpahala, malah mengundang umpatan orang lain. Apa ini yang kita mau? Boleh-boleh saja kan khawatir dan menolak majalah berbau pornografi? Tapi kalau sampai melakukan sweeping, melempari kantor orang, sampai menjatuhkan fatwa dan segala macamnya, wah, kita sudah tidak bisa lagi membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Sama saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal yang terakhir, saya jadi ingin membuat sebuah karakter rekaan dalam suatu kisah. Entah apa dan bagaimana ceritanya kelak, tapi yang pasti pada sebuah adegan karakter tersebut akan mengatakan, "Saya hidup di negeri yang hipokrit. Di mana kebencian adalah industrinya dan prasangka adalah teknologinya." Mantap kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan, demo, dan Ibukota. Warna-warni semarak buat seperempat pertama tahun anjing api ini. Kalau boleh sedikit berfilosofi di sini (seperti kebiasaan saya), pada saat yang sama pula kehidupan tersenyum kepada saya. Mudah-mudahan sampai seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hujan akan menepi memberi jalan lurus dan langsung demi kebahagiaanmu, Adinda. Bagaimanapun hidup adalah sebuah hari yang indah. Dirimu adalah satu keindahan yang menyempurnakannya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-114494352338462831?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/114494352338462831/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=114494352338462831&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/114494352338462831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/114494352338462831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/04/hujan-demo-dan-ibukota.html' title='Hujan, Demo, dan Ibukota'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-114451699682510723</id><published>2006-04-09T00:22:00.000+07:00</published><updated>2006-04-09T00:23:16.840+07:00</updated><title type='text'>Pertanyaan untuk Keindahan</title><content type='html'>Setengah jam&lt;br /&gt;aku terpaku&lt;br /&gt;dalam permainan imajinasi&lt;br /&gt;sebuah keindahan&lt;br /&gt;bertanya-tanya&lt;br /&gt;di dalam&lt;br /&gt;ada apa&lt;br /&gt;di balik sepasang mata itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larut malam&lt;br /&gt;mencair&lt;br /&gt;merindu demi&lt;br /&gt;sebuah keindahan&lt;br /&gt;bertanya-tanya&lt;br /&gt;di dalam&lt;br /&gt;kapan aku&lt;br /&gt;memandang lagi mata itu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-114451699682510723?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/114451699682510723/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=114451699682510723&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/114451699682510723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/114451699682510723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/04/pertanyaan-untuk-keindahan.html' title='Pertanyaan untuk Keindahan'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11207869.post-114395267832921488</id><published>2006-04-02T11:34:00.000+07:00</published><updated>2006-04-02T11:37:58.343+07:00</updated><title type='text'>Pada Sebuah Kutipan (5)</title><content type='html'>Kehidupan normal itu tidak ada. Yang ada hanya hidup. Jalani saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(komentar Doc Halliday saat sahabatnya Wyatt Earp bercerita tentang pilihannya,&lt;/span&gt; Wyatt Earp, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;1994)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11207869-114395267832921488?l=gawehawe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gawehawe.blogspot.com/feeds/114395267832921488/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11207869&amp;postID=114395267832921488&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/114395267832921488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11207869/posts/default/114395267832921488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gawehawe.blogspot.com/2006/04/pada-sebuah-kutipan-5.html' title='Pada Sebuah Kutipan (5)'/><author><name>hawe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15560101472281191497</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
